Rutma Parningotan
Rutma Parningotan Guru

Give thanks. line/ig: rutmapurba

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara

Pilkada Jakarta: Gubernur Lama atau Gubernur Baru?

18 April 2017   21:11 Diperbarui: 18 April 2017   21:21 70 0 0

Tanggal 19 April 2017 adalah hari bersejarah bagi masyarakat DKI Jakarta yaitu pemilihan kepala daerah tahap dua untuk jabatan lima tahun mendatang. Siapa yang menang, tidak ada yang tahu sampai KPUD DKI Jakarta menetapkannya. Namun, pada saat pilkada berlangsung banyak lembaga survei melakukan penghitungan cepat (quick count), sehingga kita bisa melihat kira-kira siapa yang menjadi pemenangnya. Yang pasti hanya ada satu pemenang dari dua kandidat yang maju pada tahap kedua ini. Pilkada DKI Jakarta kali ini menarik perhatian seluruh rakyat Indonesia, setiap hari menjadi trending topic di berbagai media cetak maupun elektronik.

Pasangan calon yang maju pada pilkada tahap dua ini adalah Ahok – Djarot dan Anies – Sandiaga. Siapapun yang terpilih nantinya adalah gubernur pilihan warga Jakarta. Masing-masing pasangan calon telah memberikan visi dan misinya masing-masing untuk meyakinkan warga Jakarta agar pasangan calon tersebut terpilih menjadi kepala daerah. Mereka akan bekerja untuk membuat Jakarta menjadi lebih baik lagi sesuai dengan program-program yang telah mereka sampaikan ketika kampanye. Tentu saja, semua yang mereka sampaikan adalah program-program terbaik demi warga Jakarta.

Seiring dengan pertarungan pilkada, banyak lembaga melakukan survei terhadap warga Jakarta, untuk melihat siapa dan bagaimana gubernur yang diinginkan oleh warga Jakarta berdasarkan kriteria-kriteria yang dibuat oleh lembaga survei tersebut. Semua lembaga survei mempunyai hasil yang berbeda-beda. Survei yang dibuat untuk melihat gambaran siapa gubernur Jakarta berikutnya. Namun, hasil survei tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan siapa yang akan menjadi gubernur Jakarta berikutnya. Karena hasil survei bisa saja benar dan juga bisa saja salah. Namun, ada saja masyarakat yang yakin dan percaya dengan lembaga survei tapi ada juga yang tidak percaya dengan lembaga survei. Disisi lain lembaga survei juga bekerja keras untuk memberikan hasil yang maksimal agar lembaga survei tersebut dapat dipercaya oleh masyarakat.

Jadi, mari kita tunggu siapa gubernur Jakarta berikutnya. Apakah tetap Ahok atau Anies? Apakah gubernur yang lama menang kembali atau terpilihnya gubernur yang baru?