Mochamad Syafei
Mochamad Syafei pegawai negeri

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pernah juga mengajar di SMP N 228 Jakarta. Suka Menu Lis dan Me Mba Ca. Agar tidak jadi gila ....

Selanjutnya

Tutup

Berpikir Rasional

13 Agustus 2017   07:43 Diperbarui: 13 Agustus 2017   07:53 17 1 0
Berpikir Rasional
Dok. Pribadi

Para peserta promo umroh dibohongi lagi.  Berkali kali berita begini muncul. Dan tak mengambil pelajaran darinya.

Bisa menggandakan uang. Temen satu juta, bisa panen puluhan juta. Akhirnya, tak dapat apa apa. Dibohongi lagi dengan modus penggandaan uang. Parahnya, kejadian sama berulang. Tak mau mengambil pelajaran sebelumnya.

Koperasi ngumpulin duit dan akan ditukar dengan kebutuhan pokok di saat lebaran.  Saat lebaran, baru kaget karena pengurus Sudah kabur entah kemana. Beberapa waktu kemudian, muncul berita serupa. Apakah mereka tak mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya?

Manusia memiliki kelebihan dari makhluk Tuhan lain karena otaknya. Manusia tak berotak tak berbeda dengan binatang.

Tidak ada kewajiban apa pun bagi manusia tak berotak. Bahkan dalam kewajiban agama pun gugur.

Dalam setiap prilaku kita, seharusnya kita selalu berpikir rasional. Jika kita mendapatkan tawaran tawaran apa pun yang tak rasional, maka segera lupakanlah. Karena tawaran itu kemungkinan besar sekali adalah kebohongan yang nyata.

Umroh dengan biaya 14 jutaan itu hampir tak mungkin bisa dilaksanakan. Kok ada yang bisa? Pasti ada kebohongan pada waktu itu yang tapi disembunyikan.  Pada saatnya akan terbuka kebohongan itu justru saat orang yang percaya sudah banyak.

Penggandaan yang itu omong kosong yang nyata. Orang yang percaya, meski memiliki gelar prof dan dok. Tetap saja mereka adalah orang orang yang telah kehilangan rasionalitas nya.

Siapa pun yang meninggalkan rasionalitas nya, maka dia akan merugi. Merekalah calon calon korban kebohongan.

Kita tak mau dibohongi dan tak mau menjadi korban aneka kebohongan yang semakin canggih? 

Resepnya hanya satu: BERPIKIR LAH RASIONAL.