Regional

Festival Kampung Kelir di Kediri Secara Resmi Ditutup

21 April 2017   23:51 Diperbarui: 22 April 2017   00:26 45 0 0
Festival Kampung Kelir di Kediri Secara Resmi Ditutup
pribadi

Aktifitas kepanduan yang sudah berlangsung selama 3 hari, secara resmi malam ini ditutup Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs.H.Syaifullah Yusuf. Penutupan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka yang dilangsungkan di lapangan Kelurahan Dandangan Kota Kediri ini diwarnai berbagai atraksi seni dan budaya dari duta-duta Pramuka yang berasal dari Tulungagung, Blitar dan Kediri, jumat (21/04/2017)

Sebelum penutupan malam ini, aktifitas corat coret penuh warna warni dalam ruang lingkup kreatifitas, dilakoni duta-duta Pramuka ini. Deretan rumah warga yang ada disekitar lapangan Kelurahan Dandangan, kini telah berubah menjadi penuh warna dan gambar animasi yang mampu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.

"Dampak adanya Kampung Kelir selain menjaga lingkungan yang baik, juga menjadikan lingkungan yang layak untuk tumbuh kembang anak, orang tua, lansia dan semua kalangan. Harapan besar semoga Pramuka dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dimana kebiasaan dan pola hidup masyarakat mulai beralih menuju masyarakat yang bersih , aman, dan sehat," kata Wabug Jatim ini yang akrab dipanggil Gus Ipul.

Penutupan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka ini juga dihadiri Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Wakil Walikota Kediri, Hj.Lilik Muhibah, Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, Kapolsek Kota, Kompol Totok Widarto dan Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito.

Ketua Kwarcab Kota Kediri, Drs. H. M.Makiali mengatakan, Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka dikemas dalam bentuk bakti masyarakat ,diantaranya ialah bakti pengecatan dan sosialisasi perilaku hidup bersih sehat.

"Ada manfaat yang diharapkan dengan adanya Festival Wirakarya Kampung Pramuka ini ,seperti mendorong warga untuk berperilaku gotong royong, serta menginspirasi warga untuk lebih berkreatif dan inovatif," kata Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han)

Hasil aksi corat coret ini, juga berdampak positif, terutama menciptakan destinasi wisata baru berlevel lokal, bahkan mungkin saja berlevel regional. Kreatifitas penuh warna ini sekaligus menggambarkan kondisi real tanah air kita yang penuh keberagaman.