HIGHLIGHT

Musim Liburan, Musim Calo

01 Juli 2012 07:17:21 Dibaca :
Musim Liburan, Musim Calo
dokumen pribadi saya

Sepertinya budaya bepergian ke luar kota sudah menjadi gaya hidup di kota Balikpapan. Entah karena letak Balikpapan yang merupakan kota kecil dengan terbatasnya beberapa tempat wisata atau mungkin kurangnya fasilitas public. Tapi memang saya akui, di kota yang terkenal dengan produksi minyak, Balikpapan hanya memiliki 3 mall besar. Itupun belum rampung seratus persen, alias mall separuh jadi. Terbayang kan, di saat kita jalan-jalan di dalam mall tapi di luar mall masih terdapat kontruksi bangunan yang belum selesai.

Beberapa hal sempat saya tanyakan kepada rekan dan ibu-ibu bahkan kepada anak-anak baru gede, mengapa mereka lebih memilih berlibur di luar Balikpapan. Selain alas an yang saya sebutkan di atas, karena bagi mereka dengan berlibur keluar Balikpapan merupakan gaya hidup yang membanggakan. Artinya, jika kita berlibur ke luar kota atau ke luar negeri berarti kita mempunyai kemampuan keuangan yang lebih. Bangga dong di pandang orang sebagai kalangan yang mapan financial.

Salah satu sarana transportasi yang vital di Balikpapan adalah transportasi udara, istilahnya pesawat terbang. Di samping penunjang perjalanan wisata, juga berfungsi sebagai penunjang pekerjaan beberapa perusahaan yang ada di sini. Harga dari pesawat sendiri bervariasi, tergantung dari musim yang berlaku.

Sudah bukan rahasia lagi bila musim liburan anak sekolah, pasca puasa, pasca lebaran, lebaran, idul adha, natal dan tahun baru, merupakan musim di mana harga pesawat berada di puncak tertinggi. Ibarat lagu, jadi on the top.

Seperti yang sekarang sedang terjadi, sejak ahkir bulan mei, musim liburan sekolah dan ajaran baru. Banyak penumpang yang sangat kesulitan mencari tiket pesawat. Bagi saya pribadi, hal ini terlihat sangat aneh. Bagaimana tidak aneh, di Balikpapan dalam satu hari terdapat puluhan flight. Jika kita menghitung dengan rumus seperti ini.

1 flight lion jurusan Jakarta, seri pesawat 900-ER kapasitas 213 seat, dalam satu hari memiliki jadwal 9 flight, jika di kalikan maka hasilnya adalah 1.917.

note ; sementara di Balikpapan, terdapat 7 Airlines yang beroperasi.

Hasil dari perkalian tersebut, sudah separuh dari warga Balikpapan terangkut, tapi mengapa harga tiket melambung sangat tinggi. Dan lebih aneh lagi sulitnya mendapat seat. Ketika penumpang pergi ke travel agent, di system agent posisi sudah penuh, namun ketika penumpang langsung ke bandara, posisi seat open.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di bidang transportasi terdapat istilah sebutan Calo atau kita perhalus dengan panggilan Pekerja Freelance. Mereka hanya cukup menjalin kerja sama dengan pihak dalam beberapa airlines, agar tiket blok seat yang di pegang bisa lolos counter .Pengertian blok seat di sini adalah, para freelance tersebut, membuat tiket dengan nama "siluman". Atau saya beri gambaran lebih mudah, tiket siluman adalah tiket yang tidak sesuai dengan nama calon penumpang, alias nama yang tercantum berbeda dengan kartu identitas.

Hal tersebut jika di lakukan oleh penumpang awam, jelas tidak akan mungkin lolos dari pemeriksaan counter check-in. Jangankan penumpang awam, saya yang notabene pekerja biro perjalanan pun tidak mungkin bisa.

Kecuali, nah bicara kecuali ini yang terdengar sepele namun penting.

Tiket siluman tersebut akan lolos di counter check in, apabila ada kerja sama antara pihak dalam dengan pekerja freelance tersebut. Tentunya mereka menggunakan system saling menguntungkan. Untuk harga tiket nya, para freelance mematok harga sangat tinggi, bisa dua kali lipat dari harga sesungguhnya. Prosedurnya, sangat simple. Ketika transaksi sudah di lakukan, deal harga, maka segala prosedur pelaporan tiket di lakukan oleh pihak freelance, dan kita tinggal masuk ke ruang tunggu. Simple bukan?.

Namun bukan tanpa resiko jika kita membeli tiket melalui perantara freelance. Yaitu apabila terjadi hal terburuk menimpa pesawat yang di pergunakan, maka claim pengajuan asuransi akan mengalami kesulitan. Hal itu terjadi karena nama penumpang berbeda dengan identitas pengajuan asuransi.

Karena itu, sangatlah penting untuk membuat perencanaan liburan, agar terhindar dari praktek kerja para freelance.

Fenomena ini sebenarnya sudah pernah mendapat sorotan dari pihak angkasa pura Balikpapan dan bekerja sama dengan pihak Airlines. Bahkan pernah di berlakukan system " masuk penjara" jika di dapati transaksi di luar counter resmi. Namun, lagi-lagi hal tersebut berjalan di awal program saja, alias hangat-hangat suam kuku.

Inem Ga Seksi

/novi25

TERVERIFIKASI (BIRU)

Kita hanyalah dzat yang tak pandai membaca dan melihat
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?