Kotak Suara

Final! Bersiaplah Wahai Warga Jakarta

16 Februari 2017   23:52 Diperbarui: 17 Februari 2017   05:37 68 0 0

Perhelatan Pilkada DKI berlangsung aman dan lancar. 3 kontestan yang berlaga di ajang ini, masing-masing sudah mengetahui raihan suara dari hasil hitung cepat.

AHY-Sylvi, pasangan no.urut 1, mesti angkat koper meninggalkan arena lebih awal. Karena suara yang didulang menempatkannya pada urutan buncit. Posisi ini membuat AHY-Silvi mengambil keputusan tepat dengan mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada pemenang dengan lapang dada.

Kini tinggal 2 kontestan yang akan bertarung di putaran kedua. Ahok-Djarot dengan perolehan suara 42-44% dan Anis-Sandiaga dengan perolehan suara 39-41%. Tidak ada pasangan yang mencapai 50%+1. Sebagai syarat utama melenggang sebagai pemenang satu putaran.

Sudah barang tentu masing-masing kandidat dan tim sukses sibuk meracik strategi dan meramu formasi jitu sebagai senjata ampuh yang akan diterapkan pada final perebutan kursi DKI 1.

Di putaran kedua nanti, 2 tokoh nasional akan kembali bertemu untuk bertarung. Pak Prabowo dan Bu Mega. Rivalitas seperti di Pilpres 2014 akan terulang. Meski di sini keduanya hanya berada di belakang layar.

Lolosnya pasangan no.2 dan no.3 ke putaran kedua, sebenarnya bisa dibilang sebagai kemenangan 2 tokoh ini. Sebab mereka berdua adalah sekondan dari para kandidat.

Gaung putaran final, diajang apapun biasanya memunculkan tensi panas persaingan antar kandidat. Psy war tak mungkin dielakkan. Akan dihembuskan guna mengganggu dan melemahkan kekuatan kubu pesaing. Yang imbasnya tentu akan dirasakan oleh warga Jakarta sebagai pemilih.

Warga Jakarta akan disuguhi pertarungan 2 tokoh ini. 2 kekuatan 'gajah' di pentas politik saat ini.

'Gajah bertarung lawan Gajah, Pelanduk mati di tengah-tengah'. Biarkan mereka bertarung sampai akhirnya salah satu mengaku kalah. Kita saksikan pertarungan mereka. Siapa yang bisa menenangkan juga memenangkan hati warga Jakarta, itulah yang akan kita pilih. Warga Jakarta yang harus diuntungkan.

Jaga diri wahai warga Jakarta, jangan sampai menjadi Pelanduk yang mati di tengah. Ambillah keuntungan dari 2 gajah yang akan bertarung. Siapapun pemenangnya, Jakarta dan warganya harus menjadi yang utama. Yang dipenuhi kesejahteraannya, yang dijamin kesehatannya, yang dilindungi rasa amannya. Seperti janji-janji kampanye mereka.

Tabik