Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Penulis Freelance

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Lahan Bekas Penambangan Timah Bisa untuk Pertanian

13 Juli 2017   17:55 Diperbarui: 13 Juli 2017   18:12 22 2 1
Lahan Bekas Penambangan Timah Bisa untuk Pertanian
Reklamasi lahan bekas tambang di Tutut (dok.Hmas Bangka)

Banyaknya lahan bekas penambangan Timah di Bangka Belitung, diantaranya di Kabupaten Bangka dibiarkan menjadi lahan tidak produktif serta sebagian belum dilakukan reklamasi.

Pemanfaatan lahan bekas penambangan Timah bila diolah dengan baik akan menjadi lahan produktif diantaranya untuk kegiatan pertanian.

Bupati Bangka Tarmizi Saat mengatakan, lahan eks penambangan Timah telah terbukti dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan pertanian di Kabupaten Bangka diantaranya di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung.

" Lahan eks penambangan itu ditanam dengan jenis Padi Sawah dapat menghasilkan serta terus meningkat  dari 3 ton per hektar menjadi 4,8 ton per hektar, untuk itu kita sudah berikan hadiah berupa 5 ekor sapi dan hand traktor untuk kelompok tani di Matras yang telah berhasil itu," ungkap Tarmizi, ketika reklamasi lahan eks penambangan Timah di dusun Tutut, desa Penyamun, Kecmatan Pemali, Kamis (13/7).

Ia baik selaku Bupati, sabagai petani dan sebagai sarjana pertanian menilai lahan eks tambang Timah  tidak ada persoalan dalam pemanfaatannya, namun tergantung bagaimana cara mengolahnya.

Oleh sebab itu untuk menjawab keluhan Kades Penyamun dalam pemanfaat lahan bekas penambangan Timah, Bupati Tarmizi Saat mengatakan, untuk segera membuat surat kepada PT Timah Tbk  supaya lahan  bekas penambangan diserahkan kepada Pemkab Bangka.

" lahan seluas 10 hektar bila diserahkan PT Timah Tbk kepada Pemkab Bangka, akan kita serahkan kembali kepada Kades Penyamun sebagai tanah kas desa," ujar Bupati.

Diharapkannya, bila tanah sudah diserahkan kepala desa agar desa dapat menganggarkan melalui dana APBDes  untuk pemiliharaan lahan, karenanya Kepala Desa dapat membuat peraturan desa bersama BPD.

Dijelaskannya, informasi dari Pemerintah Pusat bahwa Dana Desa akan naik dari Rp 60 Triliyun  menjadi 120 Ttiliyun, sedangkan gaji Kades sekarang  saja Rp 4,1 juta per bulan di Kabupaten Bangka bila dana desa jadi naik maka gaji Kades akan naik menjadi Rp 8,2 juta melebih gaji Bupati.

" Saya sepakat dengan Kades Penyamun,  lahan ini harus dipelihara, lahan ini bisa untuk pertanian karena saya sudah mencoba di lahan yang berpasir bisa menghasilkan dengan menggunakan pupuk kandang," paparnya.

Menyinggung tentang rencana pengembangan kota Sungailiat kearah dusun Tutut dikatakan Bupati, Pemkab Bangka butuh lahan seluas 350 Ha, agar dapat menggunakan lahan bekas penambangan milik PT Timah Tbk.

Bupati Bangka sampaikan sambutan (dok.Humas Bangka0
Bupati Bangka sampaikan sambutan (dok.Humas Bangka0

Sedangkan Kades Penyamun Agus Sumalson menjelaskan, lahan yang direkamasi PT Timah Tbk di dusun Tutut sudah pernah direklamasi namun diterlantarkan kembali.

Diharapkan untuk reklamasi kali ini, lahan tersebut dapat benar - benar kembali hijau dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menjawab itu Direksi PT Timah Tbk Alwi Albar menjelaskan, bila sudah disetujui Kementerian ESDM terkait lahan Izin Usaha Pertambangan untuk dikembalikan akan segera dikembalikan kepada Pemkab Bangka untuk mengelolaannya.

Penutupan kegiatan penambangan untuk lahan yang dipergunakan PT Timah Tbk akan disetuji Kementerian ESDM, sebelumnya dalam minggu ini akan dinilai terlebihdahulu keberadaan lahan di Bangka, Belitung dan Kundur, bila sudah konfem akan segera dikembalikan ke Pemkab Bangka.

" Termasuk jumah 350 hektar  yang dibutuhkan akan dikembalikan kepada Pemkab Bangka," cetusnya.

Diharapakan Alwi, reklamasi yang dilakukan ini merupakan yang terakhir di dusun Tutut, sehingga dapat dikembalikan kepada Pemkab Bangka dan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta akan terus kita reklamasi terhadap lahan eks tambang Timah yang belum dilakukan reklamasi.

Bupati Bangka Tanam Pohon (dok. Humas Bangka)
Bupati Bangka Tanam Pohon (dok. Humas Bangka)

Sementara itu Wakapolda Kepuluaan Bangka Belitung Kombes (Pol) Tatan Sulystiana mengatakan program reklamasi yang dilakukan Polda Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan PT. Timah Tbk kali ini untuk yang ke lima kali.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan Polda Bangka Belitung dalam upaya penangan pelestarian lingkungan dan percepatan peningkatan perekonomian masyarakat dalam wilayah Bangka Belitung dan termasuk di kabupaten Bangka

" Program Go Green Bhabinkamtimas merupakan program unggulan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung  dengan dasar untuk memberdayakan Bhabinkamtibmas agar lebih dekat dengan masyarakat dan ada karya nyata yang dapat dirasakan masyarakat," katanya.

Menurutnya, Sebagai daerah pertambangan, Bangka Belitung belum optimal dilakukan kegiatan reklamasi pasca penambangan, untuk itu Polda Babel mendorong dilakukan reklamasi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sebelum kegiatan reklamasi lahan bekas penambangan di dusun Tutut, juga diresmikan kegiatan Go Green di Pemali dengan ditandai penanaman pohon, penyerahan bantuan kendaraan bermotor untuk desa Pemali serta penebaran bibit ikan yang bekerjasama antara Polda Kepulauan Bangka Belitung dan perusahaan smelter di lahan bekas penambangan Timah. (Rustian/reles)