Profil "Pahlawan" yang Gugur di LP Sleman

01 April 2013 17:57:45 Diperbarui: 24 Juni 2015 15:54:01 Dibaca : Komentar : Nilai :

Hendrik Benyamin Angel Sahetapy alias Diky/Deki (37)


kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur


dikenal merupakan gembong kelompok preman yang amat ditakuti dan kerap membuat onar


tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang prajurit TNI anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro, Sersan Kepala Heru Santosa


pernah ditahan dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan


saat ditangkap dalam kasus pemerkosaan, dia baru saja bebas bersyarat dengan sisa masa tahanan 2,5 tahun akibat kasus pembunuhan di Jalan Solo pada tahun 2002


Dalam kasus pemerkosaan, Dicky diganjar hukuman penjara selama 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta



Yohanes Juan Mambait alias Juan


kelahiran Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur


tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang prajurit TNI anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro, Sersan Kepala Heru Santosa


dipecat dengan tidak hormat dari Polri karena terlibat kasus narkoba



Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (23),


Profesi: preman dan pengangguran


Beralamat di Asrama Mahasiswa NTT di Kampung Tegal Panggung Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta


Drop Out (DO) atau tidak selesai kuliahnya.



Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).


Profesi: preman dan pengangguran


tinggal di Asrama Mahasiswa NTT di Kampung Tegal Panggung Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta.


Drop Out (DO) atau tidak selesai kuliahnya.


ke empatnya akan di angkat menjadi "Pahlawan nasional Korban HAM" oleh Komnas HAM, hal ini terbukti dari keseriusan  Siti Noor Laila ketua Komnas HAM mengusut kasus ini. di Sisi lain ketua komnas HAM mengatakan bahwa kasus pembunuhan terhadap anggota TNI oleh ke empat "pahlawan" tersebut bukan termasuk pelanggaran HAM, tapi kriminal biasa. Sedangkan penyerangan pasukan ninja terhadap para "pahlawan" tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat, dan pelakunya layak disebut teroris. Hal ini juga berlaku jika korbannya adalah anggota TNI/polisi di Papua, walaupun mereka sudah dibekali surat tugas dan sedang berjuang mempertahankan ketertiban masyarakat.


Penyerangan terhadap anggota TNI/Polri bukanlah pelanggaran HAM


bagi Siti Noor Laila, semua pemerkosa, pembunuh dan perampok harus dilindungi oleh negara. Kalau perlu kehidupan dipenjara tidak boleh lebih buruk daripada kehidupan diluar penjara.Tidak usah peduli dengan perasaan korban dan keluarganya.


Terima kasih Komnas Ham, anda telah mengajarkan kepada kami bahwa anggota TNI adalah bukan manusia, sedangkan para pemerkosa dan pembunuh adalah manusia sejati. Terima kasih ibu Siti Noor Laila!


Salam HAM!!

dadi kristian

/sangpetani

hanya seorang penanam tomat
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hukum politik
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article