Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Independent Blogger

bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight

Kesan Pertama Menjajal

13 September 2017   08:00 Diperbarui: 13 September 2017   13:32 696 1 0
Kesan Pertama Menjajal
Mi Android One (A1) - dokpri

Hari Senin waktu setempat, berlokasi di food court gedung Sarinah Thamrin, Jakarta. Penulis dan beberapa enthusiasm lain berkumpul dan berkesempatan untuk pertama kalinya mencoba produk smartphone terbaru Xiaomi yaitu Xiaomi MiA1 atau Xiaomi Android One. Sebagaimana kita bersama ketahui bahwa produk ini belum secara resmi dijual di pasaran Indonesia, kami semua dapat menguji kemampuan dari produk MiA1 diperoleh berkat jasa seorang reviewer Bapak Herry SW yang tak segan meluangkan waktunya.

Setelah sampai di tempat berkumpul dan berkenalan dengan beberapa enthusiasm yang telah datang, Penulis tidak menyadari bahwa smartphone yang diberikan adalah produk MiA1. Kesan pertama dari produk ini yaitu ringan, dibandingkan produk Redmi Note 4x yang Penulis gunakan bobot MiA1 lebih ringan dan terasa kesat di tangan. Dibalut dengan body metal berwarna hitam dove, dimensi MiA1 sangat mirip layaknya memegang iPhone 7 Plus dimana curve melengkung pada keempat sisi-sisinya serta fingerprint dan dual kamera berikut dual tone LED pada bagian belakangnya.

Masuk kedalam user interface, MiA1 memberikan nuansa yang sangat berbeda. Menggunakan UI basis Android Nougat (7.0), user interface MiA1 terlihat sangat sederhana dibandingkan UI Xiaomi (MIUI). Bagi seseorang yang sudah terbiasa dengan MIUI maka butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan UI ini. Penempatan icon apps hanya beberapa pada bagian depan, pengguna harus menekan icon menu untuk melihat keseluruhan apps yang ada pada MiA1. Sebagaimana umumnya, apps-apps dari Google mendominasi seperti Google+, Google Hangout, Google Duo, Google Drive, Maps, dan lain-lain sebagainya.

Dari sisi dapur pacu, MiA1 dibekali spesifikasi serupa dengan seri teratas Redmi Note 4x yaitu processor Qualcomm Snapdragon 625, RAM 4GB, ROM 64GB, terkecuali kapasitas baterai yang lebih kecil sebesar 3080 mAh. Menyadari bahwa kapasitas batere yang dimiliki lebih kecil (Redmi Note 4x kapasitas batere 4100 mAh) maka menjadi masuk akal mengapa produk ini lebih tipis dan lebih ringan.

Tak banyak yang bisa dibahas dari segi dapur pacu karena tidak adanya apps benchmarking, namun dipastikan skor yang dimiliki oleh perangkat ini tak berbeda jauh dengan skor pada Redmi Note 4x walau dari sisi sistem operasi dan UI yang berbeda. Sedikit yang terasa janggal dari MiA1 yaitu atmosfer panas pada perangkat cukup terasa bilamana digunakan secara konsisten seperti mengoperasikan kameranya, hal ini dirasa wajar disebabkan fisiknya yang tipis dan dapur pacunya digunakan secara optimal.

Tentu daya tarik dari produk MiA1 adalah dual kamera yang disematkannya. Menggunakan apps kamera kreasi Xiaomi dengan spesifikasi dual camera 12MP telephoto + 12 MP wideangle dan 2x digital zoom, hasil kualitas gambar yang diberikan sangat menggoda. Kemampuan dari dual kameranya patut diancungi jempol, pengambilan gambar dari jarak dekat (makro) sangat baik dimana fokus kamera bereaksi sangat cepat sesuai objek yang dituju.

Sedangkan untuk mode portraitnya sungguh menakjubkan dan kemampuan untuk menghasilkan gambar bokeh luar biasa mudahnya, hanya menekan fitur pada bagian atas layar maka kamera langsung bereaksi untuk menghasilkan gambar detail berikut warna tajam. Patut diapreasi kesemuanya karena dual kamera MiA1 tidak menggunakan sensor produksi Sony maupun Samsung, melainkan sensor Omnivision seri OV12A10 seperti yang dimiliki oleh produk Mi 5x. Kemampuan dari dual kamera MiA1 mungkin sedikit ada kekurangan disebabkan nilai aperture yang relatif tinggi atau umum dimiliki smartphone seri lain (2,2) sehingga peka terhadap kurangnya cahaya yang mengakibatkan timbulnya noise, jadi disarankan kualitas cahaya yang baik ketika anda menggunakannya.

Secara kesimpulan dengan percobaan yang relatif singkat ini produk MiA1 bisa dikategorikan memuaskan. Walau belum diketahui secara pasti kapan akan beredar di pasaran Indonesia dan berapa harganya, MiA1 membuktikan dirinya sebagai produk yang patut diperhitungkan. Hadirnya MiA1 secara tidak langsung memberikan kesan Xiaomi bukanlah sembarangan merk dan produk berkualitas tidak musti dibanderol harga selangit. Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Terima kasih.