Kotak Suara

One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship Mirip Program Kerja Pedagang Usaha Kecil Jakarta Selatan

13 April 2017   08:25 Diperbarui: 13 April 2017   08:52 200 3 2

[caption caption="Sumber: Indonesia Hari Ini"][/caption]

Rangkaian Kampanye Pilkada DKI Jakarta telah usai; Jakarta kembali bersih dari sampah atribut kampanye. Namun, saya menyimpan catatan menarik tentang OKE OCE, ringkasannya adalah,

OK OCE atau One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship. 

Tujuan:

Mencetak wirausaha baru di DKI agar dapat menjadi benchmark di daerah lain.

Fokus Program

Pertama, Pemberian modal dan pendampingan usaha.

Kedua, pelatihan oleh pengusaha sukses, yaitu pembangunan SDM melalui pendampingan (mentoring).

Ketiga, garansi inovasi bekerjasama dengan swasta.

Keempat, lulusan SMK langsung dapat kerja.

Kelima, kredit khusus untuk ibu-ibu.
 -----
One Kecamatan One Center for Entrepreneurship. Menurut Sandiaga, 

"Melalui OK OCE, akan melakukan kerja sama untuk pendampingan sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Respons dari masyarakat untuk mengikuti OK OCE semakin terasa. Masyarakat sangat antusias menyambut peluang dari terciptanya lapangan kerja.

Lapangan pekerjaan untuk mereka sendiri. 

Jadi selama ini perbedaan mendasar kami dengan program gubernur dan wakil gubernur adalah kami melibatkan masyarakat, melibatkan elemen-elemen pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi bagi permasalahan bagi warga Jakarta, yaitu lapangan pekerjaan.

Dengan begini, kami memfasilitasi dunia usaha ikut berpartisipasi perbankan, baik yang konvensional maupun yang syariah, ikut melakukan penetrasi, menciptakan peluang-peluang usaha.

Program OK OCE menjawab kebutuhan dari minimnya lapangan kerja dari Pemprov DKI karena anggaran yang terbatas.

Kita serahkan kepada masyarakat. Mereka bikin pasukan rompi biru JWO (Jaringan Wirausaha OK OCE). 

Mereka sekarang menciptakan lapangan kerja buat mereka sendiri.

Sekarang (OK OCE) sudah ada di 44 kecamatan."

----

Perhatikan yang berikut ini.

Program Kerja Pedagang Usaha Kecil Jakarta Selatan

Pada intinya Serikat Buruh Pedagang Usaha Kecil, Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia bertujuan untuk mensejahterakan buruh atau pekerja informal melalui Peningkatan Produktivitas dalam Kegiatan Usaha, Pelatihan dan Pembinaan SDM, dan Pengabdian Masyarakat; di dalamnya termasuk perbaikan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Oleh sebab itu, program kerja kami adalah

Sentra Usaha Kecil (SUK)

Melalui upaya penggalangan dana dari berbagai kalangan (misalnya dari donatur, institusi pemerintah dan swasta, CSR BUMN, iuran anggota, dan lain sebagainya) berupaya membangun Sentra Usaha Kecil (sebisa mungkin 1 SUK/setiap Kecamatan di Jakarta Selatan), yang di dalamnya menampung para Pedagang Usaha Kecil, Pedagang Kaki Lima, sehingga tidak berdagang di pinggir jalan atau trotoar. SUK juga bisa berfungsi sebagai pusat jual beli hasil industri kreatif, karya seni lukis, patung, kerajinan tangan, dan penyalur sembilan bahan pokok ke warung atau kios para anggota Serikat Buruh Pedagang Usaha Kecil.

Pelatihan Usaha dan Pembinaan SDM

Program dan kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian atau Direktorat terkait, misalnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Lembaga Konsumen Indonesia. Misalnya, pelatihan dan pembinaan yang bersifat upaya meningkatkan “tampilan” ruang dan area tempat usaha agar menarik pembeli (misalnya kebersihan, tata letak, dan lain-lain); memperhatikan unsur “sehat, bebas lalat dan debu” pada makanan dan minuman yang dijual; dan bila memungkinkan ada stiker “Layak Konsumsi” dari Lembaga Konsumen pada semua lapak penjualan/dagang yang sudah dibina.

Pengabdian Masyarakat

Bersifat bantuan tenaga, natura, dan dana kepada komunitas masyarakat yang mengalami musibah atau pun bencana alam; sumbangan ke tempat ibadah, panti asuhan, lingkungan RT dan RW.

Bantuan Pendidikan dan Beasiswa

Fokus utama program adalah pada putera/i pedagang usaha kecil yang menjadi anggota SB-PUK Jakarta Selatan. Bantuan pendidikan, tanpa memandang tingkat kepintaran atau skor/angka/nilai pada laporan hasil belajar (rapor); bersifat periodik, selama setahun, pada setiap jenjang pendidikan, dan akan dievaluasi pada awal tahun ajaran baru. 

Beasiswa, hanya diberikan kepada mereka (putera/i anggota SB-PUK Jaksel) yang mempunyai prestasi akademis pada satuan pendidikan atau tempat ia/mereka belajar. Diberikan selama belajar di lembaga pendidikan tersebut, misalnya 3 tahun, 5 tahun, termasuk biaya penyusunan Karya Ilmiah, Skripsi, dan Thesis. Bea siswa bersifat mengikat, artinya setelah menyelesaikan studi, terutama SMA/SMK dan Sarjana, dan belum bekerja, maka ia berkarya di kegiatan usaha yang ada pada lingkungan SB-PUK Jakarta Selatan.

Simpan Pinjam

Bersifat menambah modal usaha dengan bunga terjangkau. Program ini dilakukan setelah dana organisasi memadai atau cukup. Petugas atau pengurus SB-PUK Jakarta Selatan akan  mendampingi peminjam hingga penggunaan dana tidak bersifat konsumtif namun menunjang usahanya

Perumahan

Merupakan program jangka panjang dan berkelanjutan. Jika keuangan organisasi memadai, maka SB-PUK Jakarta Selatan bekerja sama dengan institusi pemerintah atau perbankan, untuk membangun rumah layak huni -  layak usaha untuk para anggota.  

Jappy M Pellokila atau Opa Jappy

Ketua PUK Jakarta Selatan 2015 - 2020

----

Sebagai Ketua dan Pembina PUK Jaksel, cukup senyum, ketika anggota PUK sejak awal kampanye Pilkada diskusi tentang OK OCE. Saya persilahkan kepada mereka agar ikuti dengan baik, jika mau.

Pertama, Pemberian modal dan pendampingan usaha.

 ☺ Pemberian Modal; hibah atau pinjaman tanpa bunga atau meminjam tanpa agunan?

 ☺ Jika "berikan" cuma-cuma, maka dari mana asal modal atau dana tersebut?

 Kedua, pelatihan oleh pengusaha sukses, yaitu pembangunan SDM melalui pendampingan (mentoring).

 ☺ Pengusaha Sukses; siapa mereka? Apa kriteria sukses?

 Ketiga, garansi inovasi bekerjasama dengan swasta.

 ☺ Apa yang dimaksud dengan "garansi inovasi?" Suatu istilah  yang ku tak tahuh makna serta bentuk koklritnya.

 Keempat, lulusan SMK langsung dapat kerja.

 ☺ Semoga

 Kelima, kredit khusus untuk ibu-ibu.

 ☺ Semoga

 Apa sich OK OCE tersebut? Anies dan Sandi bisa jelaskan secara detail.

Namun, ketika kubertanya ke beberapa pengikutnya, "Sederhananya OK OCE itu apa?" Tak ada satu pun yang bisa menjawab. Mereka malah bizink tentanh "penistaan agama" and bla bla bla ....

Lalu apa sich One Kecamatan One Center for Entrepreneurship dan "kembarannya" yaitu JWO, Jaringan Wirausaha OK OCE

Di mana kedua "makhluk" itu berada? Anda dan saya akan sulit menemukannya, karena masih bersifat "ghost plan" dan "ghost action" alias bunyi di mana-mana, tapi tak berwujud.

Ok lah.

Lalu One Kecamatan One Center for Entrepreneurship dan Jaringan Wirausaha OK OCE itu just kampanye atau "Impian Jika Sebagai atau Terpilih;" yah semacam "mimpi, yang diceritakan sebagai "sesuatu yang telah dan sementara terjadi."

Beberapa hari terakhir, kuberusaha telusuri di beberapa Kecamatan di Jak Sel, untuk menemukan "Centre" OK OCE dan JWO; tak menemukan info apa pun. 

Nah ..... 

Selanjutnya, menurut Sandiaga Uno, "Melalui OK OCE, akan melakukan kerja sama pendampingan sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI);" ini bisa bermakna bahwa OK OCE dan JWO hanya berkisar makanan dan minuman. Tak lebih dari itu.

Mungkin, Anies - Sandi ingin membangun jaringan usaha kuliner kecil-kecilan, namun dengan nama "keren."

Nah .....

Tapi, cukup bangga juga lah, karena Progaram PUK Jaksel bisa untuk membangun DKI Jakarta melalui Anies Sandi, jika terpilih. Juga, sebetulnya esensi OK OCE sudah dikerjakan Pemda DKI Jakarta. 

 

Opa Jappy | Ketua dan Pembina SB Pedagang Usaha Kecil 2015 - 2020