Wajah Menjadi Kurang Menarik Gara-gara Bell's Palsy

01 Juni 2012 11:24:14 Dibaca :
Wajah Menjadi Kurang Menarik Gara-gara Bell's Palsy

nursingcomments.com

Wajah menjadi aneh dan kurang menarik dengan tiba-tiba  tentunya sangat tidak menyenangkan apalagi bagi kaum wanita tentu hal ini akan menjadi sebuah mimpi buruk. Pernah hal ini terjadi pada suamiku, aku seperti melihat sesuatu yang salah pada wajahnya. Pertama yang kulihat adalah matanya,  matanya selalu berair. Ketika kutanyakan, dia bilang matanya terkena debu, tapi anehnya tak kunjung sembuh meski telah diberikan obat tetes mata. Lalu aku mulai tersadar bahwa tidak hanya bagian mata saja yang berubah, ternyata bibirnyapun agak sedikit mencong, akan terlihat jelas kalau dia tertawa. Dalam hati aku berpikir, jangan-jangan suamiku ini terkena stroke ringan. Setelah aku suruh suamiku bercermin untuk memperhatikan wajahnya, barulah dia tersadar kalau  wajahnya mengalami gangguan syaraf. Pantas saja katanya dia sulit sekali mengunyah makanan atau meniup makanan, minumpun agak sedikit kesulitan. Merasa terkejut karena dia merasa tidak ada darah tinggi dalam riwayat penyakitnya. Keesokan harinya dia segera menemui dokter umum, dan benar saja dokter bilang syaraf pada wajahnya mengalami gangguan. Dokter bilang penyakit ini bukan stroke seperti yang biasa dialami para penderita darah tinggi, penyakit ini bernama Bell's Palsy, nama yang keren bukan? hehehe. Ternyata penyakit ini memang sering dialami banyak pasien akhir-akhir ini, khususnya pengendara motor. Penyebab salah satunya adalah angin. Bell's palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell's Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat2an jenis steroid dapat mengurangi pembengkakan. Selain itu harus melakukan fisiotherapy baik dilakukan sendiri atau oleh ahlinya di rumah sakit. Kata Bell's Palsy diambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama yang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah. Penyakit yang disebut Bell's Palsy ini menyerang dengan tidak pandang bulu, tua, muda, pria, wanita, bahkan anak-anakpun bisa kena penyakit ini.  Tapi, jangan khawatir penyakit ini bisa disembuhkan, asal ada kemauan dan rajin melakukan theraphy sendiri di rumah, disamping fisiotheraphy oleh ahlinya pula. Jadi untuk theraphynya wajah harus sering-sering mendapatkan kehangatan alias harus sering dikompres air hangat, dan pijatan-pijatan ringan. Bell's palsy terjadi secara tiba-tiba. Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah, penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah. Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir. Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada Beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah adalah normal. Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena. Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata atau rasa di lidah. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Bell's palsy selalu mengenai satu sisi wajah; kelemahannya terjadi tiba - tiba dan dapat melibatkan baik bagian atas atau bagian bawah wajah. Saran saya, untuk mencegah terserangnya penyakit ini,  harap menghindari terlalu banyak menggunakan kipas angin atau AC, atau untuk pengendara motor selalu melindungi tubuh dan wajahnya dari terpaan angin. Tidak ada pemeriksaan khusus untuk Bell's palsy. Jadi, ketika kita mengalami hal ini, jangan langsung panik karena penyakit ini tidak terlalu  membahayakan dan bisa disembuhkan. Dan Alhamdulillah, setelah suamiku mendapatkan therapy sebanyak 10 kali, wajahnya kembali normal dan tidak aneh lagi. sumber: http://indonesiaindonesia.com/f/13804-bell%92s-palsy-dianggap-serangan-stroke/ @Qillahealth01062012

Dian Salafy

/qilla99

mencintai dengan sederhana...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?