HIGHLIGHT

Sabar dan Jangan Serakah Saat Mewawancarai Narasumber!

17 Juli 2012 07:32:00 Dibaca :
Sabar dan Jangan Serakah Saat Mewawancarai Narasumber!
Ilustrasi-wawancara (shutterstock)

Mengkuti kegiatan Kompasiana Blogshop, kemarin ( Senin, 16/7/2012) di @america, Jakarta, terbilang sangat seru dan interaktif. Walaupun native speaker, Melinda (Mindy) J. McAdams, seorang profersor jurnalisme online universitas Florida, AS, yang menjadi pembicara tunggal malam itu, mampu berinteraksi dengan baik---meski ada beberapa peserta yang mengeluhkan terkiat penggunaan bahasa Inggris dalam presentasinya. Sebagai pakar jurnalisme online, Mindy paham betul bagaimana membuat berita dan memberikan keterangan tambahan sebagai pendukung informasi. Walaupun yang dia paparkan lebih banyak ke persoalan foto jurnalistik, yang mengharuskan seorang reporter tidak memanipulasi foto dalam sebuah berita. Apa yang dipaparkan Mindy belaku untuk seluruh jurnalis bahkan jurnalis atau reporter warga sekalipun! Ada satu materi yang menyedot perhatian saya, yakni tentang teknik wawancara narasumber untuk mendapatkan suatu infomasi atau berita. Salah satu poin dalam teknik wawancara tersebut adalah berikan waktu luang kepada narasumber untuk berbicara secara menyeluruh, jangan memotong komentar atau pernyataan narasumber. Sebagai reporter kita wajib mendangarkan dan merekam---melalui catatan kecil ataupun rekeman audio. Saya sangat tergelitik dengan poin ini karena saya pernah mengalami masa-masa seperti itu saat mewawancarai narasumber dalam sebuah tugas liputan. Ceritanya begini, ketika itu saya menghadiri sebuah acara di Jakarta yang dihadiri banyak tokoh politik dan budaya. Ini kesempatan baik bagi seorang reporter untuk mendapatkan banyak bahan berita. Sebelum berakhirnya acara tersebut, saya sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada beberapa narasumber yang ingin saya wawancarai terkait isu terkini yang sedang merebak di masyarakat. Di akhir acara, saya mendatangi salah satu tokoh yang sudah saya jadikan target sejak awal. Ketika itu, narasumber tersebut siap untuk langsung saya wawancarai. Di tengah proses wawancara, saya melihat target narasumber kedua saya beranjak keluar dari tempat acara. Paniklah saya saat itu, karena tidak mau kehilangan bahan berita lainnya. Alhasil, wawancara yang sedang berlangsung berjalan tergesa-gesa, akibat saya kerap memotong pembicaraan narasumber pertama saya dan langsung mengajukan pertanyaan selanjutnya. Sebenarnya, saat itu saya ingin meminta izin kepada narasumber pertama tadi untuk membuat janji wawancara terlebih dahulu dengan narasumber kedua, tapi saya urungkan karena terucap dari mulut narasumber pertama bahwa ia tidak bisa berlama-lama dan harus meninggalkan tempat acara. Tanpa diduga, diakhir proses wawancara, narasumber pertama itu bilang kepada saya, "Kasih waktu saya untuk menjawab atas pertanyaan yang Anda ajukan!,", katanya sambil tersenyum menyindir. Saat itu saya tidak menyadari apa maksud yang dikatakannya. Baru setelah saya mewawancarai narasumber kedua yang akhirnya juga berjalan tergesa-gesa, saya menyadarinya. Perasaan panik dan kasus memotong pembicaraan saat wawancara  sangat mungkin terjadi kepada setiap reporter ketika berada dalam kondisi waktu yang sempit. Tapi, apa yang dikatakan Mindy dalam ceramahnya, semalam juga sangat mungkin dialami. Hal itu terbukti dan saya alami sendiri! Pesan dari Mindy sangat sederhana, hargailah narasumber anda, seperti dia menghargai tiap butir pertanyaan yang anda ajukan! Dan jangan lupa, sabar dan jangan serakah!

1342509438514135623

Nurul Uyuy

/nurulloh

TERVERIFIKASI (BIRU)

Co-Founder @komunitasteplok | Editor @kompasiana | Journalist @kompascom
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?