Penyembuhan Kanker Hati Secara Medis dan Alternatif

15 Juni 2012 22:21:33 Dibaca :

Kanker hati menempati urutan kelima dari berbagai jenis kanker yang banyak diderita oleh manusia. Kanker hati ini bisa disebabkan oleh lingkungan yang bersifat kasrinogen atau bawaan secara genetik. Kanker hati, apalagi yang telah mencapai stadium lanjut (3 dan 4) sangat berbahaya, bahkan bersifat mematikan. Namun, dunia medis terus mencari pengobatan kanker hati yang bisa menyelamatkan pasien. Saat ini pun telah dikenal berbagai jenis pengobatan kanker hati yang biasa diterapkan pada pasien. Tentu saja penerapan jenis pengobatan ini akan berbeda dari pasien satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kondisi kanker hati yang diderita. Penerapan jenis pengobatan pada pasien berdasarkan pertimbangan ukuran tumor beserta tempat tumbuhnya, stadium kanker, kondisi pasien, dan usia kanker. Seperti yang telah diketahui bahwa stadium kanker meliputi stadium 1, stadium 2, stadium 3, dan stadium 4. kanker hati pada stadium satu masih bersifat lokal, ukurannya kurang dari atau sama dengan 2 cm, dan bisa dioperasi. Pada stadium 2, kanker berada pada lebih dari satu lokasi, tetapi masih bisa dioperasi. Sedangkan pada stadium 3 dan 4 hampir sudah tidak mungkin dilakukan operasi. Pada stadium 3 kanker sudah mencapai lebih dari 2 cm dan telah menyebar ke getah bening. kanker yang telah mencapai stadium 4 telah menyebar dan tumbuh makin ke dalam. Adapun penyembuhan kanker hati bisa dilakukan secara medis maupun dengan pengobatan alternatif. Jenis pengobatan kanker secara medis meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan target terapi. Sedangkan pengobatan secara alternatif dapat menggunakan berbagai jenis tanaman obat maupun teknik alternatif lainnya.


Pembedahan merupakan metode penyembuhan kanker hati yang memiliki tinkat keberhasilan tinggi, terutama pada pasien kanker stadium awal atau yang ukuran kankernya masih kurang dari 5 cm. Pembedahan dapat dilakukan melalui hepatektomi dan transplantasi hati. Hepatektomi juga bisa dilakukan secar parsial atau total. Hepatektomi parsial dilakukan dengan cara mengangkat tumornya saja. Hepatektomi total dilakukan dengan cara mengangkat seluruh bagian hati, yang kemudian dilanjutkan dengan pencangkokan hati atau transplantasi hati. Transplantasi hati atau pencangkokan hati merupakan pembedahan yang meliputi dua tahap, dan melibatkan dua orang pasien yaitu pendonor dan penerima transplantasi hati. Tahap pertama dari pembedahan transplantasi hati aalah dengan mengambil organ hati dari pendonor (organ dalam keadaan mati otak). Tahap kedua, organ yang telah diambil tadi dicangkokkan ke dalam tubuh penerima donor. Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat transplantasi adalah infeksim pendarahan, penolakan organ dari tubuh si penerima donor, dan pembekuan


pembuluh darah utama. Radioterapi bekerja dengan cara menghancurkan sel-sel kanker dengan menggunakan partikel sinar X. Radioterpi ini dapat dilakukan dengan cara radiasi eksternal, yang menggunakan akselerator eksternal dan radiasi internal, yang menggunakan kawat atau jarum berpartikel radioaktif untuk dimasukkan dalam sel kanker. Bisa juga dilakukan radioantibodi, yaitu menggunakan antibodi buatan yang mengandung radioaktif. Efek samping radioterapi antara lain menyebabkan iritasi, kelelahan kronis, mudah terinfeksi, dan nafsu makan yang menurun. Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan pembunuh sel kanker, baik melalui pil, infus, maupun suntikan. Efek samping kemoterapi meliputi nafsu makan menurun, kelelahan, kerontokan rambut, mudah berdarah, sariawan dan gusi berdarah, mual dan muntah.


Langkah penyembuhan kanker hati juga bisa dilakukan secara alternatif. Pengobatan alternatif yang banyak digunakan adalah dengan menggunakan berbagai jenis tumbuhan obat atau yang disebut dengan pengobatan herbal. Jenis tanaman obat juga sangat bervariasi dan bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu tanaman obat yang telah banyak digunakan dalam pengobatan kanker adalah tanaman sarang semut yang banyak ditemukan di Papua. Tumbuhan ini banyak mengandung antioksidan tokoferol yang mencapai 313 ppm. Sarang semut juga memiliki aktivitas antipoliferasi yang sangat kuat. Dengan sifat tersebut, tumbuhan ini aktif menghambat penyebaran sel-sel kanker. Cara pemakainnya juga sangat sederhana, yaitu dengan merebusnya hingga mendidih kemudian air hasil rebusan disaring dan diminum. Namun, sudah banyak produsen obat herbal yang mengekstrasikan tumbuhan obat ini kemudian mengemasnya dalam bentuk kapsul. Dengan jenis obat herbal ini memudahkanpasien dalam berupaya mengobati penyakit yang dideritanya. Penggunaan obat herbal ini sebagai salah satu alternatif cara penyembuhan kanker hati terbukti mampu memberikan kemajuan bagi kesehatan pasien kanker hati. Bahkan, pengobatan medis pun dapat disertai dengan penggunaan obat alternatif untuk mendukung lebih cepat dan tuntasnya proses penyembuhan kanker.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?