Nathalia
www.kompasiana.com/nathalia

anak tengil yang anda cari, sedang blusuk'an.. sila menunggu setahun lagi... *bip bip bip*
Kompasianer sejak:
30 March 2009
Tulisan : 50 artikel
Komentar : 18384 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cerpen

Dunia Di Balik Dedaun Sirih Merah

Hujan masih saja setia merintik. Samar menyemburatkan warna pelangi saat bulir-bulir bening airnya, tertimpa sinar matahari. Iya, hari ini memang hujan. Gerimis. Namun sepertinya matahari ...

REP | 28 January 2013 20:49

189   0   dibaca Nihil

Cerpen

Mbok Par

“Sopo?”. Sebuah tanya menyeruak masuk gendang telinga berbareng pantatku yang jatuh di amben bambu. Amben bambu yang beberapa bilahnya terlepas. Menyisakan ruang-ruang yang renggang di antaranya. membuat ...

OPINI | 24 January 2013 22:55

196   0   dibaca 3 inspiratif

Cerpen

Yang Tertinggal

‘Kami yang berbahagia’ Tulisan itu terpatri disana. Aku menutupnya. “Kamu baik-baik saja kan Dyah?”. Aku menggeleng. Perasaanku tidak cukup baik. Dan pikirku tak cukup untuk membuat kepala mengangguk. “Maaf”. Aku ...

OPINI | 23 December 2012 22:46

159   0   dibaca 4 menarik

Cerpen

Kepergian-kepergian

“Hati-hati ya Abbi?” Ucap perempuan berhijab warna kuning pastel yang lembut. Takjim dia mencium punggung tangan pria di depannya. Suaminya mungkin. “Insya Allah. Kalau sudah sampai, Insya ...

REP | 26 November 2012 17:38

195   0   dibaca Nihil

Cerpen

Di Ambang Sore

Ini kali kedua dia bisa menyempatkan singgah. Di simpang tiga titian. Di antara rerimbunan pohon bambu. Tujuh senja dia kunantikan. Entah harus berapa senja lagi ...

REP | 23 November 2012 17:51

119   0   dibaca 3 menarik

Cerpen

Kekang

Aku ingin mencium keningnya. Sekali lagi. Sekali saja. Lembut, selembut yang aku bisa. Tak ingin aku menyakitinya. Demi alasan apapun. Tak ingin. Yang kulakukan selama ini ...

REP | 22 November 2012 12:13

189   23   dibaca Nihil

Puisi

Pesta

ada pesta di kepala, saat usai, menyisakan kenang, terserak begitu saja badut-badut berkumpul. sibuk memasang topeng juga pupur. sempalan hati, tergesa sembunyi balon-balon berterbangan. lepas sudah genggaman. ...

FIKSI | 14 November 2012 10:02

98   8   dibaca Nihil

Cerpen

Janji di Tepi Hari

tunggulah aku, di Jakartamu.. tempat labuhan, semua rinduku.. “Jaga dirimu baik-baik”. Seorang wanita dengan rambut panjang dan dikuncir kuda yang duduk di dalam gerbong kereta di ...

REP | 12 November 2012 17:09

158   7   dibaca Nihil

Cerpen

Potret

musim berlalu, berganti musim, mentari terbit dan tenggelam.. dan aku di sini, memandang pada potretmu.. “Pa!” Lelaki tua yang aku sebut papa, menengok. Langkahnya tertatih menghampiriku. Aku ...

REP | 9 November 2012 12:19

162   14   dibaca Nihil

Cerpen

Tim Hore

“Dik, nanti bantuin kakak bilang sama Mama ya, mau kan?”. Dia mengangguk. Dia adik perempuanku. Usia kami terpaut jauh. Aku sudah di kelas 8, sedang dia ...

REP | 8 November 2012 20:08

180   11   dibaca Nihil
1 2 3 ... 5 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: