Ripana Puntarasa
www.kompasiana.com/puntarasa

aktif dalam kerja perkuatan keberdayaan masyarakat dan jejaring kerja peneguhan kedaulatan rakyat. bersastra sebagai bagian ekspresi hidup sehari-hari.
Kompasianer sejak:
19 May 2012
Tulisan : 35 artikel
Komentar : 11 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Kepada Sahabat (Yang Dalam Kearifannya telah Mengirim Salam dan Pamitan)

Sedulur kinasih, Ada kisah santai yang sampeyan tuturkan tentang suara nyanyian burung-burung menyapa pagi dari sisa-sia pepohonan Jakarta. Satu-dua mereka hadir selintas dan menari-nari pada cabang ...

FIKSI | 15 March 2013 23:50

36   0   dibaca 1 inspiratif

Puisi

Nyanyian Ular Sawah

ketika kepala dijepit sekujur badan dipelirit sampai ke ujung ekor peras cairan tubuh tuntas meminyak lemas tak berdaya melingkar lipat sekujur badan susah diajak kerja ngelumpruk pada sela bebatu cadas ...

FIKSI | 21 February 2013 17:19

56   0   dibaca Nihil

Puisi

Merindu Ragam Saji Pertiwi

Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Di sepanjang tepian jalan-jalan kota Terpampang saji Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Di sepanjang tepian jalan-jalan desa Terpampang saji Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Di sudut-sudut perempatan, pertigaan dan segenap persimpangan Terpampang saji Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Panas-pedas-goreng-bakar Di pandang anak-anak, remaja, para muda, dewasa dan ...

FIKSI | 21 February 2013 01:08

87   0   dibaca Nihil

Drama

“Ampak-ampak Manuk Emprit”

(Talu) “Caraka : Ampak-Ampak Manuk Emprit” Ampak-ampak manuk emprit sinangga bregada walang sungsang Sulung tan kengguh geni, ngundang bangkong lelumban udan Si kodhok kelakon nguntal rembulan, srengenge lan lintang Angin ...

REP | 11 February 2013 19:47

81   0   dibaca Nihil

Puisi

Asmaradaya (2)

Seumpama air mengalir dari mata-air di puncak gunung Melenggang arusnya menarikan gemericik Membuncahkan indah buih-buih sejuk Bertimpa usapan angin Segar menyusur sungai menyelimuti lorong lembah dan hamparan ngarai Adakalanya melejit ...

FIKSI | 11 February 2013 10:43

54   0   dibaca Nihil

Puisi

“Nyanyi Sri Krishna di Ujung Yodhawa”

Ketika langit tak menampakkan cercah Matahari, rembulan dan bintang-gemintang Sedang angin berhenti meniup, sebab waktu yang berjalan Tanpa detak Tanpa gerak Tanpa terang Tanpa gelap Abu-abu juga tidak Tanpa warna Tanpa ucap Tanpa kata-kata Tanpa diam Beku ...

FIKSI | 8 February 2013 23:21

56   0   dibaca Nihil

Puisi

Rahwana

Aku: RAHWANA Darahku mengalir dari selesah belantara Meresap pada kedalaman Bumi Lengka Bumi belah Jagad Selatan Merayap di setiap sela semak-belukar Seluas rupa muka tanah hitam Merambat dari setiap akar menaik ...

FIKSI | 8 February 2013 22:46

62   0   dibaca Nihil

Puisi

Dendang Nyanyi Suwari

berselimut kabut bergaun kehangatan berselempang semilir angin bermandi cahaya siang yang tengah beranjak melenggang tebar wangi mengalir gelisah merekah gulana bersimpang gundah bertampuk tempias kerlip segar menyemu bercahaya tanpa sangka resah sebagai ...

FIKSI | 8 February 2013 14:40

39   0   dibaca Nihil

Cermin

Ibuku Bilang, Jangan Korupsi

Tembang Jawa yang setiap saat selalu didendangkan ibu pada kecilku. Masih sangat kuingat dan terngiang. “Dak petik-petik kembang melati. Dak sebar-sebar ing tengah ratri. Kuwi apa ...

OPINI | 16 January 2013 10:55

98   0   dibaca Nihil

Edukasi

Adab Pendidikan Berperikemanusiaan: Sodoran Pemikiran

Memaknai Pendidikan Hakikat pendidikan adalah membuka ruang seluas-luasnya bagi terciptanya harkat kemanusiaan yang cerdas, bermartabat dan beradab. Pendidikan demikian bukan merupakan sistem yang dikemas secara kurikuler ...

OPINI | 18 June 2012 02:31

155   0   dibaca Nihil
1 2 3 4 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: