Jangan Dibaca Kalau Lagi Jenuh

15 Mei 2012 18:22:53 Dibaca :

Pernahkah kamu merasa jenuh? Jenuh sejenuh jenuhnya. Apalagi kalau jenuhnya karena skripsi, tesis, disertasi atau tugas penelitian lainnya. *yang jelas bukan lemak jenuh lho ya.. haha…


Kalau sudah di titik ini, rasanya dunia jadi dark. Bingung hendak apa. Mau teriak takut tetangga bangun, mau tidur tapi sepicingpun tak bisa.


Kondisi ini pasti terjadi, karena kita mengulang sesuatu yang serupa. Dirasa sudah benar, namun ternyata salah juga. Ada aja yang nyelip, luput dari pandangan mata. Berulang dan terus berulang tanpa kemajuan.


Saya sendiri mengalami ini. Jam segini (00.34 wib -- waktu indonesia begadang) masih mantengin email, barangkali saja dosen saya membalas email yang sudah saya kirim. Kenapa masih saya pentengin? Karena terkadang tak diduga-duga saya harus bimbingan jam 7 pagi. Karena kita diposisi berharap, maka mau tidak mau harus memenuhi dan berusaha tidak terlambat.


Galau riset, ya mungkin itu istilah yang sering teman-teman dengung-dengungkan. Malam jadi siang, siang jadi pagi, dan pagi kadang jadi malam. Waktu menjadi tak seputaran dengan orang kebanyakan. Malam-malam berpikir apa sebenarnya pertanyaan penelitian saya? Bagaimana Inside penelitian saya? Di bawa tidur tapi rasanya tak tidur karena ternyata masuk ke mimpi yang nyata. Kalau pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu menghantui malam-malam anda, selamat! Berarti sudah bergabung dalam pasukan galau riset. *gubrak


Siang sampai malam lagi mendekam di perpus, download dan baca jurnal sampai eneg. Baca penelitian orang lain di ruang tesis dan disertasi. Terus dan terus saja begitu, rasanya ruang gerak sangat sempit namun akal melanglang buana. Kalau tidak disambi dengan membaca dan menulis di kompasiana, wah… bisa berasap ini kepala (tungku kali berasap) hehe… eh, tapi kalau malam-malam kebanyakan kompasianer laki-laki yang ngeronda. *jangan lupa bawa kentongan ya.. hehe


Begadang, itu juga menu galau riset. Memaksakan tidur di bawah jam 9 itu ternyata tak bisa lagi. Mata sudah terlatih tetap membundar. Padahalkan begadang itu tidak baik, karena Jam 11 malam-jam 01.00 itu adalah saat  proses de-toxin dibagian hati, ini harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas. Lalu jam 01.00-jam 03.00 adalah proses de-toxin dibagian empedu, juga harusnya berlangsung dalam kondisi tidur pulas. Lha.. kalau masih terus begadang? Hmm… bisa mempercepat kerusakan hati atau bisa kanker hati. Nauzubillah. Kalau ingat itu sih ya jadi takut juga. Tapi kalau sudah terbiasa, sulit untuk menyetel lagi jadwal tidur yang teratur.


Widih… kenapa saya jadi curhat tengah malem yak.  sambil nunggu balasan dosenlah ya. haha..


Kalau kata teman-teman ini semua proses yang harus dinikmati, karena suatu saat kita tidak akan bisa merasakan masa-masa galau yang seperti ini. Ayo.. siapapun yang lagi penelitian, semangat ya.


Salam



*NB: Buat Citra dan Akbar, kata2 galau risetnya aku pinjam bentar ya :)


Selvi Diana Meilinda

/selvidiana

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Suka dengan urusan kebijakan publik, politik, sosbud, dan dapur. Berkicau di @Malikahilmi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
TAG #muda

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?