Hidup Sehat Tanpa Narkoba

18 Mei 2017 20:24:21 Diperbarui: 18 Mei 2017 21:25:59 Dibaca : 19 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Mendengar  kata narkoba mungkin bukan kata yang asing lagi  di telinga kita baik itu di kalangan remaja maupun di kalangan orang tua. Narkoba merupakan bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan psikologi  (Pikiran, perasaan dan prilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis.

Pada tanggal 27-28 April 2017 komunitas sahabat sehat yang terdiri dari 14 orang mengikuti pelatihan terkait denga sosialisasi pencegahan  dan pemberantasan penyalaguanaan dan pengedaran gelap narkoba (P4GN) di hotel Plazza Inn hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi komunitas sahabat sehat karena disana kita bisa mandapatkan ilmu atau pengetahuan terkait dengan penyalagunaan barang haram tersebut. Menurut data dari BNN penyalagunaan  narkoba yang banyak adalah di kalangan pelajar dan mahasisiwa dan dibandingkan mahasiswa di kalangan pelajar adalah presentase yang paling tertinggi.

Hal ini di buktikan dengan data yang di dapatkan dari BNN Kemarin di saat mengikuti pelatihan sosialisasi (P4GN),  jumlah penyalagunaan narkoba dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat terdapat 142 pelajar di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyalahgunakan narkoba, dan menempatkan daerah itu sebagai provinsi tertinggi penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar hal ini sangat memprinhatikan bagi kita.

Anehnya lagi penyalagunaan narkoba sekarng bukan hanya terdapat pada pelajar dan mahasiswa saja namun sudah masuk pada ranah taman kanak-kanak dalam bentuk permen hal ini terjadi karna kurangnya pengawasan dari orang tua.

Testimony Seseorang Pecandu Narkoba

Seorang pecandu yang bernama Bapak Max Hardhy yang berumur 35 tahun ini menceritakan pengalamannya mengenai penyalagunaan narkoba, masih terlintas di otak kata-kata beliau, beliau mengatakan bahwa awalnya dia mulai menggunakan narkoba dengan statement hanya ingin mencoba-coba karna ada teman yang menawrakannya namun siapa yang sangka berawal dari coba-coba tersebut beliau menjadi pecandu berat yang  tadinya hanya berniat untuk coba-coba saja berbagai masalah yang beliau alami setelah menggunakan barang haram tersebut. 

Yang tadinya beliau merupakan orang yang cerdas namun setelah menggunakan narkoba tingkat kecerdasan seseorang berkurang begitupun beliau dan yang tadinya beliau adalah anak yang patuh terhadap orang tuanya menjadi pembanggkang dan bahkan bisa di sandang dengan gelar anak yang durhaka kata beliau.  Karna selama menjadi pengguna beliau selalu membentank sang ibu, mengambil uang sang ibu untuk  di pergunakan membeli narkoba  dan bahkan sering kali beliau menagmbil  uang ibunya tanpa sepengetahuan sang ibu, yang paling menyedikan beliau perna menjual cincin pernikahn sang ibu dan mengambil uang sang ibu disaat sang ibu sedang sholat  sehingga sang ibu terhenti dari sholatnya karna hal itu namun beliau berkata tidak sedikit pun rasa penyesalan ada dalam diri beliau karna yang ada di pikiran bapak Max ini hanyalah bagaimana caranya agar bisa membeli narkoba entah itu dengan menagambil unga orang tua atau membohongi orang untuk mendapatkan uang agar bisa membelih barang haran tersebut.

Awalnya beliau menggunakan barang haram tersebut dari tahun 1998 dan beliau berkali-kali melakukan rehab namun berkali-kali pula beliau melakukan atau menggunakan barang haram tersebut, kata beliau sekali coba  sangat susah untuk berhenti atau di tinggalakan dan alhamdulilah beliau bisa berhenti dan menjadi mantan pecandu  pada tahun 2012 dan itu merupakan suatu kesyukuran yang sangat besar bagi beliau bisa berhenti dari mengosumsi barang haram tersebut singkat cerita .

Kiat-Kiat Pak Max Berhenti

pertama, beliau berpikir bahwa apa yang akan terjadi kedepannya jika beliau terus-terus larut dalam kecanduan narkoba ini maka berangkat dari itu beliau berniat untuk berhenti karna memang pada dasarnya semua yang ingin kita lakukan atau yang kita niatkan baik maka hasilnya juga akan baik karna pak max ini berniat ingin meninggalkan barang haram ini maka Alhamdulilah beliau berhasil melakukan hal itu sehingga gelar yang dulu beliau sandang adalah seorang pecandu narkoba maka tinggalh kenangan atau masa lalu karna gelar beliau sekarng adalah mantan pecandu Alhamdulilah ungkapnya.

Pesan Beliau Untuk Pelajar Dan Mahasisiwa

Jangan perna mencoba dan jangan bernah terbesit di pikiran kita ingin mencoba karna sekali mencoba akan susah untuk terhindar dari hal tersebut.

Untuk yang sudah mencoba dan ingin berhenti namun susah maka solusinya adalah  bertemanlah dengan orang yang sholeh yang bisa mengarahkan kamu kejalan yang lebih baik dan bagi yang berteman dengan pecandu jangan jauhi dia namun bimbinglah dia agar dia terlepas dari jeratan narkoba. Karna Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilih teman  karna,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman”.

Sudah dapat di pastikan, bahwa seseorang teman yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang jadi marilah kita berteman dengan orang-orang yang baik agar hidup kita menjadi lebih baik. insya ALLAH. Waulahu Alam.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL kesehatan

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana