HIGHLIGHT

Cara Anak Fakultas Kedokteran Kantong 'Pas-pasan' Cari Uang Sambil Kuliah

29 Mei 2012 05:31:55 Dibaca :

Kuliah di Fakultas Kedokteran harus orang kaya? Belum tentu. Bila si anak pintar dan orang tuanya mampu menabung sekedar uang masuk yang masih sekitar 20-30 an juta serta uang semesteran yang tidak lebih 5 juta, keluarga kelas menengah pun masih bisa mengikutinya.


Ini terutama di Fakultas Kedokteran negeri yang masih merakyat dan fasilitas kuliah masih dibuat realistis, atau FK swasta yang juga 'ngirit' dalam membuat anggaran belanja. FK negeri belum tentu juga murah, kalau dekan dan jajarannya lebih berorientasi ke pelaksanaan kuliah yang 'wah', maka dipastikan lebih mahal dari fakultas kedokteran swasta yang 'ndeso'. FK-FK mana yang masih 'ndeso', boleh tanya ke inbox saya.


Nah, anak kedokteran yang uang sakunya pas-pasan memiliki peluang mencari uang dari komunitasnya sendiri, terutama dari teman-teman baik seangkatan, senior, junior yang kebetulan lebih banyak uang atau lebih lebih malas mengerjakan tugas.


Pekerjaan-pekerjaan ini sifatnya bukan kerja rutin, tetapi sifatnya yang 'proyek-proyekan', karena anak kedokteran tidak mungkin terikat dalam sebuah pekerjaan biasa dengan gaji bulanan yang akan menyita waktu belajarnya sampai 8 jam sehari.


Pekerjaan-pekerjaan sambilan itu antara lain:


1. Mengkoordinir foto copy diktat-diktat kuliah dan soal-soal dari dosen pengajar. Ini pekerjaan yang paling mudah tetapi untungnya lumayan. Misalnya satu diktat ambil untung 5 ribu saja dan yang memesan ada 100 orang, maka dapat dipastikan keuntungannya 500 ribu. Dalam seminggu mungkin saja ada 20-an bahan pelajaran yang harus difoto copy, maka jangan heran kalau ada anak kedokteran yang bertengkar atau berkelahi memperebutkan proyek foto copy ini.


2. Mencetak atau mengedarkan textbook bajakan. Siapapun tahu buku resmi anak kedokteran mahalnya minta ampun. Para mahasiswa kreatif yang salah sering meminjam satu buku resmi lalu difotocopy, halaman berwarna juga dicopy berwarna, selanjutnya sampul diberi hard cover sebagai mana aslinya. Harganya? Jauh...Banget. Tak sampai seperempat buku asli. Ini kalau ketahuan pasti bisa kena, tetapi karena yang beli dan yang jual sama-sama untung ya biasanya tak terjamah, yang beli buku kedokteran kan juga terbatas.


3. Menerjemahkan bahan-bahan untuk ujian atau untuk jurnal ilmiah. Siapapun tahu tidak semua anak FK itu pintar bahasa Inggris. Bahkan anak FK kaya yang jalur khusus dan jalur titipan (yang diterima di FK negeri karena uang sumbangan bapaknya tak dapat ditolak lagi) terkadang sebenarnya kuliah dimanapun otaknya 'lemot', tetapi terobsesi jadi dokter. Nah, mereka-mereka ini rela membayar 20 ribu sampai 50 ribu per halaman bahasa Inggris untuk diterjemahkan oleh anak-anak FK pintar yang kebetulan ekonominya 'pas-pasan'.


4. Membuatkan tulisan ilmiah /tugas kedokteran. Tidak semua anak FK punya kemampuan menulis yang baik. Bahkan banyak yang pintar di akademik, tetapi saat membuat tulisan laporan kasus, studi pustaka, apalagi laporan penelitian mereka kelabakan. Nah, mereka ini memerlukan teman yang mampu menyusun tulisan dengan baik dengan kerangka yang benar, kalau tidak mereka dapat terhambat lulus karena tak menyelesaikan tugas tulisan. Apakah ini jurnal palsu? Sebenarnya tidak.


Si mahasiswa yang dibantu tetap membuat konsep dan ide-idenya serta buku-buku yang mendukung tulisan. Si mahasiswa yang membantu menyusun sesuai itu semua. Setelah terbentuk draft, si mahasiswa yang berkepentingan juga yang harus menghadap ke dokter pembimbing untuk minta koreksi. Jadi mahasiswa yang disewa ini sebenarnya hanya membantu saja supaya tugas-tugas si penyewa cepat selesai. Tergantung dari beratnya nilai tulisan, 'upah' membuatkan tulisan ini bisa berkisar dari 500 ribu sampai 5 juta rupiah.


5. Jadi 'joki'. Ini bukan rahasia umum lagi, mahasiswa yang pandai disuruh duduk di depan dan teman-temannya duduk di belakang. Namun ada yang melakukannya demi uang, dia dibayar sesuai kesepakatan untuk membantu yang dibayar. Berdasarkan bisik-bisik dari mahasiswa FK di berbagai universitas yang saya tanyain, ini tarifnya sesuai hubungan pertemanan, kalau teman dekat paling-paling upahnya ditraktir makan atau nonton tetapi kalau orang yang tak terlalu dekat upahnya bisa 200-500 ribu.


6. Gantiin jaga malam. Ini mungkin yang membedakan dengan mahasiswa lain. Ada program magang yang namanya 'koas' di FK. Nah, terkadang mereka yang malas tapi banyak uang, meminta temannya yang pintar untuk menggantikan jaga malam di ruangan. Mungkin saja si mahasiswa yang membayar ini 'kepepet' mengerjakan tugas atau mau belajar untuk ujian dengan suasana nyaman, sementara si mahasiswa pintar dapat belajar di mana saja, walaupun pasien banyak. Bisik-bisiknya sih sekali jaga ini bisa dibayar 100-200 an ribu, tergantung nego.


Sebagian besar mahasiswa pintar berkantong 'pas-pasan' ini jika lulus tetap pintar mencari uang dengan membuka klinik, rumah sakit atau alat-alat kesehatan dan jarang yang hanya mau mengandalkan gaji jadi PNS.


Sementara mahasiswa-mahasiswa kaya yang terbiasa terbantu oleh mereka biasanya akan tetap malas bikin tulisan dan belajar, sehingga akan selalu membayar mahal untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.


Jadi, jangan takut kuliah di fakultas kedokteran dengan dana pas-pasan. Kalau anda pintar di pelajaran akademik dan dunia tulis-menulis, serta kreatif, mungkin saja sudah kaya duluan saat jadi mahasiswa, karena banyak mahasiswa lain yang akan menjadi 'pangsa pasar' anda.

Posma Siahaan

/posmasiahaan

TERVERIFIKASI (BIRU)

Bapak Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?