HIGHLIGHT

Mari Kita Dukung Penghapusan Subsidi BBM!

23 April 2012 09:42:09 Dibaca :

Persoalan subsidi BBM ini sudah terlalu lama menggantung, seperti badai petir yang mengancam. Antara dikurangi sedikit atau banyak, dikhususkan untuk masyarakat miskin atau melarat, bulan ini atau bulan depan, tak ada kepastian. Beragam spekulasi membuat duduk permasalahannya menjadi tak jelas lagi, dan cenderung menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian.

Tak kurang banyaknya politisi petualang di negara ini, yang dengan kepiawaiannya meramu isu BBM menjadi komodititas politik. Informasi terakhir, pemerintah akan membatasi pasokan BBM ke SPBU, untuk menghemat 40 juta kilo liter, demi mengamankan neraca APBN-P. Kebijakan itu pasti akan membuat SPBU buka /tutup kehabisan stok. Situasi yang akan menyusul adalah antrian panjang kenderaan di sekitar SPBU. Siang-malam, dari pagi hingga sore, berbaris-baris. BBM murah tapi langka. Jika tak mau ikut antri, silakan membeli BBM di pasar gelap seharga Rp. 25.000.-/liternya.


Itu situasi yang sulit. Rawan kerusuhan!


Oleh karena itu marilah kita bantu pemerintah mengambil keputusan. Daripada berlama-lama dalam ketidakpastian, hapuskan saja subsidi BBM itu. Biarkan harga BBM berfluktuasi mengikuti harga minyak dunia. Perekonomian Bangsa Indonesia tidak akan bangkrut. Toh, sebenarnya harga itulah yang dibayar masyarakat lewat pajak di sisi lainnya.


Dengan dihapuskannya subsidi BBM, maka perekonomian masyarakat akan bergerak pada realitas semestinya. Tak ada lagi distorsi pasar, kontradiksi-kontradiksi tarif angkutan, harga jual produk apa pun akan memiliki nilai pasti. Adapaun permintaan masyarakat agar pemerintah lebih serius memberantas korupsi, itu biarlah urusan pemerintah. Sudah sepatutnya komoditas primer seperti BBM ini dibebaskan dari pengaruh politik. Hukuman bagi politisi yang tidak serius menjalankan tugasnya adalah pada pemilu nanti, lewati gambarnya!


Penghapusan subsidi BBM akan menjamin pasokan selalu lancar. Tak diperlukan lagi monopoli perdagangan oleh Petamina. Sebagai BUMN,Pertamina silakan jalan terus sebagaimana Bulog. Semua orang bebas mengimpor BBM dan menjualnya kepada masyarakat luas. Sehingga ada jaminan tidak terjadi kelangkaan. Kondisi seperti itu lebih menjamin kepastian dalam perekonomian.


Untuk sekarang ini harga bensin di pasaran dunia kira-kira Rp. 8.000.-/liter, dan solar lebih murah sedikit. Harga itu beda tipis dari rencana pemerintah yang dibatalkan itu, yang memicu munculnya opsi pembatasan pasokan. Lebih jauh lagi, pembatasan BBM itu akan mempengaruhi hidup-mati mesin PLTD, sehingga PLN kembali memberlakukan kebijakan pemadaman listrik bergilir.


Sungguh buruk akibat lanjutan dari pembatasan pasokan ini, hanya karena persoalan besar-kecilnya subsidi BBM, kota-kota menjadi gelap gulita, seolah-olah kembali ke peradaban lampau. Sudah waktunya Masyarakat Indonesia membangun kepercayaan diri dengan tampil sedikit gagah. Dengan harga bensin Rp. 8000.-/liter, kita tidak akan lumpuh. Malahan dengan harga itu perekonomian masyarakat akan semakin kuat, semakin realistis, semakin efisien, semakin bersaing.


Itu adalah harga yang menantang.


Mari, kita taklukkan!


*****


Add. Tengkubintang. Wah, banyak batu apa tidak, ya….?

Tengku Bintang

/tengkubintangyahoocom

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pencak silat, binatang buas. biola.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?