Zainal
Zainal Dosen

Dosen Universitas Pasifik Morotai Sekertaris bidang sastra budaya ICMI Orda Morotai

Selanjutnya

Tutup

Kalau Bukan Jendral Soedirman, Indonesia Dijajah Kembali oleh Belanda

12 Agustus 2017   18:42 Diperbarui: 12 Agustus 2017   19:49 46 1 0

Membicarakan Jendral soedirman adalah salah satu jendral fenomenal , saking fenomenal dan sakral nya nama itu hampir di setiap kota besar di Indonesia terdapat nama jendral yang satu ini . Sangat wajar sebab andaikan ia tidak memimpin perang gerilya terhadap agresi militer Belanda yang kedua Indonesia akan jatuh kembali ke tangan negeri Jajahan Belanda.

Ketika itu pasukan Belanda kembali ingin menjajah Indonesia dan menerjunkan ratusan ribu prajurit nya disertai artileri canggih seperti pesawat,tank, dan macam macam senjata modern. Padahal saat itu Indonesia sudah memproklamirkan sebagai Negara merdeka. Mereka yakin dengan umur kemerdekaan yang masih premature masih gampang untuk masuk dan menjajah kembali Indonesia.

Pada awal kemerdekaan  TNI belum terbentuk semua nya masih sisa laskar- laskar pasukan pecahan bentukan Jepang saat melawan pasukan sekutu. Nama nama laskar pun di namai sesuka hati dengan nama binatang yang menggambarkan kekuatan seperti harimau, elang, macan dsb.

Bahkan kepangkatan dari masing masing satuan  pun di angkat  seenak jidat, meraeka mengangkat diri mereka sendiri sebagai kapten, colonel,padahal tidak pernah ikut pelatihan militer sesuai aturan. Seorang pasukan TKR bisa mengangkat dirinya sebagai Kolonel karena ia mencuri dan membunuh seorang perwira Belanda yang juga berpangkat kolonel.

Maka saat itu Urip Sumoharjo berniat mengundang masing masing kesatuan dan laskar untuk dilebur bersama menjadi TNI. Dan menunjuk seorang jadi pemimpin mereka semua , untuk itu dibutuhkan seorang Panglima TNI.

Soedirman memulai karir nya sebagai Panglima ABRI di usia yang cukup belia yakni 29 Tahun.  Pada saat pemilihan ia bersaing ketat dengan seniornya Urip Soemuharjo. Yang pada saat itu berusia 52 tahun. Ia dipilih melalui pemilihan yang berlangsung ketat. Dan perbedaan tipis saat itu hanya berkisar 2 suara saja.

Situasi  tanah air yang semakin genting membuat ia harus segera bersiap menghadapi Belanda , walaupun saat itu pak Dirman sedang sakit yakni menderita TBC.  " Maaf mengganggu pak Dirman situasi memang sedang genting, Tapi kesehatan pak Dirman juga penting, sebaiknya pak Dirman Pak Dirman beristirahat di kamar.

Bagaimana bisa istirahat sementara di luar pesawat Belanda meraung --meraung di angkasa Yogya?

Di saat sakit yang makin parah ia malah memikirkan nasib bangsa. Sebab saat itu kedua pemimpin bangsa Soekarno dan Hatta telah di tahan pihak Belanda. Makanya ia harus bergelirya untuk melawan Belanda tidak secara frontal sebab pasti akan kalah. Disisi lain membuatnya orang paling dicari saat Belanda masuk dan datang ke Indonesia.

Strategi gerilya ini sukses dilakukan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman, ia memimpin gerilya ini dengan tandu bersejarah sekarang.  Sering ia katakana kepada para prajuritnya. Anak anakku sekalian , Belanda boleh unggul dalam peralatan militer  ,tapi mereka tak bisa mematahkan semangat kita. Semangat adalah modal utama dalam perang gerilya yang panjang dan melelahkan . Peliharalah semangat kalian demi mempertahankan kedaulatan Negara kita.

Dalam perang gerilya Sudirman tak lupa untuk senantiasa shalat dan berdoa , dalam perang gerilya ia pun senantiasa mengingatkan pasukannya untuk melaksanakan shalat dhuha  dan shalat wajib karena merupakan salah satu kebiasaan kanjeng Nabi. Walaupun kondisi dan situasi apapun tetap ia laksanakan.