Ingin Tulisan di Kompasiana Dibaca Banyak Orang?

03 September 2012 07:08:24 Dibaca :
Ingin Tulisan di Kompasiana Dibaca Banyak Orang?

Kepuasan seorang penulis artikel adalah kalau tulisannya banyak dibaca orang, lebih-lebih kalau ada yang menanggapi.  Batasan banyak relatif, namun untuk kompasiana  angka 500 pembaca atau lebih saya anggap sudah banyak. Saya menjadi anggota kompasiana baru bulan Juli yang lalu. Berdasarkan pengamatan sekilas,  saya mencatat tulisan yang banyak dibaca orang umumnya didominasi oleh tulisan-tulisan yang dimuat di kolom-kolom berikut: 1. Head Line 2. Trending Articles 3. Highlights 4. Index, sesuai rubriknya. Kompasiana adalah citizen journalism dalam format blog, jadi semua artikel yang dikirim dijamin pasti dimuat sepanjang tidak mengandung unsur SARA atau pornografi. Karena tidak ada honor yang diberikan kepada kontributor, maka sebagai bentuk penghargaan Admin atau redaksi akan menyeleksi tulisan-tulisan mana yang layak masuk kolom-kolom diatas.  Lantas apa kriterianya?  Kriterianya kita tidak tahu, namun saya kira standar sesuai dalam penerbitan lainnya, yaitu : aspek jurnalistik, topik yang aktual, analisa masalah, menyampaikan sesuatu yang baru, penggunaan bahasa yang baik dan benar. Pada umumnya tulisan-tulisan yang masuk kolom-kolom diatas sudah memenuhi kriteria diatas. Namun sekali lagi, karena sifatnya sebagai citizen journalism kriteria-kriteria diatas tidak harus diikuti secara ketat. Saya catat tulisan-tulisan sederhana yang bersifat reportase tentang adat dan budaya daerah tertentu atau catatan perjalanan yang dilengkapi dengan gambar-gambar (gallery) yang menarik mempunyai kans untuk masuk dalam kolom headline. Dalam bulan Ramadhan kemarin reportase tentang kebiasaan puasa di negeri orang banyak yang masuk kedalam tulisan terpilih. Pemilihan topik yang sedang “in” juga mempengaruhi apakah tulisan anda akan masuk kolom khusus atau tidak. Banyak pilihannya, asal cermat memilihnya baik topik maupun timing penulisan, bisa masuk tulisan pilihan. Mulai dari Jokowi, Rhoma, Deny, Sampang sampai teror Solo. Pemberian sangat menggoda pembaca untuk melongok tulisan ini, walaupun isinya tidak selalu sesuai dengan judulnya. Rhoma menangis diperiksa Panwaslu, Jokowi diramal kalah, Deny Indrayana disetarakan penjaga mesjid, KPAI tegor SBY, adalah contoh-contoh judul yang hebat-hebat. Setelah dibaca ternyata tidak sehebat judulnya dan tidak ada yang baru. Saya tidak tahu bagaimana mekanisme kerja Admin. Apakah mempunyai semacam dewan redaksi yang menyeleksi semua naskah yang masuk. Atau, hanya 1 atau 2 orang saja yang kebetulan bertugas saat itu. Setiap hari ratusan naskah masuk ke Admin, dan dalam waktu singkat harus segera diterbitkan dan dipilih apaka bisa masuk ke kolom-kolom diatas. Salah pilih bisa saja terjadi. Kriteria  dan selera Admin mungkin tidak sama dengan kriteria pembaca, kita naggap saja sebagai hak prerogfratif Admin. Jadi sangat mungkin terjadi artikel yang biasa-biasa saja masuk pilihan, sebaliknya artikel yang bagus dan ditulis oleh professional writer terlewat begitu saja. Bagi para kompasianer tidak usah terlalu dirisaukan masalah ini. Bagi yang hobinya menulis, terus saja menulis tanpa menghiraukan apakah tulisan anda banyak dibaca orang atau tidak. Saya sendiri senang bisa bergabung dengan kompasiana ini, karena saya bisa belajar menulis tentang apa saja. Menulis di blog pribadi belum tentu dibaca orang, sedang di kompasiana setiap tulisan kans dibaca orang lebih besar walaupun hanya oleh 1 atau 2 orang saja.

Oom Roes

/roesharyanto

Lahir dan besar di Solo, sekolah di FE Undip Semarang dan University of Oregon, AS, bekerja di Bank BRI sampai tahun 2002, sekarang tinggal di Bintaro Jaya, Tangerang. Twitter @roesharyanto FB: Oom Roes
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?