Pengertian Kurikulum, Bagaimana Dengan Kurikulum 2013

22 September 2013 12:54:22 Dibaca :

Dari sisi kebahasaan, seperti yang dikutip oleh Binti Ma’unah dari kamus Webster tahun 1812, kurikulum berarti (1) a race course, a place for running, a chariot, (2) a course, in general, applied particullary to the course of study in university (Ma’unah, 2005: 1). Namun menurut S. Nasution istilah kurikulum baru muncul dalam kamus 1856, dan itu pun penggunaannya baru di dalam bidang olah raga. Kemudian istilah kurikulum digunakan di dalam dunia

pendidikan dan ditulis dalam kamus Webster tahun 1955 dan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau kuliah di sekolah atau perguruan tinggi yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat, juga keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2005: 1). Banyak terjadi perdebatan terkait pengertian kurikulum. Dalam pengertian di atas kurikulum lebih diartikan sebagai terkait mata pelajaran dikelas saja. Namun Binti Ma’unah dengan merujuk pada pendapat J.G. Taylor dan William H. Alexander berpendapat bahwa kurikulum adalah semua pengalaman belajar atau pengalaman pendidikan bagi siswa (Ma’unah, 2005: 2). Tanpa mengesampingkan perdebatan-perdebatan tersebut, pemerintah RI dalam UUSPN menyebutkan bahwa: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. 1.    Landasan Kurikulum Bila kurikulum dikaitkan denga hal-hal yang praktis-aplikatif maka akan lebih cenderung berkenaan dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh perencana kurikulum dalam menyusun bidang matapelajaran sesuai tingkat pendidikan. Oleh karena setiap jenjang pendidikan selalu memiliki perbedaan di dalam banyak hal maka dalam penyusunan kurikulum harus berlandaskan pada  landasan yang jelas. Binti Ma’unah menyebutkan 5 landasan dalam hal ini, yaitu: landasan filosofis landasan sosial budaya landasan  psikologis hakikat pengetahuan (Ma’unah, 2005: 5), landasan asas organisatoris (Nasution, 1990: 21) 2.    Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dua model kurikulum tersebut adalah kurikulum yang digunakan di dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebenarnya sebelum KBK digunakan sudah ada kurikulum 1994 yang pernah diterapkan di Indonesia. Namun di dalam makalah ini hanya akan sedikit dibahas tentang KBK dan KTSP. Seperti ditulis oleh E. Mulyasa, KBK adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar perfomansi tertentu (Mulyasa, 2003: 39). Sedangkan KTSP, menurut SNP pasal 1 ayat 15 seperti dikutip E. Mulyasa adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Mulyasa, 2006: 19). Untuk mengenal KBK dan KTSP kita dapat melihat karakteristik yang dimiliki oleh keduanya. KBK semisal, karakteristiknya adalah sistem belajar dengan modul, menggunakan keseluruhan sumber belajar, pengalaman lapangan, strategi individual personal, kemudahan belajar, belajar tuntas (Mulyasa, 2003: 43). Sedangkan karakteristik KTSP adalah pemberian otonomi luas kepada satuan pendidikan, partisipasi masyarakat dan orang tua, kepemimpinan yang demokratis dan profesional, serta tim kerja yang kompak dan transparan (Mulyasa, 2006: 29). lantas bagaimana dengan kurikulum 2013? adakah perbedaan yang berarti dari kurikulum sebelumnya? apakah semua sekolah di indonesia sudah menyelenggarakan pendidikannya dengan kurikulum KTSP sepenuhnya?, atau hanya karena ingin sebuah proyek saja, agar ada uang tambahan?. yang jelas pertanyaan itu saya tidak tahu jawabannya. sumber guru pembelajaran

Must Wildan

/sejahtera

TERVERIFIKASI (HIJAU)

sang pencari yang terkadang berhenti dan melanjutkan kembali
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?