HIGHLIGHT

Smells Like Youth Spirit @2012!

30 Desember 2011 14:26:40 Dibaca :

Sudah memasuki detik-detik pergantian tahun baru. Dua hari lagi kita sudah berada di tahun 2012. Malam pergantian tahun akan dilewatkan dalam suasana gegap gempita, perayaan pesta pora dengan mabuk, atau bahkan dalam heningan khusus sambil menangisi dosa-dosa selama setahun. Semua kembali kepada pola hidup masing-masing.

Resolusi. Bisa saja dengan membuat rencana baru yang lebih matang atau ingin kembali mengenali diri. Mulai berkenalan dengan diri lagi lalu memasuki fase di mana seseorang menenggelamkan diri pada momen-momen ketika merasa jatuh-bangun dan mulai bangkit kembali.

Banyak hal yang bisa kita maknai dari momen-momen penting yang sudah berlalu itu. Banyak cerita tertinggal di kenangan yang menjadi hak penuh masa lalu.

Masa sekarang adalah milik kita. Dan masa depan adalah hari ini.

Saya jadi ingat, (kamis/29 Desember) ketika saya mengikuti kegiatan ospek di diklat sekolah saya yang baru. Ada banyak karakter dan sifat unik dari beberapa teman baru saya. Beragam! Karena dari beberapa jenis latar belakang dan kultur daerah yang berbeda.

Di sana, kita bercampur baur antara senior dan junior.

Semula asyik-asyik saja saat mengikuti beberapa kegiatan yang sudah diatur. Meski saya terlambat dan diperintahkan untuk mengelilingi dua kali lapangan. Saya harus optimis. Ini sportifitas namanya.

Ya, dengan kalung cokelat dan kepang lima. Saya berlari penuh semangat sambil melihat ke arah teman-teman baru yang melambai-lambaikan tangan memberikan semangat.

Senyum saya mengembang sempat terbersit keraguan untuk berteman dengan mereka. Meski saya sudah membuka mindset saya untuk menegur mereka satu-satu dan memberikan salam hangat di awal pembicaraan. Saya masih takut dengan beberapa momen terdahulu. Oh, Tuhan. Apakah sudah melupakan diri saya yang lalu?

Kenapa saya menjadi takut membuka ruang pertemanan baru dengan sahabat baru tentunya. Saya takut mereka 'melukai' saya. Itu saja.

Tapi pikiran itu berangsur mulai hilang, saat beberapa games dan momen dimana kerja tim dibutuhkan.  Saya ingat betul, ketika ketua kelompok memberikan ide untuk membuat yel, memberi petunjuk ketika semua anggota kelompok hanya membentuk sebuah barisan dengan mata tertutup untuk menyelesaikan misi.

Saya ingat, ketika tubuh ketua kelompok dia relakan untuk diinjak-injak oleh kami (para anggota). Saya ingat ketika kita harus memecahkan masalah tim. Saya ingat ketika kita tertawa bersama teman-teman baru. Saya ingat ketika dia memberikan buah dan sumbu kompor karena ingin agar kelompok kami tidak dimarahi senior.

Saya ingat, ketika kami makan bersama. Saling memegang pundak teman baru. Menatap wajah mereka sampai tertawa sakit perut karena make up yang seperti badut buatan kami sendiri. Dan rasanya, itu momen paling menyenangkan mengenali teman-teman baru.

Ya, teman yang mempunyai segala rahasia hidup. Tapi tersenyum lepas ketika keakraban itu mulai tumbuh di sela-sela angkatan diklat kami. Dan kekompakkan kelompok kami dapet juara pertama hahahhahaa *it's amazing! Kita pelukan dalam 'keterkotoran lumpur' dan bau tak sedap karena berenang di sungai keruh. Meski begitu, ada satu hal yang membuat semuanya tak pernah bisa sempurna. Ada momen ketika kelompok lain berseteru dengan senior. Sedang ketua kami menyarankan untuk tidak ikutan dalam perseteruan bullying junior kepada senior (loh? kebalik ya? Nah, itulah parahnya). si Robby yang kami juluki kelinci karena sifat playboy-nya (abis dirayu semua cewek-cewek di sana haha. tapi saya enggak mempan doong ah haha. Dia ketua saya dan saya tau hal itu hanya untuk mencairkan suasana. Cerdas!) bilang ke kita. Kelompok kita harus kompak. Kalau senior menegur bilang saja: "Iya," toh itu juga demi kebaikan kita sebagai junior. Rasanya seperti melihat film drama. Senior yang sudah minta maaf karena tegurannya tidak diterima oleh junior satu ini (yang padahal memang berbuat kesalahan) malah makin membentak-bentak senior. "Eh, gue sakit hati banget. Gue enggak terima." "Maaf," berpuluh kali senior itu mendengarkan kata hatinya untuk lebih berjiwa besar. tapi dasar (entahlah) saya sebut apa orang dengan karakter seperti ini. Meributkan hal yang seharusnya tidak diributkan. Membesar-besarkan sesuatu yang harusnya tidak membuat chaos antara senior-junior. Oh, God. dalam hati saya berdoa: "Tuhan, selamatkan senior tak bersalah itu dari junior yang sedang kemasukan setan ini. Amin." Entahlah, saya menjadi seorang yang responsif pasif saat itu. Di mana saya tidak bisa mengatakan apa-apa untuk hal yang seharusnya tidak membuat mood menjadi buruk. Tapi pada akhirnya, mereka berdamai juga karena pembina dan pelaksana ospek turun tangan. Membawa mereka ke kantor lalu diadili. Hmm, semoga 'pendamaian' itu berada di hati mereka. karena sungguh, saya merasa sangat bosan melihat pertengkaran.

Saya bosan melihat orang-orang yang memboikot orang lain demi egonya. Saya bosan melihat kasus kekerasan. Saya bosan melihat keserakahan ingin 'dimunculkan' dihadapan publik lalu menekan wilayah privacy orang lain. Entah itu perasaan atau hanya halusinasi.

Seperti sebuah rahasia. Hidup ini adalah rahasia. Di mana kita hanya bertindak sebagai aktor 'pengetuk pintu' sang waktu dengan tersenyum lebih lepas dan sikap yang lebih bijaksana dari hari kemarin.

Tahun baru. Ingin memilih menjadi pesimis atau optimis? atau tenggelam dalam beberapa momen yang membuat hidup ini takut bergerak. That's your choice ;)

Back to real life, seperti kata jargon iklan yang saya akrabi: "My Life it's My Adventures"

Seperti judul Nirvana yang diplesetkan menjadi Smells Like Youth Spirit, dan potongan backsound yang sengaja saya upload untuk postingan ini. Saya akan berkata hal yang sama: it’s amazing that we got this far

With Love as Always,

SiBengalLiar

..

..

SiBengal Liar

/sibengalliar

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Sesederhana apapun MIMPIMU, berikanlah usaha yang TERBAIK" -SBL-
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?