Alasan Saya Menjadi Gigolo

07 Juli 2013 00:16:49 Dibaca :

Sebenarnya pengakuan seperti ini tidak layak untuk dipublikasikan Tapi karena tulisan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang belum mengerti Maka saya paksakan diri untuk membongkar semua rahasia keparat ini Saya menjadi Gigolo pada mulanya hanya iseng. Iseng karena ingin menikmati seks bebas sambil dapat uang melimpah dengan cara senang-senang. Saya tidak membutuhkan modal apa-apa untuk semua ini. Kecuali hanya berpenampilan yang menarik dan berkepribadian yang memikat. Lebih tepatnya menggoda. Tertama untuk para wanita. Tapi harap dicatat, Karena tujuan saya 2, tidak hanya uang, tapi juga kenikmatan, Maka saya bukan seorang Gigolo murahan. Satu kali praktek, rata-rata tarif saya mencapai 10 juta. Hanya dalam waktu paling lama 3 jam. Soal biaya lain lain, saya tidak peduli. Saya hanya mau terima bersih. Dan pelanggan, tidak boleh ngutang. Itu sebabnya hidup saya tanpa beban. Uang melimpah. Kenikmatan selalu kenyang. Nah apalagi alasan saya untuk krasak krusuk untuk belajar? Apalagi untuk beribadah? Soal penyakit karena seks bebas, Itu juga bisa saya atasi dengan mudah. Saya punya dokter spesialis kelamin Itulah yang menyebabkan saya sombong, angkuh, dan tidak mau tahu Karena segalanya saya sudah punya. Yang belum saya punya hanya satu: Mati! Revo Sanjaya .

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?