PILIHAN

Agus Yudhoyono, Buah Mentah Dipaksa Masak untuk Sajian Masyarakat DKI?

24 September 2016 02:39:25 Diperbarui: 24 September 2016 04:33:56 Dibaca : Komentar : Nilai :
Agus Yudhoyono, Buah Mentah Dipaksa Masak untuk Sajian Masyarakat DKI?
Sumber Gambar: CNN Indonesia

Politik tak pernah sepi kejutan. Agus Harimurti Yudhoyono contohnya, dia mendadak jadi calon Gubernur DKI tanpa ada berita jauh hari sebelumnya.

Beberapa nama politikus seperti Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault, Haji Lulung, Boy Sadikin, Sandiaga Uno, Taufik, dan lain-lain sudah jauh hari terdengar digadang-gadang sebagai bakal calon gubernur. Pada masa itu mereka 'berdarah-darah' menghadapi kritik, dibully simpatisan lawan, dan berbagai tekanan politik. Namun mereka tetap tegar. Masa itu bisa termasuk bagian dari pematangan diri sebagai politikus sejati.

Pada selang masa itu pula jadi penilaian publik terhadap semua bakal calon. Publik melihat, mendangar dan merasakan segala tingkah polah dan manuver para bakal calon, termasuk sejumlah blunder politis mereka ketika berada dalam tekanan dan sanjungan di media. Agus Yudhoyono tidak mengalami masa-masa berat seperti itu.

Spekulasi 

Beragam spekulasi muncul atas penetapan Agus Yudhoyono. Reaksi publik mempertanyakan kapasitas Agus Yudhoyono dalam politik. Akan bagaimana kepemimpinanya bila menjabat Gubernur DKI? Apa yang akan dia buat untuk DKI? Apakah Agus tak lebih 'boneka' politik ayahnya yang 'belum mau move on' usai tak lagi menjabat presiden?

Agus bukan tentara biasa. Ayahnya pensiunan jenderal yang pernah jadi menteri dan presiden, saat ini ketua partai. Sedangkan adiknya yaitu Ibas adalah politikus papan atas. Sebagai tentara, Agus cemerlang di ketentaraan, dia juga berhasil dalam bidang pendidikan. Gelar master diraihnya dari universitas bergengsi di luar negeri.

Dari aspek karier ketentaraan dan pendidikan Agus termasuk cemerlang. Itu pun dengan catatan karier tentaranya belum sampai tingkat jenderal-sebagai bukti karier tertinggi, pengalaman dan kematangan jadi pemimpin level tinggi yang lebih kompleks permasalahannya. 

Agus Yudhoyono 'Culun' Politik

Saat ayahnya masih jadi presiden hingga mantan presiden dan Ibas sedang berada di puncak karier politik, Agus masih tetap 'bersih' dari urusan politik. Dia tetap fokus di dunia ketentaraan.

Untuk urusan politik, kali ini Agus seperti buah mentah yang dipaksa masak. Inilah yang akan disajikan kepada masyarakat DKI Jakarta. Akan berbeda halnya kalau jauh hari sebelumnya dia sudah 'bermain politik' seperti Ibas sang Adik.

Buah yang dipaksa masak (misalnya dikarbit) rasanya tidak terlalu lezat. Buahnya tidak manis. Masih terasa getahnya. Kandungan gizi dan mineralnya juga kalah jauh dari buah matang di pohon. Sementara untuk sajian masyarakat DKI Jakarta sejatinya buah masak di pohon.

Wajar saja bila sebagian publik mempertanyakan kapasitas Agus di ranah politik, khususnya jabatan gubernur DKI yang merupakan jabatan publik. Semua latarbelakang yang dimiliki Agus belum cukup teruji untuk langsung masuk dunia politik dan birokratis gubernur DKI.

Segala masalah di jabatan gubernur DKI sudah secara nyata dan gamblang ditunjukkan Ahok. Intrik politik dan birokrasi hampir saja membuat Ahok tersungkur dari jabatannya kalau saja dia tidak menguasai teknis kedua hal tersebut dan mentalitas politikus yang kuat.

Agus Gubernur Magang, Siapa 'Real Governor'?

Mentalitas politik bisa jadi berbeda jauh dengan mentalitas tentara. Untuk mengubah/menyesuaikan mentalitas Tentara menjadi mentalitas Politikus butuh waktu dan tahapan yang relatif lama melalui kiprah di dunia politik.

Kalau Agus jadi gubernur DKI, maka masa dia menjabat adalah masa dia belajar berpolitik secara nyata. Rakyat DKI dipimpin oleh pemimpin magang. Apakah hal ini tidak menghambat ekselerasi (percepatan) pembangunan DKI? Perlu digarisbawahi Jakarta adalah ibukota negara, dan etalase bangsa Indonesia. Kalau gubernurnya masih magang politik, lalu siapa gubernur sesungguhnya (The Real Governor)? Apakah SBY-sang Menthor Politik yang jadi gubernur di belakang layar?

Banyak pertanyaan dan prediksi bisa dibuat. Semuanya merupakan dugaan dan bentuknya masih bersifat antisipatif. Hal yang nyata masih perlu pembuktian ketika kelak menjabat gubernur.

Ada satu 'bocoran jawaban soal' yang pernah diungkapkan Ahok pada panggung Kompasianival 2014 di TMII lalu ; Memimpin Jakarta itu jauh lebih gampang dibandingkan jadi gubernur di provinsi lain yang relatif sulit dari aspek geografis, demografis dan kecilnya anggaran. Jakarta memiliki wilayah yang menyatu dan geografisnya tidak berat, anggaran pembangunan DKI sangat besar. Selain itu di Jakarta banyak orang pintar, sejak dulu sudah banyak dibuat blue print perencanaan pembangunan. Tinggal keberanian gubernur mengesekusi perencanaan itu dengan keberanian mentalitas politikus.

Jikalau Agus Yudhoyono kelak menang Pilgub DKI, walau dia masih sebagai pemimpin magang, dia bisa memanfaatkan bocoran jawaban dari Ahok tersebut. Asalkan Agus berani dan tegas menghadapi intrik tingkat tinggi di politik dan birokratis yang mengelilinginya. Jangan jadi pemimpin peragu seperti sang Ayah. 

#eeeehhh..itu kan dulu! Oh, gitu..ya...oke dee..

-------
Peb24/09/2016

Pebrianov

/pebrianov

TERVERIFIKASI

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun demikian jangan mengambil yang menjadi milik Tuhan, dan berikanlah yang menjadi hak kaisar. Celeguk !
Selengkapnya...

Featured Article