Apa Makna Sakinah, Mawaddah, Warrahmah

13 Juni 2011 12:13:06 Dibaca :

Kita sering sekali mendengar kata sakinah, mawaddah dan warrahmah ketika memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru.  Pada dasarnya kita mengerti pastilah ucapan itu berupa doa kebaikan bagi kedua mempelai, namun saya secara pribadi penasaran apa sih makna  sebenarnya dari ketiga kata tersebut. Hal ini terjadi  ketika seorang teman lama Kombes Pol H. Sarwoto SMAN. meminta saya untuk memberikan  kata sambutan sebagai perwakilan keluarga dalam resepsi pernikahan putrinya.  Alhamdulillah kami sekeluarga menjadi langganan among tamu, dipercayakan untuk melayani tamu pada resepsi pernikahan anak anak rekan sekantor, sahabat se kampung atau rekan rekan satu profesi.  Terkadang ada plus plus, menjadi saksi akad nikah, dipercayakan menyampaikan sambutan pada resepsi dan bisa pula menjadi cadangan pembaca doa . Mulailah saya berkomunikasi dengan mbah google menyelusuri lembah informasi yang sangat luas sekali dan disajikan dengan beberapa artikel tentang sakinah, mawaddah warrahmah.  Ternyata dasar hukum dari ketiga kata mukzizat itu berasal dari Kitab Suci Al Qur'An Surat Ar Rum (30) ayat 21 : “DAN DI ANTARA TANDA-TANDA (KEBESARAN)-NYA IALAH DIA MENCIPTAKAN PASANGAN-PASANGAN UNTUKMU DARI JENISMU SENDIRI, AGAR KAMU CENDERUNG DAN MERASA TENTERAM KEPADANYA, DAN DIA MENJADIKAN DIANTARAMU RASA KASIH DAN SAYANG. …” Dalam ayat tersebut terdapat 3 kata:

  1. Sakinah yang diartikan sebagai  Ketentraman,
  2. Mawaddah di maknai sebagai  Cinta
  3. Warrahmah berarti  Kasih Sayang

Sakinah bermakna kecendrungan atau kecondongan hati agar kedua mempelai berikhtiar beribadah seoptimal mungkin sehingga rumah tangga akan tentram ketika berada didekat sang suami atau isteri. Ketentraman adalah buah dari iman dan taqwa yang dibina bersama secara istiqomah dan tentunya mahligai rumah tangga akan damai tenteram serta semua masalah dihadapi dengan saling menghormati dan menghargai. Mawaddah, adalah cinta sejati dalam artian menerima pasangan hidup apa adanya dan mencintai karena mengharapkan semata redha Allah SWT.  Insya Allah Cinta yang terpateri dengan keimanan dan taqwa tersebut akan langeng dan mampu mengatasi  ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Menerima apa adanya pasangan adalah kunci kelanjutan bahtera rumah-tangga. Warrahmah, salah satu sifat Tuhan Yang Maha Kasih Sayang yang di anugerahkan kepada hambanya, agar dalam menempuh kehidupan rumah tangga selalu memancarkan kasih sayang dan kelembutan. Kasih sayang ke dua insan yang dipadukan dalam pernikahan  akan lebih bertaut ketika anak telah meramaikan kehidupan rumah tangga.  Amanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Pengasih adalah keturunan yang harus dididik  dengan penuh kasih sayang mengantarkan anada tersayang  ke jenjang insan kamil. Alhamdulillah tugas menyampaikan kata sambutan dan among tamu sudah ditunaikan.  Resepsi  diselenggarakan pada Minggu malam , 12 juni 2011 di Gedung Graha Kopassus Cijantung Jakarta Timur.  Perhelatan yang meriah dihadiri oleh teman, sanak keluarga memberikan doa restu kepada yang berbahagia Prima Anindhita S.Si putri pertama Bapak Kombes Pol  H. Sarwoto, SMAN  dan ibu Hj. Bekti Wiyanti dengan Suranto Suryo Putro,  SH  putra kedua dari bapak Bambang Sutrisno Wibowo Putra dan almarhumah ibu Rejeki Sri Suwanti . Setiap menghadiri resepsi pernikahan putra putri sahabat, selalu saja menjadi ajang reuni dengan teman teman lama yang jarang bersua dalam kegiatan sehari hari.  Sungguh sangat menyenangkan saling bertukar sapa dan berita, melihat teman yang segar bugar menambah suatu kepuasan dalam hati ini.  Inilah salah satu anugerah   tak ternilai  harganya yang diberikan Allah SWT kepada kita semua dari manfaat silaturahmi. Semoga Dhita dan Anto selalu berbahagia sejahtera  menuju rumah tangga Sakinah, Mawaddah dan Warrahmah., amin ya rabbal alamin

citizen jurnalis

Thamrin Dahlan

/thamrindahlan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?