Dua Kekuatan Penghancur Sepakbola Indonesia bagai "Telor dan Ayam"

01 Maret 2012 13:29:00 Dibaca :

Menarik sekali bila kita mengikuti hari demi hari tentang tentang apa yang terjadi di Sepakbola Indonesia ini. Perkembangan terbaru dan sangat menyakitkan adalah kekalahan Timnas kita dari Bahrain dengan skor mencolok 10-0. Sebagai pecinta sepakbola yang haus akan prestasi kita pastinya mengharapkan semua pihak untuk bersatu menuju satu titik yaitu "prestasi". Kita semua tentu berharap sepakbola Indonesia ini bisa berkembang sebagaimana mestinya tanpa ada intrik politik di dalamnya. Menarik sekali bila kita mengamati adanya intrik politik didalam sepakbola kita ini karena ada dua kekuatan besar yang sekarang sedang bertarung di Sepakbola kita ini. Tentang mana yang benar dan mana yang salah tentu inilah yang paling menarik buat di diskusikan. Kalau kita melihat komentar-komentar para suporter fanatik Klub ISL (Indonesia Super League) sebagai Liga yang diharamkan oleh PSSI pasti mereka akan menyalahkan dan menghujat PSSI karena tidak mampu mengurus sepakbola Indonesia dengan baik dan membuat perpecahan disana sini. Begitu juga bila kita membaca komentar-komentar para suporter fanatik Klub IPL dan para pendukung PSSI mereka pasti akan membela apa yang yang dilakukan PSSI sudah benar dan justru apa yang dilakukan Klub-Klub ISL yang memilih berkompetisi diluar Federasi itu merupakan kesalahan besar. Hemmmm, kalau sudah begini siapa kira-kira yang benar dan siapa kira-kira yang salah? Masalahnya kedua kubu yang sekarang ini bertarung sudah mengeluarkan anggaran yang sama-sama besar untuk melakukan perjuangan mereka. Dan kira-kira siapa diantara dua kubu ini yang mau mengalah? Mungkin pertanyaan tentang ini sama dengan sebuah pertanyaan yang sampai saat ini juga masih belum menemukan jawaban yang pasti, yaitu : "Duluan mana antara telor dengan ayam?".  Kalau kedua belah pihak masih terus bertarung pasti kita semua sebagai pecinta sepakbola indonesia akan terus bersedih dan kehancuran sepakbola kita akan terus terjadi. Jadi menurut saya kita tidak usah terus terjerumus mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, mulailah kita semua untuk berfikir bahwa kita semua "SALAH"..

SALAM SEPAKBOLA INDONESIA

Arif Wicaksana

/putrapacitan

Pekerja swasta, tinggal di daerah Kota Yogyakarta, lagi belajar untuk menulis yang benar...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?