Baju Bekas Atau Tumpukan Sampah Baju?

13 November 2010 12:47:25 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:38:54 Dibaca : Komentar : Nilai :
Baju Bekas Atau Tumpukan Sampah Baju?
1289652124273863649

tidur beralaskan baju bekas bantuan pengusngsi merapi
Berita tentang baju bekas yang menumpuk di posko pengungsi merapi Stadiun Manguwoharjo bukan isapan jempol. Itu benar nyata. Dalam perkembangannya selama seminggu. Baju bekas ini tidak saja menumpul di posko pengungsi Maguwoharjo tetapi juga diposko pengungsi lain -terutama posko utama seperti posko Bunder Gunung kidul yang saya kunjungi sabtu (13/10). Saya berkesempatan  dropping bantuan di posko Bunder Gunung Kidul. Posko ini merupakan posko pengungsi utama di kabupaten gunung kidul. Saking kalutnya pengungsi dari kabupaten Sleman mencari tempat mengungsi sejauh jauhnya dan setinggi tingginya. Ketemulah di area istirahat Bunder Gunung Kidul. Kaget bukan kepalang, kedatangan saya dismabut tenda besar PMI yang isinya baju bekas. Menumpuk!! Sementara di luar tenda masih banyak baju bekas yang terbungkus rapi dalam kardus. "Lama lama kiriman bantuan baju bekas ini memenuhi Jogja hingga malan menjadi  sampah', pikir saya!... Pasalnya kiriman ini tidak saja dari masyarakat lokal tetapi juga dari kota kota besar lain.
12896523361114055645
12896523361114055645
tenda baju bekas
Sementara itu pengungsi merapi bukan tidak perlu bantuan baju bekas. Mereka tetap mengambil baju bekas itu seperlunya. Mereka benar benar memilih baju yang layak pakai. Sayangnya setelah cukup mereka lebih suka mencucinya untuk dipakai kembali kedepannya. Kalo gitu satu orang minimal perlu baju tujuh lembar saja. Nah sisanya bagaimana???? Tragis memang tetapi pandangan ini tak bisa ditampik. Seluruh bantuan tetap harus diterima sebagai wujud hormat. Harus dipikirkan kedepannya. kepada 100  juta orang indonesia. dewasa...punya ide kreatif untuk apa baju bekas ini? Harus diapain???

Pascalis PeWe

/pascual-duarte

TERVERIFIKASI

Melihat Indonesia dengan cara ENDONESIAH www.endonesiah.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article