Reaksi terhadap Film Innocence of Moslems, Membuktikan Muslim Pemarah?

15 September 2012 10:14:50 Dibaca :
Reaksi terhadap Film Innocence of Moslems, Membuktikan Muslim Pemarah?

Seharus Film Innocence of Moslems sudah diblokir pemerintah RI

Film Innocence of Moslem membuat kemaraham kaum muslim di seluruh dunia. Dikabarkan, “Innocence of Muslems” merupakan film amatir yang dibuat oleh ekspatriat koptik Mesir yang menetap di Amerika Serikat. Film tersebut selanjutnya diunggah di “youtube” dalam versi bahasa Arab yang akhirnya memicu kemarahan umat Islam di Libya dan Mesir (antaranews). Kejadian ini membuat saya prihatin. Pertama tentu prihatin atas beredarnya film ”Innocence of Muslims” di “youtube”. Kedua, saya prihatin atas meluapnya amarah kaum muslim di seluruh dunia. Mengutip wijayantiesther.blogspot.com, beredarnya film ”Innocence of Muslims”mengakibatkan kemarahan umat Islam merebak di seluruh dunia. Sangat prihatin, karena upaya-upaya saya meyakinkan banyak pihak bahwa Islam adalah damai rontok tiba-tiba. Rupanya pencitraan Islam adalah damai memang tidak bisa dibangun, karena dengan apapun ditutup-tutupi dengan yang namanya damai, kalau kesenggol, ngamuknya akan muncul juga. Sang sutradara film ini pun tiarap. Dialah Sam Bacile. Siapakah Sam Bacile? Ketika saya mulai menulis posting ini, tidak ada seorang pun mengetahui identitas sebenarnya dari sutradara misterius itu. Sam Bacile memberitahu Wall Street Journal bahwa “Islam adalah kanker” dalam sebuah wawancara telepon. Para aktor dan kru mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka hadapi dan film tersebut disulih-suarakan (dubbing) dalam bahasa Arab. Dikabarkan di berbagai media bahwa Bacile adalah seorang Yahudi Israel dan bacile memiliki 100 orang penyandang dana Yahudi yang memberikan pembiayaan film tersebut. Bahkan pembakar Alquran, Terry Jones mengatakan ia hanya berbicara kepada Bacile di telepon, tapi ia tahu bahwa itu bukan nama aslinya. Aktivis anti-Islam, Morris Sadek, yang mempromosikan film dengan posting blog bahasa Arab, belum membuat pernyataan. Anda “harus menjadi gila” untuk tidak menduga bahwa ini adalah upaya yang di-plot untuk membangkitkan kekerasan di Timur Tengah pada malam pemilihan presiden AS…? Karl Popper mendefinisikan “teori konspirasi masyarakat” sebagai “pandangan bahwa penjelasan dari fenomena sosial terdiri dari penemuan orang atau kelompok yang tertarik dalam terjadinya fenomena ini … dan yang telah direncanakan dan bersekongkol untuk mewujudkannya “Banyak spekulasi tentang identitas komplotan. sudah mengikuti jalur tersebut. Jelas, ada lebih dari satu ide tentang siapa yang berdiri di belakangnya, dan dengan demikian konspirasi nyata sudah menjadi sesuatu dari teori konspirasi (infowars.com). Saudaraku seiman, kaum muslim Indonesia… tenang dulu lah. Tarik nafas dalam-dalam. Bershalawatlah, berdzikirlah, hingga hatimu tenang. Islam adalah rahmatan lil alamin bukan? Islam agama damai bukan? Kini adalah kenyataan, Umat Islam terprovokasi, konsulat Amerika di Libya diserang. Di berbagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, menyerang kedutaan-kedutaan Amerika. Apa hubungan pembuat film ini dengan Amerika? Apakah karena pembuatan film ini dilakukan di Amerika, sekalipun pembuat film ini bukan pemerintah Amerika? Ironis….. sekali lagi saya mengutip wijayantiesther.blogspot.com, Mengapa saya katakan ironis? Film ini jelas dibuat dengan tujuan politik. Dengan menggunakan kekuatan amarah umat Islam, yang memang mudah dibangkitkan. Marah dulu, jelas duduk perkaranya belakangan. Marah dulu, serang dulu yang dianggap bertanggung jawab, perkara yang membuat sama yang diserang berbeda, itu urusan belakangan. Emosi massa yang tidak dapat dikendalikan ini adalah potential power yang dijadikan kendaraan politik pihak-pihak yang memerlukannya. Berapa sering umat Islam dipakai pihak-pihak lain untuk tujuan-tujuan tertentu tanpa disadari? Ayolah, buka mata lah, jangan mau ditunggangi pihak-pihak lain. Kendalikan diri anda. Jika Rasulullah masih hidup, apakah beliau akan membela nama baiknya mati-matian? Tidak, karena junjungan Rasulullah adalah Allah, bukan nama baiknya sendiri. Mengutippernyataan Said Aqil di Jakarta, antaranews, film tersebut tidak perlu disikapi berlebihan, apalagi dengan tindakan yang justru kontra produktif. “Dari dulu sampai sekarang, selalu ada orang yang tidak suka kepada Rasulullah, tetapi kita jangan sampai menghabiskan energi untuk itu, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya. “Allah akan menjaga nama baik beliau, baik ketika masih hidup atau sesudah wafat,” kata Said Aqil. Jangan sampai, amarah kaum muslim hanya dimanfaatkan pihak asing. Lihatlah pernyataan dari infowars.com, “Para konspirator membuat film ini dengan tujuan untuk memprovokasi reaksi kekerasan, yang  pada gilirannya memberikan Partai Republik “gada politik” untuk mengalahkan presiden Barack Obama dari partai Demokrat dalam pemilu. Apa manfaat bagi kita? ironis memang, kita selalu menjadi bulan-bulanan kepentingan pihak lain. Tulisan lain:

  1. Fasilitas Reaktor Nuklir Dievakuasi di Austin, Buntut Reaksi Film “Innocence of Moslem”?
  2. Aya-ayat Al-Quran Kadaluarsa?
  3. Tak Rela Orang Kristen dan Yahudi Masuk Surga

Nawaka Seae

/nawaka

Hidup ini Susah... Sekalipun Susah, tertap berjuang .. Ah yang penting........ nawakal saja lah.........
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?