HIGHLIGHT

Memahami hakikat Perkembangan Anak Didik serta Memahami Konsep dan Implikasi Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak dalam KBM

26 Oktober 2010 09:48:19 Dibaca :



BAB I


HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK




  1. PENGERTIAN PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN
  2. ANAK SEBAGAI SUATU TOTALITAS
  3. PERKEMBANGAN SEBAGAI PROSES HOLISTIK – BIOLOGIS SOSIAL PSIKOLOGIS
  4. FAKTOR KEMATANGAN DAN PENGALAMAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK
  5. KONTINUITAS VS DISKONTINUITAS PERKEMBANGAN



BAB II


PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN PERSEPTUAL ANAK




  1. FAKTOR HEREDITAS DAN LINGKUNGAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK
  2. PERKEMBANGAN FISIK DAN PERSEPTUAL ANAK SD
  3. IMPLIKASI BAGI KBM



BAB III



DAFTAR PUSTAKA
BAB I

HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK




A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN


Kita tahu bahwa sejak manusia lahir ke dunia tidak dalam keadaan yang stagnan namun terus menerus mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Jika kita amati dengan seksama maka kita akan menyadari banyak hal yang berubah dari diri kita. Kita bertambah tinggi, pemikiran kita lebih dewasa dan sangat jauh berbeda dari kita yang dulu pada saat baru terlahir di dunia. Fakta itulah yang disebutkan bahwa kita telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan, namun (kita belum) apakah perkembangan dan pertumbuhan itu sendiri-sendiri. Pertumbuhan dapat membuat kita berubah secara fisik. Contoh: kita bertambah tinggi, gigi anak mulai tumbuh, tanggal dan berganti dengan gigi yang baru itu merupakan pertumbuhan.


Dalam kata yang lebih ilmiah pertumbuhan dimaksudkan sebagai perubahan dalam aspek jasmani (fisik) seperti berubahnya struktur tulang, tinggi, dan berat badan, proporsi badan, semakin sempurnanya jaringan syaraf, dengan istilah lain pengertian pertumbuhan itu lebih bersifat kuantitatif (dapat diukur) dan terbatas pada pola perubahan fisik yang dialami individu sebagai hasil proses pematangan.


Pertumbuhan dan perkembangan berjalan seiring dan tak terpisahkan. Semisal anak yang tumbuh besar dan sehat akan cenderung bersifat dewasa. Dalam pengertiannya perkembangan dapat diartikan sebagai: pola perubahan individu yang berawal pada masalah konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat. Secara garis besar, peristiwa perkembangan mempunyai atau mengikuti prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut:


(Atmodiwirdjo, 1983; Simandjuntak dan pasaribu, 1979; Syah, 1995; Kartono, 1982; Kasiram, 1983; Saleh dan Soerdjadinata, 1971); Dalam alex Sabur, 2009.


1. Perkembagan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar, namun mecakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, kohern dan berkesinambungan


2. Perkembangan slalu menuju proses diferensiasi dan integrasi.


3. Perkembangan dimulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju yang khusus


4. Setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai.


5. Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sehari-hari


6. Di dalam perkembangan dikenal adanya irama atau naik turunnya proses perkembangan


7. Setiap anak seperti juga organisme lainnya, memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal negatif, seperti rasa sakit, dari rasa tidak aman, kematian dst.


8. Dalam perkembangan terdapat masa peka, yaitu suatu masa dalam perkembangan anak, saat suatu fungsi jasmani ataupun rohani, dapat berkembang dengan cepat jika mendapat latihan yang baik dan kontinue.


9. Perkembangan tiap-tiap anak pada dasarnya tidak hanya mempengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan.


Kesimpulannya pengertian pertumbuha tercakup atau dalam pengertian perkembangan, namun tidak setiap perubahan dalam perkembangan merupakan pertumbuhan.



B. ANAK SEBAGAI SUATU TOTALITAS


Dalam perkembangan anak, anak adalah suatu individu sebagai suatu totalitas yang aspek-aspeknya menyeluruh, aspek-aspek tersebut saling berkaitan erat satu sama lain. Dan anak sangatlah berbeda dengan orang dewasa dalam hal fisik dan keseluruhanya.


Karena manusia merupakan suatu totalitas (kesatuan) ditemui kaitan erat atara perkembangan aspek fisik, motorik, mental, emosi, dan sosial. Semua aspek tersebut harus diperhatikan secara seimbang. Tidak bisa hanya memperhatikan aspek fisik saja atau aapek motorik saja, namun kesemua aspek tersebut harus diperhatikan semua agar lebih optimal. Itulah yang dimaksud anak sebagai suatu totalitas yaitu sebagai suatu individu yang merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dari keseluruhan aspek fisik, fisiologi dan aspek rohani yang terdapat dalam dirinya. Aspek-aspek tersebut terjalin satu dengan yang lainnya. Jadi, antara anak dengan orang dewasa tidak hanya berbeda secara fisik tetapi, secara keseluruhan.



C. PERKEMBANGAN SEBAGAI PROSES HOLISTIK DARI ASPEK BIOLOGIS, KOGNITIF DAN PSIKOSOSIAL


Perkembangan merupakan proses holistik, tapi sudah tahukah apa itu holistik?. Holistik itu arti katanya secara sederhana adalah menyeluruh atau mencakup semua. Yaitu perkembangan yang dialami itu terjadi tidak hanya dalam aspek tertentu, melainka melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin, satu sama lainnya.


Aspek-aspek tersebut yaitu aspek biologis,kognitif dan psikososial.


1. Proses dari aspek biologis yang lebih ke aspek fisik mecakup perubahan dalam tubuh individu. Aspek fisik seperti, pertumbuhan tulang, penambahan tinggi badan, susunan syaraf, keterampilan motorik, gerak-gerak yang terstruktur dan perkembangan seksual.


2. Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan keterampilan berfikir, kemahiran verbal, berbahasa dan cara belajar individu. Aspek ini dalam kehidupan sehari-hari dapat dicontohkan seperti kemampuan memecahkan masalah( problem solving) dalam setiap masalah yang ditemui seperti menghafal kata-kata, menghafal nyanyian, do’a dan membuat puisi.


3. Aspek psikososial melibatkan perubahan pada aspek perubahan, emosi, takut, marah, cinta. Dan individu denga aspek-aspek tersebut berhubung denga orang lain.




D. FAKTOR KEMATANGAN DAN PENGALAMAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK


Sebelum kita mengetahui faktor kematangan dan pengalaman dalam perkembangan anak ada baiknya bila kita mengetahui apa itu kematangan dan apa itu pengalaman. Kematangan (maturation) adalah urutan perubahan yang dialami individu secara teratur yang ditentukan oleh rancangan genetikanya (santrok dan yussens, 1992 : 20). Sedangkan pengalaman (experience) merupakan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. Disini pengalaman dipandang sebagai unsur lingkungan, yakni sebagai pengalaman yang dipeeroleh individu dalam kehidupannya.


Para penganut kaum maturasionist mengakui bahwa faktor kematanganlah yang paling mempengaruhi perkembangan anak, dan lingkungan yang kurang mendukung akan menyebabkan gangguan terhadap proses perkembangan anak. Satu lagi ahli perkembangan yang menjadi penengah aliran kaum yag pendukung kematangan dan pengalaman. Menurut ahli perkembangan, perkembangan anak tidak hanya bergantung pada kematangan namun juga dibutuhkan faktor pengalaman.



E. KONTINUITAS DAN DISKONTINUITAS DALAM PERKEMBANGAN


Dalam suatu perkembangan ada yang menilai bahwa perkembangan merupakan proses yang terus menerus (continuitas) dan proses yang bertahap dan berbeda-beda (discontinue) sedangkan para penganut pahan environment perkembangan adalah proses yang berlangsung secara terus menerus (continue). Dalam proses perkembangan itu terjadi penyayaan penambahan,/pengurangan melalui pengalaman atau interaksi individu dengan lingkungan. Pada paham yang mempercayai bahwa pertumbuhan adalah proses yang terus menerus perkembangan diartikan sebagai perubahan kumulatif yang berlangsung terus menerus dari lahir hingga akhir hayat.


Para ahli kontinuitas meyakini bahwa perkembangan itu terjadi secara halus dan stabil melalui penambahan atau peningkatan bertahap dalam hal kemampuan, ketrampilan, dan pengetahuan baru pada suatu langkah yang relatif sama. Itulah sekelumit tentang teori kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan.


Disisi lain para ahli yang menekankan pada ketidaksinambungan dalam perkembangan menganggap bahwa proses pengembangan individu melibatkan tahapan-tahapan yang berbeda secara kualitas maupun kwantitas. Pada paham ini perubahan terjadi secara tiba-tiba dan masa transisinya relatif tajam dari satu tahap ketahap berikutnya. Para ahli diskontinuitas menyatakan bahwa beberapa aspek perkembagan muncul secara independent dari apa yang muncul sebelumnya dan tidak dapat diprediksi dari perilaku sebelumnya.













BAB II


PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN PERSEPTUAL ANAK




A. FAKTOR HEREDITAS DAN LINGKUNGAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK


Dalam perkembangan dan pertumbuhan anak ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Sebagai keturunan manusia anak memiliki sifat sifat genetik yang merupakan kombinasi kedua orang tuanya.Dan setelah berhubungan dengan masyarakat menjadilah orang/anak yang menginternalisasi nilai-nilai dalam masyarakat. Nah tanpa sadar sudah disinggung kata-kata hereditas yang akan kita pergunakan untuk merujuk ke pembahasan selanjutnya. Begitupula dengan lingkungan yang akan mengiringi faktor hereditas yang telah disebutkan. Untuk itu ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Secara sederhana faktor hereditas merupakan faktor yang muncul pada tiap orang yang didapat (diwarisi) dari orang tua dalam wujud sifat-sifat genetis. Sedangkan lingkungan merupakan alam sosial yang mempengaruhi individu. Faktor hereditas pada perkembangan anak bersifat alami (dari orang tua). Contohnya bakat, prestasi, intelektual, ciri fisik, dll, Sedang pada faktor lingkungan proses perkembangan didasarkan pada lingkungan sebagai alat yang digunakan untuk mengarahkan perkembangan. Jika kita melihat sejarah menurut buku-buku yang menyebutkan adanya pengaruh faktor hereditas dan faktor lingkungan diperdebatkan, namun pada garis besarnya faktor hereditas dicontrol atau diarahkan oleh adanya faktor lingkungan. Disini faktor hereditas tidak selalu menjadi faktor dominan. Namun hanya terbukti pada kasus tertentu saja, namun didukung oleh adanya faktor lingkungan. Peran kedua faktor tersebut berbeda-beda pada tiap contoh kasus yang berbeda pula. Hal tersebut telah disebutkan pada catatan seifert dan Hoffnung (1991) pada perkembangan dan belajar peserta didik, sejak awal tahun 1980an ada kecenderungan para ahli untuk lebih menerima pentingnya pengaruh genetika (hereditas) terhadap perbedaan individu yang terjadi dalam perkembangan. Namun data yang sama dari penelitian-penelitian genetik yang dilakukan mereka, juga memberikan bukti yag mendukudng pentingnya pengaruh lingkungan. Hal ini sebabka karena perilaku-perilaku kompleks yang menjadi kepedulian para peneliti memang dipengaruhi baik oleh faktor keturunan maupun oleh faktor lingkungan.


Dari Uraian-uraian tersebut diatas kita bisa menyusun konsep dan prinsip untuk digeneralisasikan menjadi suatu pemahaman yang memberikan nilai terhadap faktor manakah yang lebih mempengaruhi perkembangan. Apakah faktor hereditas ataukah faktor lingkungan atau keduanya?



B. PERKEMBANGAN FISIK DAN PERSEPTUAL ANAK SD




  1. Perkembangan fisik


Dalam sebab ini akan ditunjukan sebuah fenomena pada perkembangan fisik dan perseptual anak SD, terlebih dahulu kita akan jelaskan apa itu perkembangan fisik dan apa yang dimaksud dengan perkembangan perseptual. Perkembangan fisik adalah perubahan kondisi fisik, fungsi fisiologis dan bentuk morfologis pada anak usia tertentu pada konteks anak SD yaitu pada rentang usia 6-12 tahun.


Anak usia SD berada ditengah-tengah antara anal usia dini dengan remaja. Pertumbuhan anak pada usia Sd cenderung untuk lebih lambat dan stabil jika dibandingkan pada anak usia dini dan anak pada masa pubertas. Anak SD kelas awal, kelas 1,2,3, 4 masih memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Keseimbangan akan terbentuk pada anak SD kelas akhir yaitu pada kelas akhir yaitu kelas 5 dan 6. Proporsi dan bentuk tubuh anak Sd berdasarkan tipologi sheldon (hurlock, 1980) pada PPD. Ada 3 kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD, tiga bentuk primer tubuh tersebut adalah:


a) Endomorph, yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar


b) Mesomorph yamg kelihatan kokoh, kuat, dan lebih kekar


c) Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berbobot.


Kondisi proporsi dan bentuk tubuh anak dapat memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. Kondisi proporsi tubuh yang kurang seimbang dan atau bentuk tubuh yang berkelainan dapat menumbuhkan sikap-sikap negatif berupa lelurangpuasan atau bahkan penolakan terhadap dirinya sendiri yang akan mempengaruhi terganggunyapembanguna konsep diri.




  1. Perkembangan konseptual


Perseptual adalah proses pengenalan lingkungan dengan melalui indra/sistem syaraf yang mencoba mengenalkan anak pada lingkungannya. Menurut buku PPD ada 3 proses perseptual yang perlu dipahami yaitu sensasi, persepsi, dan atensi. Sensasi adalah penerimaan informasi oleh indra penerima. Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Sedangkan atensi adalah mengacu pada selektivitas pada persepsi.


Perseptual persepsion:


a. Visual (penglihatan mata


b. Pendengaran


Pada persepsi visual siswa SD dapat merekam suatu gambaran objek pada ingatan dan memvisualisasikan pada bentuk gambar dll. Persepsi pendengaran: kata/kalimat yang sering didengar yang selanjutnya akan terus teringat dan hafal. Konsepsi Visual itu memberi kemampuan menentukan ukuran, latar benda, gerakan dan letak. Konsepsi pendengar memberi kemampuan mendeteksi sumber suara, dll.



3. IMPLIKASI BAGI KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR


Seperti yang sudah tersurat pada uraian-uraian sebelumnya tentang perkembangan biologis dan perseptual anak semakin menajam pada usia SD. Hal tersebut memberikan dampak/ implikasi pada proses penyelenggaraan pendidikannya. Perkembangan biologis dan perseptual pada anak memiliki hubungan yang erat dengan aspek-aspek perkembangan lainnya, yang bisa berdampaknegatif terhadap aspek perkembangan lainnya. Untuk itu kita sebagai pendidik/ orang tua dirumah harus benar-benar memperhatikan pemeliharaan kesehatan, nutrisi anak, kesehatan, dan membiasakan mereka untuk berperilaku sehat.


Dampak/implikasi perkembangan biologis dan perseptual anak dapat kita lihat pada aspek:


a. Penyelenggaraan pendidikan


Telah diketahui bahwa perkembagan biologis/ fisik dan perseptual anak mengalami puncaknya pada usia SD, perkembangan fisiknya perlu dilatih agar mengalami perkembangan yang optimal. Keadaan tersebut menuntut anak melakukan gerak dan keaktifan oleh karena itu type penyelenggaraan pembelajaran diharapkan memilili karakteristik yang mendukung diantaranya:


1) Program pembelajaran disusun secara fleksibel dan nyaman serta memahami bahwa setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda.


2) Dilakukan dengan cara-cara yang menarik, bervariatif, seperti praktek, permainan yang membuat anak semakin tertarik untuk belajar


3) Pembelajaran menggunakan literasi yang banyak dan bervariasi agar kemampuan perseptual anak dan biologisnya terdukung


b. Penyelenggaraan pendidikan Olahraga


Program olahraga yang teratur sangat dibutuhkan bagi anak SD sehingga tidak cukup jika pembelajaran olahraga hanya dilakukan satu kali dalam seminggu. Jenis olahraga yang dipilih juga disesuaikan denga perkembangan peserta didik.


c. Pemeliharaan (bagi) kesehatan dan nutrisi anak


Kesehatan adalah faktor yang palimg berpengaruh pada perkembangan fisik anak. Apabila seseorang anak sakit maka pertumbuhan fisiknya akan terganggu. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam program pendidikan kesehatan bagi anak SD adalah unsur keteladanan dari pihak pendididik untuk mengarahkan anak agar berperilaku sehat. Dan sebagai orang tua diharapkan memberi asupan makanan yang mengandung gizi secara seimbang. Jika anak kekurangan gizi maka perkembangan fisiknya akan terhambatseperti berupa lambatnya proses pertumbuhan fisik, akan mudah sakit. Kita dapat mewujudkan pemeliharaan kesehatan anak dengan melakukan medical check up rutin, menciptakan lingkungan yang bersih, menyediakan makaan yang sehat, bersih dan bergizi






BAB III


DAFTAR PUSTAKA



Wahab, H. Rochmat, dkk. 1999. Perkembangan Dan Belajar Peserta Didik. Jawa Tengah : Dikti.


Sobur,Alex,2009.Psikologi Umum,Bandung:Pustaka Setia.

Ana Rukhul Hanifah

/ruhuldiuns

diamku bukan karena ku tak mampu, tapi.....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?