Iklan Politik di Kompasiana

27 Juni 2012 04:26:17 Dibaca :

Kompasiana mengindentifikasikan blognya sebagai sebuah social media yang fokus pada tema “sharing” informasi dan “connecting” penulis, pembaca, komentator, dan Admin di Kompasiana.



Informasi yang ingin dibagikan bisa berupa informasi apa saja termasuk informasi politik. Semangat “connecting” juga merupakan dasar pertimbangan dalam pembagian informasi. Connecting ini menciptakan sebuah network bagi setiap individu yang melakukan proses aksi dan reaksi berupa “tulisan”, “dibaca”, “komentar” dan “beri nilai” di Kompasiana.



Hal yang sedang diributkan oleh sebagian Kompasianer adalah tulisan dari tim sukses Hidayat-Didik yang dinilai oleh Kompasianer tidak sesuai dengan prinsip “netral” yang harus diimplementasikan oleh Admin.



Sebagai seorang Kompasianer, saya harus melihat keputusan dan tindakan Admin ini dari berbagai sudut pandang sbb:


1. Apakah tulisan yang bertema kampanye itu sesuai dengan moto “sharing” dan “connecting”?


2. Apakah keputusan Admin untuk menerima iklan politik itu bisa diterima secara logika?


3. Apakah iklan politik tsb memberikan dampak positif atau negatif kepada Kompasiana dan Kompasianer?



Sebuah tulisan biasanya mempunyai muatan opini si penulis atau reportase dari sebuah peristiwa/kegiatan oleh si penulis untuk dibagikan kepada pembaca tulisannya. Tulisan yang dipublikasikan oleh tim sukses Hidayat-Didik ini bisa kita anggap memenuhi persyaratan “sharing” dan “connecting” karena tulisan itu bisa dikategorikan sebagai reportase dari kegiatan kampanye Hidayat-Didik dan tulisan itu dibagikan kepada Kompasianer dengan maksud menjaring network calon pemilih Hidayat-Didik.



Fungsi Admin adalah menyediakan media bagi tulisan-tulisan yang dipublikasikan oleh Kompasianer, mengatur Kompasianer melalui tata tertib, merespon pertanyaan atau keluhan dari Kompasianer, menjaga agar aplikasi yang dipakai oleh Kompasiana lancar sehingga Kompasianer mudah untuk berinteraksi dan mengusung nilai-nilai yang dianut oleh press Indonesia termasuk “netral”. Dari fungsi Admin tsb bisa dilihat bahwa segi bisnis, pelayanan dan prinsip harus seimbang.



Tulisan tim sukses Hidayat-Didik berbau iklan politik yang ditujukan kepada Kompasianer. Apakah Kompasiana sebagai media “sharing” dan “connecting” boleh dipakai sebagai media iklan politik ini? Saya pikir “boleh” saja karena tulisan tsb merupakan reportasi dari kegiatan kampanye Hidayat-Didik. Apakah tulisan tsb diatur oleh Admin? Saya pikir “ya” karena Admin memberikan label “Sponsor content” sehingga Kompasianer bisa mengindetifikasikan tulisan tsb sebagai iklan politik. Apakah tulisan itu mempengaruhi aplikasi yang dipakai Kompasiana? Saya pikir secara tidak langsung “ya” karena fee dari iklan tsb dipakai untuk mengembalikan investasi yang dibuat oleh Kompasiana sehingga kita sebagai Kompasianer bisa menggunakan media ini untuk “sharing” dan “connecting”. Apakah Admin mempraktekan prinsip “netral”? Saya pikir “ya” karena admin hanya memberikan media kepada tulisan tsb dan meletakannya di posisi Headlight. Admin tidak memberikan indikasi sebuah kecenderungan terhadap pasangan tsb.



Apa dampak positif dari iklan tsb buat Kompasiana dan Kompasianer? Untuk Kompasiana ya fee dari iklan sedangkan untuk Kompasianer, kita bisa mengetahui lebih banyak mengenai pasangan Hidayat-Didik ini terlepas apakah kita mau memilih mereka atau tidak.



Apa dampak negatif dari iklan tsb buat Kompasiana dan Kompasianer? Selama jatah Headlight tidak berkurang ya sulit dijelaskan dampak negatif ini.



Mungkin Admin harus membuat tag khusus untuk iklan politik apalagi menjelang PEMILU pasti akan banyak iklan-iklan politik seperti ini.



Dengan justification seperti ini saya bisa menerima keputusan dan tindakan Admin mengenai iklan politik atau kampanye di Kompasiana.

Rosiy Lawati

/rosiy

TERVERIFIKASI (HIJAU)

.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?