Sengman = Denny Indrayana (Suap Kuota Impor Daging Sapi Rp 40 Miliar)?

30 Agustus 2013 15:46:59 Dibaca :
Wewenang KPK untuk menyadap terbukti sangat ampuh dan manjur mengungkap tindak pidana korupsi. Baru-baru ini di Pengadilan tipikor Jakarta, terungkap sadapan pembicaraan antara Ridwan Hakim (anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin) dengan terdakwa bendahara tidak resmi PKS Ahmad Fathanah.

Dalam rekaman pembicaraan telepon antara Ahmad Fathanah (AF) dan Ridwan Hakim (RH) tersebut mereka membahas duit Rp 40 miliar yang menjadi komitmen dari PT Indoguna Utama melalui direktur utama Maria Elizabeth Liman, yang menjanjikan fee Rp 40 miliar untuk presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, jika PT Indoguna berhasil mendapat penambahan kuota impor daging sapi sebanyak 8.000 ton.

Berikut adalah rekaman percakapan antara AF dan RH ;

AF : "Empat puluh dikirim lewat Sengman dan Hendra waktu itu."
RH : "Belum ada yang nyampe, Bos."
AF : "Nggak mungkinlah. Udah beres, bener. Engkong sendiri waktu itu pernah ketemu dan tidak ada komentar."

Dalam kesaksian di Pengadilan tipikor Jakarta, Ridwan Hakim menjawab pertanyaan hakim dan menjelaskan bahwa yang dimaksud Sengman adalah Utusan Presiden kalau datang ke PKS, orang dekat SBY, sedangkan Hendra adalah rekan Sengman.

Waduh... Rupanya ada utusan presiden SBY yang merupakan orang dekatnya yang terkait kasus korupsi suap kuota impor daging sapi di kementerian pertanian ini.

Siapakah orang yang dimaksud tersebut? Orang dekat SBY kan ada beberapa orang, tidak bisa asal sebut, namun ada satu petunjuk jelas tentang sosok Sengman ini.

Petunjuk tersebut saya dapat dari komentar kompasianer Binsar Siagian di tulisan Pakde Kartono berjudul 'Bodohnya Konvensi Capres PD, Denny Indrayana Tak Diundang' yang dipublish tanggal 29 August 2013 jam 22:35 WIB.

Berikut adalah komentar dari kompasianer Binsar Siagian ;
-------------------------------------------------------
Binsar Siagian | 29 August 2013 | 23:46:38

Baru dapat bocoran nih…, ternyata sengman itu deniendrayana loh…
-------------------------------------------------------

Nah loh.. Jika berita ini memang benar adanya bagaimana? Saya hanya mengucapkan 1 kata saja, PRIHATIN

Selamat sore Indonesia

Pakde Kartono

/pakde_kartono

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?