HIGHLIGHT

Bagaimana Cara Memuji Isteri?

25 April 2012 23:50:22 Dibaca :
Bagaimana Cara Memuji Isteri?
gambar : Google

“Wah, engkau sekarang tampak semakin subur. Ini menandakan asupan gizimu telah terpenuhi”, kata seorang suami memuji isterinya yang tampak segar.

“Gak usah mengejek lah.... Katakan saja kalau aku gendut, gak usah pakai ngomong gizi segala...” jawab isterinya.

Pada beberapa kejadian, rupa-rupanya ditemukan kesulitan membedakan mana pujian dan mana ejekan. Seorang suami yang tengah memuji isteri, mendadak mendapatkan respon negatif dari sang isteri, yang menganggap suaminya telah menghina dan mengejek dirinya. Padahal suami tersebut tidak mengejek atau menghina, namun ia menggunakan ungkapan yang kurang tepat dalam memuji.

Saya pernah memposting tulisan beberapa waktu yang lalu, “Mengapa Suami Jarang Memuji Isteri” (lihat di : http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/14/mengapa-suami-jarang-memuji-isteri/). Secara umum, laki-laki memang kurang suka ungkapan verbal, berbeda dengan perempuan yang memang sangat suka ungkapan verbal. Oleh karenanya, perempuan ingin agar suami “rajin” memuji isteri dengan tulus. Sementara kebanyakan suami menganggap tidak perlu janji, yang penting bukti.

Pujian sering melenakan perempuan, ia bisa terbang ke langit karena pengaruh pujian. Namun ternyata tidak setiap pujian bisa menyenangkan perempuan. Ada pujian tertentu yang justru membuat marah perempuan, walaupun pujian itu dilakukan dengan tulus. Ditemukan ada hal-hal yang sensitif pada kebanyak perempuan, yang ketika diungkap membuatnya merasa tidak nyaman bahkan tersinggung.

Perempuan Marah Jika Diberi Pujian yang Tidak Tepat

Selama ini kebanyakan lelaki mengira perempuan selalu senang dirayu dan dipuji, ternyata dugaan ini tidak selalu benar. Menurut sebuah penelitian dari Dental Care Plus Implant Centres hanya sebagian perempuan yang senang dipuji, sebagian besar justru akan marah, jika pujiannya tidak tepat.

Menurut penelitian perusahaan kesehatan asal Inggris yang melibatkan lebih dari 2000 perempuan dan lelaki itu, sebagian besar perempuan menilai pujian dari lelaki bermakna sebaliknya. Beberapa pujian yang selalu membuat perempuan marah, adalah ketika anda mengatakan betapa sehatnya dia. Ia akan berpikir anda sedang menganggapnya "gemuk".

Kesan yang sama juga akan dialami jika anda mengomentari betapa kuatnya dia. Demikian juga jika yang dikomentari adalah kecerdasannya, ia akan mengira anda sedang menganggapnya bodoh. "Perempuan adalah ciptaan yang kompleks dan adalah salah jika lelaki mengira tidak ada yang salah dengan sebuah pujian," kata seorang juru bicara dari  Dental Care Plus Implant Center.

"Secara khusus perempuan ingin kelihatan kurus bagi orang-orang di sekitarnya, jadi berhati-hatilah jika berbicara tentang berat badan, ukuran bahu, atau porsi makan," tambahnya.

Sebaliknya pujian yang cenderung disukai perempuan biasanya tentang senyuman, rambut, atau mata yang indah. Empat dari sepuluh responden perempuan mengaku gembira jika lelaki mengomentari senyum mereka. Ditemukan hanya 50 persen dari responden perempuan yang bisa menanggapi pujian dengan normal, tanpa prasangka. Selanjutnya studi itu menganjurkan para lelaki untuk lebih banyak memuji tentang pakaian dan kesesuaiannya dengan perempuan yang mengenakannya. Perempuan juga ingin disebut cantik saja ketimbang pujian yang lebih detail.

Jangan Takut Memuji

Dari penelitian itu juga ditemukan, hampir sepertiga dari responden lelaki pernah merusak mood kekasih mereka karena salah memberi pujian. Sebaliknya seperlima dari perempuan mengaku merasa dikatai "gemuk", ketika kekasih mereka memuji betapa eloknya lekukan badan mereka. "Akibatnya kebanyak lelaki hidup dalam ketakutan untuk berbuat kesalahan dan akhirnya takut untuk menjadi lelaki yang romantis," kata juru bicara Dental Care Plus Implant Center.

Walaupun penelitian tersebut memberikan hasil yang sedikit berbeda dari asumsi publik selama ini, namun jangan sampai membuat para suami takut memuji isteri. Penelitian tersebut berlaku dalam konteks pergaulan umum, yaitu antara kebanyakan lelaki dengan kebanyakan perempuan. Bukan dalam konteks suami dan isteri. Dengan demikian, sangat mungkin terjadi salah paham antara maksud pujian dengan penerimaan perempuan yang dipuji, karena mereka adalah “orang lain”, bukan pasangan suami isteri.

Dalam kehidupan keluarga, hubungan antara suami dan isteri sangat khas dan spesifik. Hubungan yang sangat intim dan dekat, tanpa sekat. Oleh karena itu, landasan pengertian, pemahaman dan penerimaan sudah dimiliki. Berbeda dengan hubungan antar personal yang terjadi secara umum, dimana antara satu dengan yang lainnya tidak saling mengerti secara khusus. Dalam sebuah keluarga harmonis, suami mengerti kondisi isteri, dan isteripun mengerti kondisi suami.

Semakin dekat pengertian dan pemahaman antara suami dan isteri, akan semakin memperkecil peluang munculnya salah paham. Ketika suami memuji isteri dengan tulus, akan mudah ditangkap ketulusan tersebut oleh isteri, walaupun menggunakan kalimat yang kurang tepat. Ketika isteri memuji suami dengan tulus, ketulusan itu mudah diterima oleh suami, kendati kalimat pujian yang digunakan kurang pas.

Jadi, tunggu apa lagi. Segera berikan pujian kepada isteri dengan penuh ketulusan hati. Itu akan sangat membahagiakan hatinya. Jangan pelit memuji isteri, karena itu akan membuatnya bahagia. Dan ingat, jika isteri anda bahagia, ia akan memberikan apapun yang anda inginkan.

Selamat pagi, selamat memuji, selamat beraktivitas.

Sumber tulisan : www.beritasatu.com, Senin, 16 April 2012

Cahyadi Takariawan

/pakcah

TERVERIFIKASI (BIRU)

Penulis Buku Serial "Wonderful Family";
Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC)

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?