Era SBY 251 Ribu Unit Sarana Pendidikan Dibangun

20 Mei 2017 00:14:50 Diperbarui: 20 Mei 2017 01:51:35 Dibaca : 33 Komentar : 0 Nilai : 1 Durasi Baca :
Era SBY 251 Ribu Unit Sarana Pendidikan Dibangun
Sumberfoto: Medanbagus.com

Banyak pihak yang mencoba membandingkan perhatian Presiden Jokowi dengan Presiden RI ke 6, SBY terkait dengan dunia pendidikan. Apakah pemerintahan saat ini lebih baik perhatiannya terhadap dunia pendidikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Jika ditanya komentar sebagian pihak tentu akan beragam, dan cenderung subjektif dalam menentukan penilaian.

Namun sebagai pedoman agar tidak terjadi kesalahan dalam memberikan penilaian alangkah baiknya kita coba membongkar data tentang pemerintahan SBY. Kalau untuk Pemerintahan saat ini tentu lebih mudah mencarinya dan proses pemerintahannya belum rampung 5 tahun.

Pertama untuk anggaran pendidikan. Pada tahun 2005 dimana itu awal SBY berkuasa, anggaran untuk pendidikan mencapai Rp78,5 triliun. Jumlah tersebut masih dibawah dari ketentuan UU yang mewajibkan anggaran pendidikan 20 persen. Pada tahun 2006, SBY menaikkan anggaran pendidikan menjadi Rp123 triliun. Artinya SBY menaikkan anggaran sekitar Rp45 triliun.

Pada tahun 2007, anggaran kembali naik menjadi Rp142,2 triliun. Pada tahun 2008 sempat terjadi krisisi moneter, tapi SBY tetap memberikan perhatian lebih kepada pendidikan dengan menaikkan anggaran hingga Rp154,2 trilun. Setelah badai krisis berhasil dilewati Indonesia, pada tahun 2009 SBY kembali menaikkan anggaran pendidikan dengan angka fantastis yaitu mencapai Rp54,1 triliun atau totalnya menjadi Rp208,3 triliun.

Tahun 2010, anggaran pendidikan kembali naik menjadi Rp225,2 triliun. Tahun berikutnya yaitu tahun 2012, anggaran naik lagi menjadi RP266,9 triliun. Pada tahun 2013, anggaran pendidikan naik menjadi Rp310,8 triliun. Untuk tahun 2014 anggaran mencapai Rp345,3 triliun dan sebagai bekal untuk Presiden Jokowi yang akan menjadi pemimpin selanjutnya, pada tahun 2015 SBY menaikkan anggaran hingga Rp375,4 triliun.

Dengan kenaikan anggaran yang begitu besar tentu berdampak terhadap peningkatan kualitas sarana prasarana dunia pendidikan dan kualitas pengajar. Dalam periode 10 tahun memimpin, SBY telah membangun setidaknya 251198 unit sarana pendidikan. Jumlah yang sangat banyak, karena saat itu SBY mendapatkan warisan mayoritas kondisi sarana sekolah sangat memiriskan.

Rincian unit sarana pendidikan yang dibangun SBY adalah, 169.897 unit untuk SD sederajat. 48.912 unit untuk SMP sederajat, 28.574 unit untuk SMA sederajat dan 3.815 unit untuk perguruan tinggi.

SBY sepertinya sangat menyakini kalau pendidikan merupakan modal paling utama dalam memajukan suatu bangsa. Makanya SBY memberikan perhatian begitu besar, agar generasi muda Indonesia yang akan datang menjadi semakin pintar. Tidak ada satupun Negara maju di dunia yang penduduknya tidak pintar, dan cara paling tepat adalah mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Anggaran yang begitu besar disebar keseluruh Indonesia, tidak terfokus hanya di pulau Jawa tapi mencakup hingga pelosok. Karena saking banyaknya mendapatkan warisan sekolah rusak dan daerah belum punya sekolah, tidak mungkin dapat dituntaskan secara serentak dan membutuhkan waktu. Ditambah lagi bencana alam besar yang melanda Indonesia tentu semakin menambah daftar sarana pendidikan yang harus diperbaiki dan dibangun.

Selain itu, salah satu program yang hingga saat ini dirasakan manfaatnya oleh siswa didik dan orangtua adalah Bantuan Operasional Sekolah atau disingkat BOS. Dengan adanya program tersebut maka beban orangtua menjadi ringan dalam menyekolahkan anaknya, karena seluruh operasional telah ditanggung oleh Negara. Itu makanya wajib belajar meningkat dari 9 tahun menjadi 12 tahun.

Dengan adanya data ini, akan menjadi pembanding bagi siapapun. Jangan sampai menuding tanpa punya tolak ukur sebenarnya, karena itu akan mengarah kepada fitnah. Semoga data ini bermanfaat bagi saya dan teman-teman generasi muda lainnya.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana