Menariknya Kasus LHI

09 Mei 2013 00:25:02 Diperbarui: 24 Juni 2015 13:52:58 Dibaca : Komentar : Nilai :

Melihat kasusLHI

Dalam perkembangan kasus LHI, orang pasti tahu sekarangLHI bukanĀ  tersangka kasus impor daging saja tetapi juga tersangkaTPPU ataupencucian uang,,,


untuk kasus korupsi menurutpengamatan sayaKPKmasih mencaribuktiyang kuat,,dahulu KPKmenangkapLHIkarena menemukanada2alatbuktiyang cukup (perkiraan saya2 buktiyang cukup itu, pertama pengakuan AFtentangpenyuapan1Mdan itubelumsampaike tanganLHi, sertasatulagi bukti rekaman percakapan).


Akan tetapi AS(pimpinanKPK) sudah membantah bahwa tidak adarekaman percakapan antaraLHIdan MENTANterkaitkuotaimpor.so KPK harus caribuktilain...


Logika sederhana tentang pencucian uang


Dalam sebuah perjalananmisalkandaribandungkejakarta


Lhi disangkakan sudah berada di jakarta, padahal dia masih di Bandung, dijakarta diasudahbeli inibeli itu, ditambahkan lagi LHI di Jakartasudah bermain2 dengan wanita2 temen AF (opinipublik),


Contoh kasusTPPU oleh DS, logikanya dia sudah pernah melakukan perjalan Bandung- Jakarta pada tahun 2011,,diangakunya naik pesawat, padahal naik kereta ekonomi,,dan sisa uang jajan dia belikanrumah, Pom bensin dll.kasus ini ketahuan di tahun 2012. Artinya uang nya sudah berada di tangan DS..dan dia kena tersangka TPPU,wajar,,


Kembali ke kasus LHI, disini dia belum pernah melakukan perjalanan ke Jakarta tetapisudahdisangkakan berada disana, sedangkan uang bensin masih ditangan orang lain.


Artinya KPKharus membuktikan dahulu bahwa LHI pernah melakukan perjalanan dari bandung kejakarta..kalau disangkakan sudah berada di jakarta, maka KPK harusmembuktikanperjalananyasebelumketangkapKPK,


Yang jadi pertanyaan dalam diri saya ,pencucian uang yang dilakukan LHI itu, uang dari mana?uangnyaajabelum diterimasama LHI,,berarti KPKharusmembuktikan bahwa antara tahun 2011-2012 LHI pernah melakukan perjalan ke jakarta dan mendapat uang saku serta uangnya untuk beli mobil.(yang mau disita)

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article