Pak Ahok dan Pos Menteri

22 April 2017   08:54 Diperbarui: 22 April 2017   09:03 104 0 0

Pak Ahok tidak akan dilepas begitu saja karier politiknya oleh pak Jokowi, bisa jadi besok lusa kalau ada reshuffle akan diposisikan jadi menteri seperti pak Jonan. Mana mungkin politisi sekaliber pak Ahok tidak dimanfaatkan kemampuan dan daya dobraknya melawan korupsi.

Pos menteri yang harus diganti ialah kader PAN yang jadi pendukung Prabowo, karena sudah lepas dari kesepakatan koalisi yang begitu semangat nimbrung ke Anies-Sandi. Kalau tahu diri seharusnya PAN mundur dengan kesadaran sendiri dari kabinet supaya jelas posisinya dan tidak buat nanggung pak Jokowi dalam mengurus negara.

Pendukung pak Ahok sangat besar di Indonesia, sangat penting buat pak Jokowi untuk ikut capres 2019 yang sepertinya lebih panas. Tentu sebuah kerugian jika pendukung pak Ahok tidak dirangkul dan diakomodir melalui pengangkatan sebagai menteri atau posisi strategis lainnya yang ada dibawah kendali Presiden.

semua harus bicara jujur tentang kerja sukses pak ahok di DKI Jakarta, Itu semua tidak bisa dipungkiri apalagi sampai tidak diakui. Pak ahok punya standar kerja tinggi dalam menjalankan tugas seorang Gubernur, walau sikap DPRD yang tidak sejalan tapi seluruh program bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Pak Ahok orang tegas yang berani eksekusi setiap kebijakan, meski ada beberapa yang tidak populis atau kurang disukai tapi tujuan akhirnya demi kepentingan yang lebih besar. Pak Ahok merupakan jawaban dari permasalahan birokrasi, dan pak Ahok merupakan solusi dari kesemrawutan sistem yang tumpang tindih. 

Ayo pak Jokowi siapkan satu kursi menteri yang cocok dengan kemampuan pak Ahok. Yang protes dan tidak setuju paling yang itu itu doang. Tapi yang mendukung jauh lebih banyak, dan sepertinya partai-partai koalisi tidak akan ada yang keberatan apalagi sampai berani boikot-boikotan.

Pak Ahok ialah pejuang di masa kini, yang diperlukan pak Jokowi untuk mudah melakukan sinergi kerja. Kalau perlu dan memang mendesak, bisa ditempatkan sebagai Kemendikbud agar adil dan sesuai. Bukankah pak Anies juga ngisi pos Gubernur DKI? Cocok dah saling tukar posisi.

Namanya juga cuma saran dari warga yang buta politik, boleh diterima boleh juga dianggap angin sepoy-sepoy. Asal jangan dianggap hiburan!