Perkembangan Sastra Inggris

26 April 2012 11:29:00 Dibaca :

BeoWolf

Friday, 16. November 2007, 07:56

Suatu hari kerajaan yang dipimpin oleh Hrotghar mengadakan pesta meriah, yang diiringi nyanyian dan minuman. Pesta yang begitu meriah hingga terdengar jauh dari kota itu, yang membuat grandel merasa telinganya sakit, dia marah, lalu dia menyerang kota itu. Grandel monster yang sungguh menakutkan, wajahnya tak beraturan, dengan mata lebar, telinga tak seimbang, bentuknya setengah lingkaran, warna merah darah dan menonjol keluar. Tubuhnya tinggi, badan kurus daging dan tulang yang tanpa lapisan kulit ditubuhnya, agak bungkuk, jari-jari dan kukunya panjang-panjang, giginya besar2, dan setiap kali marah selalu keluar air liur layaknya nanah. Huah……. begitu lebar begitu menyeramkan melihat gigi dan air liurnya, kalo dia berteriak. Brak... bruk.... Pertempuran yang sangat sengit, yang menewaskan banyak penduduk kota itu. Raja Hrotghar yang dalam pestanya hanya menggunakan sehelai kain putih tanpa jahitan tampil dalam pertempuran, dia membuka kainnya, menghunuskan pedangnya lalu menantang bertempur, ternyata Grandel tidak mau membantainya, dia pergi begitu saja.

Sejak persitiwa itu sang Raja membuat kebijakan untuk tidak berisik, dan bernyanyi, dan tentu saja tidak akan menempati gedung kematian, gedung yang dipakai untuk berpesta setiap kali mendapat kemenangan. Selain itu raja Hrotghar juga menyebarkan sayembara bagi siapa saja yang mampu membunuh monster itu, akan mendapatkan separuh dari emas yang dimilikinya.Iya, raja hrotghar ini sangat berkuasa, wlayahnya luas dan sangat kaya, dia banyak menyimpan emas hasil rampasan. Beowolf seorang pelaut yang tampan, gagah perkasa, dan tentu saja sudah berpengalaman dalam melakukan pembantaian terhadap monster-monster yang pernah ditemuinya, dia datang dari pulau seberang, dia tidak mau menyia-nyiakan sayembara itu, dia datang dengan 14 awak kapal yang dipimpinnya. Sampailah ia di kerjaan Hrotghar, dia mendapatkan penjelasan dari Raja Hrotghar, bahwa selama ini para pengikut sayembara tidak ada yang selamat dari amukan Grandel. Tapi ternyata Beowulf tak gentar, dia tetap pada pendiriannya. Raja Hrotghar mencabut kebijakan yang semula ia buat, dia kemduian mengadakan pesta lagi yang diiringi nyanyian yang sangat riuh, hingga mampu membuat telinga grandel merah menyala, tanpa mendengar sesuatu yang berisik sekalipun, telinga Grandel tetap merah, mungkin inilah yang penyebab timbulnya peribahsa “telinga merah” yang berarti kalo kita mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan dan membuat kita marah, atau gambaran monster itu yang terispirasi dari peribahasa ini, jadi bingung, :garuk-garuk kepala: lalu :ngacir:. Dengan marahnya Grandel, maka pertempuran pun tak terelakkan lagi, korbanpun berjatuhan, termasuk anak buah Beowulf. Beowulf yang tanpa menggunakan sehelai kainpun, dengan alasan kalo monster itu melakukan penyerangan tanpa senjata apapun, maka sebagai seorang laki-laki sejati juga harus menyerang tanpa senjata apapun, Beowulf lalu melakukan penyerangan balik terhadap monster itu, pertempuran yang sangat sengit, yang memberikan efek suara begitu menggetarkan dan gambar yang begitu tajam. Fuh… benar-benar fantastic. Akhirnya Grandel kehilangan tangan kirinya, lalu dia lari menemui ibunya. Kemudian dia mati di pangkuan ibunya. Sesaat setelah kemenangan ada di tangan Beowulf, kerajaan Hrotghar mengdakan pesta yang begitu meriah dengan berbagai nyanyian dan minuman yang memabukkan. Di sisi lain ibu Grandel meratap sedih, karena itulah di saat semua penduduk yang ikut pesta di gedung kematian lelap tertidur, dia melakukan penyerangan, tak satupun yang lolos dari cengkaramannya, semua mati, hanya Beowulf saja yang masih hidup, yang kebetulan dia juga tidur di gedung itu. Pagi harinya salah seorang perempuan penduduk kota itu menjerit ketakutan, karena semua penghuni gedung Kematian telah mati tergantung. Serta merta Beowulf yang semula pagi itu akan pulang ke tanah kelahirannya, mengurungkan niatnya. Raja Hrotghar membuat kebijakan kembali, dia akan menyerahkan kerajaan, kekayaan dan juga Ratu yang sangat cantik yang pandai bernyanyi dengan suaraya yang begitu merdu bagi Beowulf kalo dia bisa mengalahkan ibu Grandel. Dengan tanduk naga diberikan raja Hrotghar dan pedang leluhur salah satu pengawal yang ia terima atas kemenangan mengalahkan Grandel, dia pergi menemui ibu Grandel. Masuklah ia dalam gua, tiba-tiba muncullah sosok monster cantik yang diperankan Angelina Jolie, dialah ibu Grandel. Kemudian dia merayu dan memberikan janji-janji manisnya pada Beowulf, karena Beowolf sudah membunuh anaknya, maka diapun meminta pada Beowulf untuk diberikan keturunan. Seperti Raja Hrotghar, diapun lemah, dan mengabulkan permintaan si monster cantik itu. Ternyata Grandel adalah anak dari Raja Hrotghar dan monster cantik itu, makanya pada saat penyerangan ke kerajaan Hrotghar, Grandel tidak mau menyerang ayahnya. Setelah Beowolf menyerahkan tanduk naga sebagai perjanjian, bahwa si monster cantik tidak akan melakukan penyerangan ke kerajaan Hrotghar, Beowulf pun pergi tanpa mampu membunuh monster cantik itu. Sesampainya di kota dia ceritakan cerita bohong pada semua penduduk, penduduk bersuka cita dan kemudian berpesta. Sebagai Raja yang bijak Raja Hrotghar meminta Beowulf untuk menemuinya dan berbicara empat mata, Raja Hrotghar tidak percaya dengan cerita Beowulf, namun demikian dia tetap menyerahkan kerajaan, kekayaan dan juga kejayaan pada Beowulf, dia berpesan pada Beowulf bahwa kutukan itu tidak akan berakhir. Kutukan penyerangan monster-monster hasil hubungan para Raja dan monster cantik. Sesaat setelah itu dia menemui Ratunya, tak lama kemudian dia menerjunkan diri ke laut. Sekarang Beowulf lah yang menjadi Rajanya. Kerajaan Beowulf begitu jaya, bertahun-tahun rakyatnya hidup dengan penuh kedamaian. Suatu saat ada salah satu penduduk yang menemukan tanduk naga emas yang dulu Beowulf pernah mebawanya sebagai media perjanjian antara dia dan monster cantik. Namun sekarang tanduk naga emas itu sudah berada di tangannya, berarti perjanjian itu batal. Karena merasa negerinya terancam bahaya, pergilah ia bersama sahabatnya yang setia, menemui monster catik, terlambat, ternyata monster cantik itu sudah beranak Naga Emas yang begitu besar, bahkan jauh lebih besar dari Grandel. Naga itu lalu terbang dan menyerang kerajaan Beowulf. Dengan kekuatan maksimal, Beowulf dan juga sahabatnya berusaha menyelamatkan kerajaan. Naga terbang menuju kerajaan, dengan rantai ia pun ikut terbang. Sesampainya di kerajaan dengan membabi buta, Naga menyerang dengan semburan apinya dan hentakan tubuhnya, banyak gedung kerajaan yang tumbang dan terbakar. Beowulf teringat bahwa kelemahan naga ada pada lingkaran warna merah dibawah lehernya. Dengan pisau yang dibawanya, karena pedang yang ia bawa terjatuh , sambil berpegangan pada rantai yang ia lilitkan ditubuh Naga, dia menghujamkan pisaunya ke bawah leher. Namun sial, pisau itu tak mampu menembus jantung Naga. Beowulf tidak kehilangan akal, karena itu dia putuskan tangan kirinya hingga ia bisa terlepas dari tali dan ia langsung masuk ke lingkaran merah yang sudah robek, lalu dicabutnya jantung Naga itu. Naga meronta kesakitan dan jatuh dari terbangnya, begitu pula Beowulf ikut terjatuh bersama Naga. Sebelum Naga itu mati, dia berubah menjadi sosok manusia emas seperti ibunya. Sesaat setelah itu Beowulf pun meninggal. Kerajaan dipimpin sahabat Beowulf yang setia.

Anglo Saxon - Inggris Kuno

Pertengahan abad ke-5 dianggap sebagai permulaan Sastra Inggris. Kepulauan Britania ditaklukan oleh suku-suku Teutonic, Angles dan Saxons. Suku asli ditaklukan oleh suku-suku tersebut dan tulisan-tulisannya kemudian dikenal dengan nama Anglo-Saxon. Karya-karya Sastra Inggris Kuno masih terseimpan rapi dalam bentuk manuscript di perpustakaan-perpustakaan seperti perpustakaan Museum Inggris, Oxford University, Execeter Catherdal dan sebagian kecil tersebar di beberapa tempat. Beowulf merupakan epos pertama dan terbesar yang lahir pada zaman ini. Bahasa kuno Inggris tidak dapat dibaca kecuali oleh mereka yang secara khsusu mempelajarinya. Epos ”Beowulf” memberika gambaran yang menarik dari kehidupan pada masa itu. Epos tersebut menceritakan kepada kita kerasnya peperangan dan keberanian dari para pemimpin dan kelaparan dari orang-orangnya. Epos tersebut juga menggambarkan kepada kita tentang kehidupan di gerbang-gerbang istana, mahluk yang mengerikan yang harus mereka perangi, kapal-kapal dan pertualangan mereka. Mereka mengalami hidup yang keras di darat dan di laut. Epos tersebut juga memberikan kita gambaran tentang nenek moyang orang Inggris sebelum mereka tiba di Britania. Inilah gambaran kehidupan mereka: From early morning when the warriors gathered in the hall, till the hour when they ”sank asleep”, each with his armor and weapons at hand. Itulah kebiasaan hidup mereka yang selalu siap berperang, baik di rumah maupun di arena pertempuran. Mereka adalah orang-orang yang seafaring yang percaya bahwa: Their live (and death) were ordained by fate. Dua pujangga besar yang lahir pada masa ini adalah Cædmon dan Cynewulf. Pada tahun 867, Northumbrian ditaklukan oleh bangsa Denmark (Danes), yang mengahancur leburkan kerajaan dan perpustakaan-perpustakaan yang berisi karya-karya sastra terdahulu. Pada abad ke-9, sebagai dampak dari penaklukan bangsa Denmark, aktivitas kesusasteraan Inggris berpindah dari Utara ke Selatan. Invasi bangsa Denmark dapat dihentikan oleh kepemimpinan Alfred, Raja Wessex pada tahun 878. Periode sastra Anglo-Saxons dimulai dengan nyanian-nanyian dan dongeng ketika mereka hidup di daerah perbatasan Laut Utara. Tiga suku nenek moyang mereka, the Jutes, Angles dan Saxons menaklukan Britania di pertengahan abad ke-5 dan merupakan pelopor berdirinya Negara Inggris. Kemungkinan pendaratan pertama di Britania adalah oleh suku Jutes sekitar tahun 449. Nenek moyang suku ini merupakan pejuang-pejuang yang berwatak keras dan penakluk lautan, tetapi juga memiliki kemampuan berfikir dan jiwa yang mulia (noble). Puisi-puisi mereka mencerminkan perwatakan yang ganda tersebut. Subyek puisi-puisi mereka sebagian besar adalah laut dan kapal yang tenggelam, peperangan, petualangan, keberanian, kegagahan para prajurit dan cinta kampung halaman. Keberhasilan Alfred dalam peperangan melawan bangsa Denmark membawa perubahan dalam sastra dan juga politik. Pada masa kepemimpinannya dia menempatkan dirinya untuk lebih tertarik pada pendidikan dan agama, membangun rumah-rumah ibadah dan fokus pada bidang intelektual serta menerjemahkan beberapa karya sastra Latin yang berguna bagi Masyarakat Inggris. Salah satu karya yang dibuat Alfred dan rekan-rekannya adalah ”History of the World”. Salah satu prosa yang paling menarik adalah Anglo-Saxons Chronicle, dan sejarah awal Inggris. Alfred sangat memberikan pengaruh pada prosa tersebut (849-901). Dengan berakhirnya masa Alfred, karya sastra mulai mengalami penurunan secara besar-besaran; sastra dan bahasa Anglo-Saxon perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Selama satu setengah abad diantara kematian Alfred (901) dan penaklukan bangsa Normandia (1066) nampaknya tak ada satu puisipun yang dihasilkan; dan beberapa prosa yang lahir tidak memiliki nilai sastra yang tinggi. Pada tahun 1066 Inggris ditaklukan oleh bangsa Skandinavia yang mengalahkan Harold, raja terakhir Saxons dalam Battle of Hasting. Kedatangan bangsa baru ini tidak dapat dipungkiri memberikan pengaruh dalam segala hal kepada masyarakat Inggris. Terlalu banyak tekanan membawa kepada pertentangan dan perpecahan antara suku bangsa Saxon dan Norman. Salah satu karya sastra yang mencerminkan perpecahan ini adalah ”Ivanhoe” pada akhir abad ke-12. Perpecahan diantara dua suku bangsa tersebut berlangsung hampir satu setengah abad dan berakhir ketika Raja Henry I, putra ketiga dari Suku Norman penguasa kerajaan Inggris, menikahi seorang keturunan langsung raja Alfred. Sehingga tidak ada lagi superior dan inferior diantara kedua suku bangsa tersebut. Henry I lahir dan dididik di Inggris dan hampir semua waktunya belajar Bahasa Inggris di sekolah. Dampak dari penaklukan terhadap Bahasa dan Sastra Inggris Inggris dengan segera mulai mengadopsi banyak kata-kata dari Bahasa Perancis Normandia, sehingga baik bahasa tulis maupun ucapan menjadi seperti bahasa Perancis. Selama hampir satu setengah abad setelah penaklukan, tidak nampak adanya sastra yang dimunculkan baik oleh Bangsa Norman ataupun Perancis ataupun campuran keduanya. Latin merupakan bahasa sastra Eropa dan karya sastra Inggris juga menggunakan bahasa tersebut. Sastra Inggris dalam Bahasa Latin sebagian besar dalam bentuk chronicles, dimana salah satu karya sastra Inggris yang terpenting adalah Historia Requm Britania (Sejarah Raja-raja Inggris), ditulis sekitar tahun 1135 oleh Geoffrey of Monmouth (seorang pendeta dari Welsh). Bangsa Normandia aslinya merupakan ras atau suku penakluk laut yang keras yang mendiami kepulauan Scandinavia. Pada abad ke-10 mereka menaklukan bagian Utara Perancis yang saat ini masih disebut dengan nama Normandy yang dengan cepat mengadopsi budaya dan bahasa Perancis. Penaklukan mereka atas bangsa Anglo-Saxon di Inggris dipimpin oleh William, Pangeran Normandy, pada pertempuran Hasting tahun 1066. Sastra yang mereka bawa ke Inggris dikenal dengan keceriaannya, kata-kata cinta dan petualangan yang sangat bertentangan dengan puisi-puisi Anglo-Saxons. Tiga abad setelah peristiwa Hasting, Norman dan Saxon secara perlahan bersatu. Bahasa Anglo-Saxons menjadi sederhana dengan membuang sebagian besar infleksi suku Teutonik-nya, menyerap banyak kosa kata Perancis dan menjadi Bahasa Inggris. Sastra Inggris juga merupakan kombinasi antara elemen-elemen Perancis dan Saxon. Tiga dampak utama penaklukan Suku Bangsa Norman adalah sebagai berikut: 1) Masuknya budaya Romawi ke Inggris. 2) Tumbuhnya nasionalisme seperti timbulnya pemerintah pusat yang kuat sebagai ganti dari hilangnya persatuan suku bangsa Saxon. 3) Bahasa dan sastra baru yang diproklamirkan dalam Chaucer.

PERKEMBANGAN SASTRA INGGRIS

A.PERIODE INGGRIS KUNO. Pada periode ini khususnya pada tahun 50 sesudah masehi yang waktu itu inggris masih diduduki oleh tentara romawi, para nenek moyang inggris yaitu Angles, jutes, saxon menyerbu bangsa inggris asli dan pada waktu itu orang asli inggris tak mampu melawan mereka, itu karena tentara romawi telah ditarik selama-lamanya. Bahasa inggris asli itu mulanya dari mereka yang ke semuanya itu adalah orang-orang german dari saxon sampai bahasa inggris modern. Dan –pada zaman ini pula inggris mulai mengenal puisi atau sastra-sastra mesipun sebelumnya orang inggris juga mempunyai karya-karya sastra. Jadi ada 2 karya sastra yang lahir pada zaman ini yang kesemuanya itu adalah campuran dari kedua suku itu. • Karya sastra yang dibawa oleh orang germanik. • Karya sastra milik orang inggris asli semisal “Beowulf” Sebetulnya pada zaman inilah anglo saxon sangat berpengaruh juga selain bangsa romawi yang membawa peradaban yang baik sekali, dimana sajak-sajak anglo saxon yang berebau religi, sebut saja cadmon , mulai dikenalkhan kepada orang inggris, yang paling sukses dalam kemajuan sastra inggris ialah mulai adanya prosa yang baru inggris aja yang ada, Tetapi pada waktu itu karya-karya mereka banyak yang dihancurin aibat dari serangan-serangan yang dilakukan oleh skandinavia. Dari sanalah mungkin inggris menyadari bahwa inilah saatnya untuk mengembalian kembali sastra inggris dan tokoh waktu itu ialah Raja Alfred, ia menyuruh para rokhaniawan untuk mempelajari ilmu-ilmu emudian hal ini terus berlanjut pada dua abd kemudian. Karya satranya antara lain: • Anglo saxon chronicle • Ecclesiactical history of the English people. • Universal history and geoghrapy. Dan Raja Alfred ialah orang perama yang membuat prosa menjadi diakui. Arena dia adalah orang yang mampu mengangkat citra inggris kembali layaknya inggris sekarang. B.PERIODE INGGRIS PERTENGAHAN 1150-1400 SM Dimulai dari meninggalnya Edward the confessor krena ia tak mempunyai anak yang mampu menggantikhan ia sebagai raja, jadi yang menjadi raja waktu itu ialah William dari normandia keturunan perancis itu sekitar tahun 1066, dengan demikian kerajaan inggris dikuasai oleh seorang perancis, akibat dari itu ialah bahasa yang dipakai kaum atas inggris memakai bahasa perancis sebagai bahasanya di inggris, sementara itu kaum bawah inggris memakai bahasa inggris, sungguh sangat disayangkhan, tapi harus bagaimana lagi?. Pada zaman ini bahasa yang menjadi sorotan setelah ada sengketa dari kaum ningrat perancis dengan inggris yang berujung dengan perang, dengan demikian kaum perancis harus mengakui inggris menang dan pad akhirnya bahas perancis llenyap dengan sendirinya akan tetapi dampaknya sangat berpengaruh sekali terhadap grammar inggris dan ini yang membedakan bahasa inggris kuno dengan middle, karena bahasa midlle inggris banyak yang dipengaruhi oleh perancis. Karya-karya sastra pada zaman ini masih sama bertemakhan keagamaan yang diusung oleh para rokhaniawan tapi ada satu orang yang mengusung tema berbeda yaitu karya layamon yang mengusung sejarah-sejarah akan legenda inggris sepert Raja Arthur berserta para satrianya, lahir juga “ballad” yaitu yang merupakan sajak-sajak yang tersebar melalui mulut ke mulut, biasanya sajak-sajak ini tak bertuan contohnya cerita Robin hood. Ada juga romance yang hadir mengisi zaman ini, lagi-lagi Raja Arthur menjadi romance paling terkenal sepanjang sejarah karena memakai bahasa yang indah dan digemari oleh anak-anak kecil dan masih banya lagi tentang prosa-prosa yang laahir pada zaman ini. Kesemuanya ini tersambung oleh kuatnya pengaruh perancis baik itu dari bahasanya yang sudah banyak memakai kosa kata perancis tapi juga jenis sastranya yang sedikit cerah dan indah. Drama menjadi yang terbaru dari zaman ini, yang dikenalkan oleh para rokhaniawan yang ada di gereja, awalny mereka memainkanya didalam gereja aja tapi lama kelamaan drama mulai menyebar dan meluas itulah yang menyebabkan drama yang awalnya cerita tentang kristus atau banyak diambil dari kitab injil. • King Arthur dan para kesatrianya. • Robbin hood. Ada 2 macam drama pad waktu itu yakni “Miracles” yang ceritanya melakonkan kehidupan orang-orang suci terus ada juga “mysteries” yang mengambil tema dari kitab Injil. C.PERIODE TRANSISI 1400-1150 SM. Zaman ini lahir sastrawan besar yaitu Shakespeare dan chaucher oleh karena itu pada zaman ini disebut transisi karena banyak pemindahan antar inggris pertengahan ke inggris modern dan mengalami panca roba. Inti pada zaman ini adalah banyaknya hasil karya-karya sastra yang begitu indah tapi kebanyakan inspirasi datang dari penulis-penulis perancis karena karya-karya mereka banyak diterima oleh sastrawan inggris tetapi pengaruh terbesar jatuh pada Chaucer yang banyak diakui sebagai sastrawan sepanjang masa di skotlandia. Adapun prosa pada zaman itu mengalami kemajuan yang pesat sekali yang banyak melahirkan penyair-penyair handal berserta karya-karyanya, prosa yang paling berpengaruh pada zaman ini adalah,”morthe d’arthur” yang ditulis oleh Sir Thomas malory yang masih bercerita tentang King Arthur dan kesatrianya. Drama pada zaman ini mengalami perkembangan yang sangat baik sekali sekitar abad ke 15 lahir aliran drama baru yang mengusung cerita tentang baik-buruknya sifat manusia atau bias disebut juga “Moralities”, sangat bertolak belakang sekali dengan drama pada zaman pertengahan, tetapi tujuanya masih mengajarkhan moral pada umat manusia seperti contoh kamu. Ada juga drama baru yang dibuat untuk menghibur yaitu “interludes” yang paling terkenal ialah “Fulgens and Lurcens”, selanjutnya pengaruh renaissance baal nampak pada zaman berikutnya. D.PERIODE ELIZABETH. Pada periode ini mungkin kita mengenal “Renaissance” dalam sejarah inggris, zaman ini disebut begitu karena orang-orang inggris mulai membuka pemikiran-pemikiran mereka terhadap karya-karya dari orang eropa semisal dari Italia dan juga dari pemikran filosop yunani klasik, yang terkenal diantaranya ialah ajaran humanisme yang lahir dari ajaran klasik yunani, otomatis sifat-sifat orang eropa mulai terkikis dan terganti dengan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh filosof yunani yang lebih otoritas kepada ilmu pengetahuan, yang membedakhanya renaissance ialah individual, realistis, berani berusaha dll. Ratu Elizabeth berperan penting dalam renaissance ini karena membantu dan mendukung segala perhatian masyarakat meskipun pada Elizabeth masih permulaan aja tapi pengaruhnya besar apalgi puncaknya menuju pada karya Shakespeare,. Puisi pada zaman ini menghadirkhan seorang Edmund spenser yang masih mengandalkan tulisan-tulisan Chaucer sebagi pedomanya, yang terkenal ialah karyanya yang berjudul “the faery queen”, mungkin sama dalam satra tapi pemikiranya sangat berbeda sekali karena spenser menggunakan imajinasi, certa lama sebagai panduanya akan tetapi Chaucer lebih mengamati sekelilingnya. Sungguh berbeda banget. Prosa pada zaman ini sedikit berubah, arena karya-karya yang dibuat banyak memakai bahasa perumpamaan atau ibarat-ibarat yang mengada-ada, karyanya “eupheus, the anatomy of wit” oleh jhon lyli, ada juga yang baru ialah “pastoral romance” Lahirnya kritik sastra karena pada zaman ini banyak orang menelaah karya-karya klasik sehingga banyak menimbulkan polemic-polemik tersendiri tentan karya-karya klasik. Drama pada zaman ini adalah yang paling pesat mengalami kemajuan yang sangat, yang membedakan adalah tidak adanya lagi sifat=sifat agama yang diajarkhan dalam drama melainkhan maslah hidup manusia ada yang serius, ada yang ceria dan itu yang paling membuat itu beda. Termasuk juga drama klasik dan drama yunani eduanya memiliki cirri-ciri yang berbeda yang satu mempunyai cirri “tiga kesatuan” untuk drama klasik, dan drama keduanya sudah mempunyai plot yang berbeda-beda dan sudah mempunyai jalur yang berbeda juga. Adapun komedi juga mengalami kemajuan yang sangat, karena para comedian ini sudah terpengaruh oleh klasik jugasemisal Ralph roister ialah comedian pertama inggris, mungkin tak banyak yang bias disebutkan mengenai karya-karya inggris karena kebanyakan dan pusing untuk di sebutkan satu-satu. Yang paling terpenting pada zaman ini ialah “William Shakespeare” pujangga terbesar sepanjang masa yang arya-karyanya dihargai sangat sampai sekarang, jika kita membaca karya-karya Shakespeare kita dapat kesan bahwa ada 4 periode yang sama hati dengan jiwanya. 1. Periode permulaan (1588-1596) 2. Periode pertumbuhan cepat (1596-1602) 3. Periode kemuraman dan depresi (1602-1608) 4. Periode ketenangan )1608-1613) Drama tragis, tragedy, komedi, sejarah adalah karya-karya Shakespeare sepanjang masa. William Shakespeare dianggap orang terpandang dalam renaissance, selain ia adadlah penyair istana karena juga ia adalah seorang ilmuan yang mengetahui persis sejarah klasik dan bila dicari lagi seorang kaya dia kayanya tidak ada.

Satu hal yang membuat historical fiction atau novel sejarah menarik adalah kita lebih dapat merasakan apa yang dialami para pelaku sejarah di suatu masa tertentu, dibandingkan dengan membaca literatur. Seorang pengarang yang bagus biasanya mampu menggambarkan ketakutan, kegembiraan, cinta, harapan dan berbagai perasaan yang dialami, walaupun tentu saja banyak yang merupakan rekaan belaka, mengingat tentunya tidak banyak catatan sejarah yang menggambarkan perasaan2 tersebut. Anyway buat saya menarik sekali membayangkan rasa cinta Marc Antony terhadap Cleopatra, atau ketakutan King Alfred menghadapi invasi bangsa Viking ke Inggris, kebingungan yang dialami Ghengiz Khan dalam bersikap terhadap anak2nya, kadang perasaan2 tersebut digambarkan dengan sangat nyata dan menyentuh, dan membantu kita menyadari bahwa banyak keputusan2 besar dalam sejarah yang dilandaskan semata pada emosi para pelaku sejarah tersebut.

Dengan membaca novel sejarah kita juga lebih mudah memahami kondisi ekonomi politik sosial dan budaya suatu masyarkat pada masa tertentu. Kita akan tahu bagaimana kondisi masyarakat Mongol pada tahun 1200an, kehidupan bangsawan Inggris di era Tudor tahun 1500an, demokrasi ala Romawi di awal abad Masehi, budaya Yunani yang merupakan cikal bakal budaya Eropa modern, bahkan sampai kehidupan bangsa Mesir kuno tahun 2000an sebelum Masehi.

Novel sejarah juga membantu mengenal perkembangan teknologi dari masa ke masa dengan cara yang memikat. Perkembangan teknologi persenjataan termasuk banyak dibahas dalam novel sejarah, terutama dalam novel-novel yang berkisah tentang penaklukan dan peperangan besar. Kisah dari jaman Yunani kuno misalnya masih mengagungkan persenjataan dari bahan tembaga (bronze age), sampai kemudian munculnya teknologi pengolahan besi (iron age) yang membuat tembaga menjadi mainan lembek. Ketika kota-kota besar menjadi kota-kota benteng, teknologi senjata penggempur tembok mengalami kemajuan pesat, muncul jenis senjata2 baru seperti catapults, ballistae, trebuchets, mangonels, onagers, dalam berbagai versi dan bentuk. Penemuan mesiu di abad pertengahan juga membuat metode peperangan berubah total.

Novel sejarah tidak hanya bercerita tentang teknologi peperangan. Perkembangan teknologi arsitektur adalah salah satu hal yang paling menarik yang bisa didapat dari novel-novel sejarah. Menarik sekali membaca dan membandingkan arsitektur Romawi, Gothic, Islam, juga perkembangan bangunan-bangunan megastructure seperti cathedral, castle, istana raja-raja, dan sebagainya.

Masih banyak lagi informasi menarik yang kita dapatkan sambil asyik mengikuti jalan cerita novel-novel sejarah, yang akan kita bahas dalam tulisan berikutnya, termasuk juga jenis-jenis novel sejarah, dan siapa saja pengarang-pengarangnya.

Fatah Ahmadi

/pengetahuan

mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2009 di Universitas Ahmad Dahlan. saya tinggal di Jogja. motto hidup saya : no success without struggle.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?