PILIHAN

Hantu Bank Century Bangkit dari Kuburan

11 Agustus 2012 00:59:55 Diperbarui: 25 Juni 2015 01:57:50 Dibaca : Komentar : Nilai :

Setelah terkubur sekian lama Kasus Bank Century mulai bergulir. Heboh peristiwa Century begitu menyihir smua rakyat Indonesia pada waktu itu. Berhari-hari DPR melakukan sidang dan memanggil sejumlah petinggi negeri ini. Menteri Sri Mulyani dibuat sperti anak Mahasiswa Ekonomi yang digurui DPR sampai akhirnya disimpulkan bahwa ada kesalahan dalam bailout Century dan diputuskan dibawa ke-ranah hukum lewat KPK.

Namun, apa yang terjadi setelah di-tangan KPK? Kurang lebih 3 tahun berlalu Century di-kuburkan hingga ratusan juta rakyat Indonesiapun sudah mulai lupa, apalagi dalam perjalanan hari demi hari, Indonesia di-suguhkan kasus2 baru lagi, seperti Kasus Antasari, Cicak dan Buaya, Kasus Nazaruddin, Kasus Miranda, Kasus Hambalang dan sekarang kembali lagi Kasus Cicak-Buaya Jilid-2. Eeeh....belum slesai kehebohan Cicak-Buaya, langsung Kasus Century di-hebohkan lagi dengan testimoni Antasari Azhar.

Sekilas memang menurut saya Antasari sudah frustasi akan nasibnya tetap akan menjadi orang pesakitan di-penjara. PK yang diajukan di-tolak. Antasari hanya bisa gigit jari........., namun moment yang terjadi karena kasus Cicak-Buaya jilid-2 mulai berkobar......, saya rasa moment ini langsung di-manfaatkan Antasari untuk membuka kejadian "sebenarnya" tentang Kasus Century. Bola panas kasus bailout Bank Century kembali bergulir. Itu seiring dengan pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang menyebut adanya pertemuan di Istana untuk membahas skenario pencairan dana Rp 6,7 triliun untuk Bank Century pada 9 Oktober 2008.

Entah terganggu dengan pernyataan Antasari itu atau bukan, kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menyelipkan penjelasan mengenai bailout Bank Century saat membuka rapat koordinasi di Gedung BRI I, Jakarta, kemarin (10/8). Rapat itu sendiri mengagendakan masalah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

SBY mengatakan, bank dan perbankan bisa menjadi awal malapetaka perekonomian dunia. Dia lantas menyebutkan contoh krisis tahun 2008-2009 yang dipicu oleh krisis perbankan. Tahun 2008-2009, kalau tidak cepat dulu melakukan sesuatu untuk salah satu bank yang dianggap bermasalah, barangkali bisa terjadi lagi seperti (krisis) 1998-1999, katanya dalam berita yang sudah beredar.

Meski diakuinya keputusan memberikan penyertaan modal sementara terhadap Bank Century dengan jumlah mencapai USD 600 juta itu memiliki resiko politik. Politic cost-nya tinggi sekali, sampai setahun kemudian menjadi isu besar. Kita pahami politik bisa seperti itu, katanya. (Info Media-PlasaMSNberita)

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Andi Arief menyangkal pembahasan pencairan bailout Bank Century dalam rapat di Istana yang diikuti Antasari. Dia menyebut, terpidana kasus pembunuhan tersebut melakukan pembohongan publik. Semua pertemuan yang dilakukan presiden selain tematis dan substantif, materinya selalu terdokumentasi secara internal, dan publik juga bisa mengikuti melalui peliputan media masa, katanya.

Genderang Perang kubu Istana dan Antasaripun mulai di-tabuh. Hantu Century-pun Bangkit dari Kuburan. Hantu Century akan ber-suara siapakah sebenarnya pelaku "pembunuhan" atas Century dan mengapa Century di-kubur sekian lama dan seakan menjadi kabur ending ceritanya. Antasari boleh disebut sedang ber-halunisasi, sama sperti Nazaruddin yang di-sebut Anas berhalunisasi. Penggiringan opini publik dibuat sistematis hingga suara publik-pun pecah dan tidak mengerti siapa yang benar. Yang Pasti ada pembohong, ada Raja Bohong yang juga bergentayangan di-negeri ini. Rakyat tidak bodoh, rakyat bisa meng-analisa alasan-alasan apapun yang di-lontarkan pejabat itu untuk membela diri atau mempertahankan argumentasinya. Hantu Bank Century telah bangkit, siap-siap mencekik siapa sebenarnya dalang "pembunuh"nya......, selamat menonton. Semoga ending ceritanya, bahwa Pemenangnya adalah si-Baik

Swandi Rupini Simanjuntak

/swandirs

Perintis dan Pionir Calon Presiden Republik Indonesia sehingga banyak orang sadar bahwa siapapun bisa jadi Presiden, Deklarator Komnas PKP (Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah) dan pendiri Partai Persatuan Orang Miskin (Unity of Marginalized Groups Party)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik