PILIHAN

Bertambahnya Sampah Akibat Pertambahan Penduduk di Surabaya

28 Desember 2011 13:11:49 Diperbarui: 25 Juni 2015 21:39:08 Dibaca : Komentar : Nilai :

Dinas Kependudukan dan CatatanSipil Kota Surabaya setiap harinya disibukkanoleh kurang lebih 200 warga pendatang yangdatang untuk mengajukan SPMP (SuratPindah Menjadi Penduduk). Perkembangan pembangunan di berbagai aspek, seperti ekonomi dan industri di kota Surabaya tiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini akanmengakibatkan terjadinya penyerapan tenaga kerja secara besar-besarandari desa ke kota. Dengan bertambahnya tenaga kerjatersebut akan terjadi peningkatan jumlah penduduk. Urbanisasi yangterus bertambah tersebut, menyebabkanperbandingan jumlah penduduk dengan luaskota tidak seimbang. Sehingga mengakibatkankota Surabaya kelebihan beban penduduk.Padahal idealnya jumlahpenduduk di Kota Surabaya rata-rata 75 jiwa per hektar, namun volume pendudukSurabaya saat ini mencapai 87 jiwa perhektar.Setiap tahun, rata-rata kenaikanjumlah penduduk Kota Surabaya naik sebesar1,62 %. Pada tahun 2008, jumlah pendudukSurabaya mencapai 2.885.862 jiwa. Denganluas kota sekitar 29.000 hektar, seharusnyajumlah penduduk ideal Kota Surabaya hanya2.175 .000 jiwa, yaitu 75 jiwa per hektar.

Peningkatan jumlah penduduk, akanmempengaruhi perilaku/gaya hidup serta pola konsumsi masyarakat.Perubahan tersebut akan berpengaruh pula pada volume, dan jenis sampah yang dihasilkan.Pembangunan yang tidak merata antara pedesaan dan perkotaaninipun akan mempengaruhi pada terkonsentrasinya jumlah penduduk disuatuperkotaan dapat berakibat terkonsentrasinya sumber dantimbulan sampah di perkotaan.Semakin bertambahnyapenduduk Surabaya otomatis menimbulkanbanyak juga sampah yang dihasilkan dariaktifitas-aktifitas penduduk Surabaya. Jumlahatau volume sampah sebanding dengantingkat konsumsi kita terhadap barang ataumaterial yang kita gunakan sehari-hari.Pengolahan sampah di kota Surabaya saat inibelum dikelola secara maksimal, pengelolaanyang ada saat ini hanya terbatas padapengolahan sampah secara konvensionalyaitu hanya diangkut dari tempat penghasilsampah ke Tempat Pembuangan Sementara(TPS) dan kemudian hanya dibuang begitusaja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpadilakukan pengolahan terlebih dahulu, ituberarti pengolahan sampah yang ditujukanuntuk mengurangi jumlah sampah yangmasuk ke TPA belum dilakukan secara optimal.Penanganan sampah yang masih dilakukan secarakonvensional belum dapat mengendalikan sampah yang ada. Sampah yangtidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahankesehatan.Polusi bau dari sampah yang membusuk, pencemaran air akibatpembuangan sampah ke sungai dan merembesnya air lindi dari TPA (tempatpembuangan akhir) ke permukiman dan sumber air penduduk, sertapencemaran udara akibat pembakaran sampah merupakan permasalahanlain yang timbul akibat pembakaran sampah. Sebanyak 20% sampahdibuang ke sungai menyumbang sekitar 6070% pencemaran air.Pencemaran air sungai akibat pembuangan sampah juga membawadampak negatif pada kesehatan manusia, terutama dengan meningkatnyapenyakit diare serta biaya pengolahan air baku untuk air minum yang terusmeningkat. Bahkan seringkali terjadi, terutama pada musim kemarau,kualitas air baku sudah tercemar berat, akibatnya sulit diolah menjadi air yanglayak diminum, sehingga bahan baku air minum harus didatangkan darisumber yang lain.

Tumpukansampah rumah tangga yang dibiarkan begitusaja akan mendatangkan tikus got danserangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.Lalat hidup dari sisa makanan danberkembang biak ditempat sampah. Lalatdapat menjadi pembawa utama dari kumanbakteri yang menyebabkan diare karenamudah hinggap di makanan atau peralatanmakan. Tikus diketahui dapat membawapenyakit seperti tipus,pes dan lain- lain. Sedangkanserangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) dapat membawa berbagai bakteri yangmenyebabkan penyakit disentri dan diare.Nyamuk akan beranak-pinak di air yang tidakbergerak di sekitar sampah yang tercecer dandapat menyebabkan malaria bahkan demamberdarah.Binatang yang besar akan senangmembuang kotoran di tempat sampah, yangnantinya dapat menimbulkan kuman yang mempengaruhikesehatan manusia dan lingkungannya.

Sampah yang dibuang di jalan dapatmenghambat saluran air yang akhirnyamembuat air terkurung dan tidak bergerak,menjadi tempat berkubang bagi nyamukpenyebab malaria. Sampah yang menyumbatsaluran air atau got dapat menyebabkanbanjir. Ketika banjir, air dalam got yangtadinya dibuang keluar oleh setiap rumahakan kembali masuk ke dalam rumahsehingga semua kuman, kotoran dan bibitpenyakit masuk lagi ke dalam rumah.

SOLUSI :

Penanganan masalah bertambahnyasampah akibat pertambahan pendudukSurabaya yang semakin pesat dapat ditinjaudari 2 segi, yaitu dari segi penekananurbanisasi / pertambahan pendudukSurabaya oleh pemerintah dan segipenanganan sampah itu sendiri.

1. Penekanan Urbanisasi / PertambahanPenduduk Surabaya oleh PemerintahPenekanan urbanisasi /pertambahan penduduk Surabaya lebihpenting dibandingkan denganpenanganan sampah yang ditimbulkantersebut, karena penyebab adanyasampah adalah penduduk itu sendiri.Sehingga yang perlu lebih diperhatikanadalah masalah kependudukan yang adadi Surabaya.Penekanan urbanisasi /pertambahan penduduk Surabaya inidapat dilakukan pemerintah khususnyaDinas Kependudukan dan Catatan SipilKota Surabaya dengan cara pendataanpenduduk baru hingga ke tingkatKecamatan, Kelurahan, dan RT/RW.Penduduk baru yang tidak memilikikejelasan tujuan dan tempat tinggal lebihbaik dikembalikan ke daerah asalnya,karena penduduk tersebut selainmenambah kepadatan pendudukSurabaya juga akan menambah angkapengangguran penduduk Surabaya.

2. Penanganan Sampahselain penanganan masalahkependudukan, penanganan sampah yangditimbulkan perlu dilakukan agarmenimbulkan kesan kota Surabayamenjadi kota yang sehat dan bersih.Alternatif yang digunakan untukmengurangi jumlah volume sampahbuangan dibagi dalam tiga macam proses,yaitu daur ulang, transformasi thermal dantransformasi biologis. Dari transformasithermal sendiri dibagi dalam tiga macampengolahan, yaitu pembakaran, gasification dan pyrolysis.Sedangkan untuk transformasi biologisterbagi dalam dua macam pengolahan,yaitu aerobic composting dan anaerobicdigestion.

Dengan kita sering membuang sampah sembarangan dapat mengakibatkan penduduk sekitar terancam dengan sampah yang kita buang sembarangan.Kesadaran manusia itu sendirilah yang berperan penting disini. Jadi, mulailah dari sekarang untuk sadar dan mengubah gaya hidup serta pola konsumsi berlebihan untuk mencegah angka kemiskinan akibat sampah yang kita produksi tiap harinya demi terciptanya Kota Surabaya Green and Clean dan dapat meraih predikat Kota Adipura.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article