HIGHLIGHT

Di Balik Demo Hari Ini

27 Maret 2012 05:17:47 Dibaca :

Hari ini, tepatnya hari rabu tanggal 27 Maret 2012 adalah puncak demo menentang kenaikan harga BBM. Hampir seluruh kota besar diIndonesia siang ini dipadati para demonstran. Dari mahasiswa, para buruh sampai masyarakat biasa. Semua terkesan alami, mereka turun ke jalan dengan alasan tidak setuju atas kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM per 1 April mendatang. Tetapi, apakah betul mereka yang turun ke jalan benar-benar alami, murni tanpa rekayasa sama sekali ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, agaknya kita harus hati-hati. Sebab, kalau salah menjawab bisa berakibat fatal atau setidaknya dicurigai sebagai kelompok atau partai tertentu yang memiliki kepentingan.Oleh karena itu, sebagai putera bangsa yang mencintai negerinya, sepahit apapun kondisi negara dan bangsa ini, saya berusaha untuk berpikir bijak atas keputusan pemerintah yang menurut pandangan rakyat banyak kurang bijak ( tentu dengan berbagai alasan dan argumentasinya serta kondisi real ekonominya ).

Sebenarnya, menurutku, andaikata pemerintah mau menjelaskan secara transparan kepada masyarakat luas, tentang alasan kenaikan harga BBM dan memberikan kompensasi yang tepat kepada rakyat, saya kira gelombang demo tidak seperti hari ini. Di sisi lain, kalau komunikasi rakyat dengan pemerintah berjalan baik, tentu kelompok atau partai tertentu yang disinyalir suka membonceng dan mendanai para demonstran, akan dapat diminimalisir. Artinya kalau yang turun ke jalan murni rakyat dengan aspirasinya yang tulus, mungkin pesan tersebut justeru akan sampai. Tetapi, karena demontsrasi itu ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang berkepentingan, maka yang terjadi kemudian adalah praktek penghinaan terang-terangan kepada simbol negara ( Presiden, lambang negara dan lain-lain), yang seharusnya kita hormati dan hargai, merusak fasilitas umum dan negara, yang pada akhirnya rakyat juga yang harus menanggung akibatnya, salah satunya dengan kenaikan pajak misalnya.

Kemudian, pada sisi lain yang kurang mendapat perhatian adalah bahwa ketika konsentrasi kekuatan aparat atau negara hanya pada titik tertentu, maka keamanan titik-titk lain terabaikan, misalnya kurangnya pengawasan pada pelabuhan-pelabuhan ( yang mudahkan para penyelundup), lengahnya pengawasan perbatasan negara baik darat maupun laut, lemahnya pengawasan pada aktifitas teroris yang selalu mengintai kita atau bahkan memudahkan agen-agen asing yang dengan leluasa memasuki wilayah kita dan tentu masih banyak hal lain lagi kegiatan pihak-pihak yang merongrong sistem HANKAMRATA kita. Semoga negeri kita tidak akan mengalami lagi penjajahan secara fisik untuk yang kedua kali. Sakiiiiiiiiiiiiiit dan menderita, mari jaga NKRI tercinta.

Sugiharto Harto

/sugiharto69

merekam aktifitas zaman lewat hati dan pikiran serta tulisan.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?