HIGHLIGHT

Penggunaan Media Uang Dalam Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas III SD Negeri Kalisabuk 2

29 September 2012 02:56:46 Dibaca :

Pendahuluan


Media digunakan untuk mendukung terciptanya tujuan pembelajaran yang baik. Penggunaan media dalam pelaksanaan pengajaran akan membantu kelancaran, efektifitas dan efesiensi pencapaian tujuan. Bahan pelajaran yang dimanipulasikan dalam bentuk media pengajaran menjadikan anak seolah-olah bermain, asyik dan bekerja dengan suatu media itu akan lebih menyenangkan mereka, dan pengajaran akan menjadi benar-benar bermakna. Media merupakan salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan dalam pengembangan sistem pembelajaran yang sukses.


Salah bentuk media yang digunakan dalam bahasan uang dalam bentuk spesimen. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa diantaranya disebabkan oleh kurang pahamnya siswa pada materi pokok bahasan uang serta kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran matematika. Padahal pokok bahasan tersebut sangatlah penting sebagai bekal bagi seorang siswa kelak jika sudah dewasa dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Uang merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Belanja, makan, minum, pakaian, rekreasi dan kebutuhan hidup yang lain membutuhkan uang.


Metode penelitian ini dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan Penggunaan media uang dalam pembelajaran matematika yaitu bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) meningkatnya hasil pembelajaran matematika pada pokok bahasan uang pada siswa kelas III SD Negeri Kalisabuk 2, 2) mendeskripsikan penggunaan media uang yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan uang pada siswa kelas III SD Negeri Kalisabuk 2.


Menurut M.Khafid dan Suyati (2004: 118) Media uang dalam pembelajaran siswa usia dini digunakan untuk mengenalkan tentang nilai mata uang dalam kehidupan sehari-hari baik uang logam maupun uang kertas. Media uang yang peneliti gunakan dalam pembelajaran yaitu uang kertas dan uang logam.


Dimyati dan Moedjiono (2006: 3) memaparkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pengajaran dan kemampuan mental siswa. Setelah selesai mempelajari materi, diadakan evaluasi hasil belajar untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya, sebelum dilanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi.


Berdasarkan pendapat Padmono (2002: 37) menyatakan bahwa hasil belajar menunjukan perubahan yang berupa penambahan, peningkatan dan penyempurnaan perilaku. Sebagaimana dalam hasil belajar matematika, perubahan-perubahan tersebut sangat diperlukan agar pembelajaran matematika maksimal.


Dalam menilai hasil belajar matematika ada aspek yang harus diperhatikan yaitu: a) Hasil belajar matematika berupa pengetahuan dan pengertian, b) Hasil belajar matematika dalam bentuk kemampuan dan kelakuan sebagai warga negara yang baik, c) Hasil belajar matematika dalam bentuk kemampuan untuk menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan masalah, d) Hasil belajar matematika dalam bentuk keterampilan dalam menggunakan alat-alat matematika.


Metode Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berdaur/siklus. Tujuan PTK adalah memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang ditemukan di kelas III SD Negeri Kalisabuk 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2011 sampai dengan bulan Juni 2012.


Prosedur penelitian tindakan kelas berupa perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus tiga pertemuan. Pada perencanaan tindakan dilakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar dan materi yang akan diajarkan dalam pelaksanaan penelitian, menyiapkan media gambar, menentukan observer, menyusun RPP, menyusun LKS, serta menyusun instrumen tes dan non tes. Kegiatan pembelajaran berlangsung di dalam kelas, siswa memperhatikan penjelasan guru, dan siswa diminta memperagakan penggunaan media gambar, berdiskusi serta menyampaikan hasil diskusi yang dilakukan.


Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar wawancara, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, soal tes. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif.



Hasil Penelitian


Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tiga siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 sampai bulan Juni 2012 di Kelas III SD Negeri Kalisabuk 2. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi kegiatan awal, inti, dan akhir. Pada kegiatan awal, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai sebagai acuan bagi siswa. Dalam kegiatan inti, guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunaan media uang sebagai upaya dalam peningkatan hasil belajar matematika pokok bahasan uang. Siswa memperhatikan media uang yang ditunjukkan serta mendemonstrasikan secara individu dan kelompok. Untuk mengaktifkan siswa, guru mengajukan beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang dibahas serta menunjuk siswa untuk memperagakan penggunaan media uang. Ketika kegiatan diskusi kelompok, siswa sangat antusias dengan media-media uang yang digunakan.


Selama proses pembelajaran, guru memberikan penilaian kepada siswa, baik dalam langkah penggunaan, kemudahan, keterampilan, ketepatan, dan langkah dalam menyelesaikan soal. Semakin baiknya langkah pembelajaran yang digunakan dan semakin siswa bersemangat belajar maka hasil belajar pun semakin meningkat. Pada Siklus I belum tampak ada peningkatan, terbukti dengan masih rendahnya persentase ketuntasan pada penilaian hasil yang dicapai siswa, sehingga masih perlu diperbaiki pada siklus II. Hasil pelaksanaan tindakan siklus II terjadi peningkatan yang cukup baik. Akan tetapi, peneliti merasa belum puas kemudian melanjutkan penelitian siklus III. Hasil siklus III sangat memuaskan sehingga peneliti mengakhiri penelitian tindakan kelas ini. Berikut Hasil Siklus I-III:


Tabel 1. Perbandingan Persentase Ketuntasan Penilaian Proses Siswa Siklus I-Siklus III







Penelitian




Persentase Ketuntasan




Keterang-an









S 1




S 2




S 3









1




30%




50%




90%




Meningkat






2




33%




56%




86%




Meningkat






3




29%




73%




93%




Meningkat






4




30%




65%




91%




Meningkat





Penilaian proses dilakukan guru saat pembelajaran berlangsung. Aspek yang dinilai dalam penilaian proses berupa yaitu keaktifan, kesungguhan, dan penyelesaian masalah. Berdasarkan Tabel 1, persentase siswa yang mampu mencapai KKM (70) selalu meningkat pada setiap siklus. Selain penilaian proses peneliti juga melaksanakan penilaian hasil.


Tabel 2. Perbandingan Persentase Ketuntasan Penilaian Hasil bahasa Inggris Siklus I-III







Penelitian




Persentase Ketuntasan




Keterang-an









S 1




S 2




S 3









1




30%




55%




90%




Meningkat






2




34%




54%




87%




Meningkat






3




27%




74%




93%




Meningkat






4




30%




70%




93%




Meningkat





Pembahasan Penelitian


Pelaksanaan tindakan pada pembelajaran matematika menggunakan media uang dilaksanakan dengan tiga siklus. Menurut Sukmiati (2005: 30) uang dibedakan menjadi dua jenis yaitu a) uang kartal, dan b) uang giral. Sedangkan dalam penelitian ini media uang yang digunakan adalah uang kartal yang terdiri dari uang kertas dan uang logam.


Berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan, dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan media uang dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan uang. Penggunaan media uang berbanding lurus dengan hasil belajar matematika siswa. Perbandingan nilai tertinggi dari hasil evaluasi tiap tindakan dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.


Tabel 3. Perbandingan Nilai Tertinggi dari Hasil Evaluasi Sebelum dan Sesudah Tindakan







Penelitian




S I




S II




S III






1




60




71




88






2




65




79




91






3




71




83




95





Berdasarkan Tabel 3,penggunaan media uang sangat membantu siswa sekolah dasar dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Trianto (2007) yang mengemukakan bahwa rehearsal dapat mentransfer informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Maksud dari pendapat di atas adalah pengulangan dilakukan agar dapat memindahkan informasi yang ada pada memori jangka pendek bisa masuk ke memori jangka panjang, sehingga ketika diperlukan dapat dipanggil lagi.


Hasil belajar matematika dalam penelitian ini merupakan hasil olahan nilai siswa saat proses pembelajaran berlangsung dan dari penilaian hasil saat mengerjakan tugas-tugas dari guru. Hasil belajar siswa yang dicapai dalam penelitian ini selalu mengalami peningkatan pada setiap tahapan siklus. Hal ini dipengaruhi oleh perubahaan cara guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Sudjana (dalam Padmono, 2009) memaparkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa atau mahasiswa setelah dia menerima pengalaman belajarnya.


Sebelum digunakan media uang dalam pembelajaran matematika, ketika mengerjakan soal siswa hanya mengandalkan ingatan materi yang ada di otaknya sehingga materi yang dibahas awal sering lupa. Anak belum mampu berpikir secara abstrak sehingga dengan demonstrasi penggunaan uang siswa dapat memahami soal yang ada.


Hasil pelaksanaan tindakan pembelajaran menggunakan media uang dapat mengembangkan ranah afektif, psikomotor, maupun kognitif. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibrahim & Syaodih (2003) yang menyebutkan keuntungan obyek nyata/konkret yaitu: 1) dapat memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada siswa untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dala situasi nyata, 2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih keterampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat.


Penggunaan media uang yang dilakukan pada penelitian ini mampu meningkatkan hasil belajar matematika terbukti dari hasil evaluasi sebelum dan sesudah penelitian. Sebelum digunakan media uang dalam pembelajaran matematika, ketika mengerjakan soal siswa hanya mengandalkan ingatan materi yang ada di otaknya sehingga materi yang dibahas awal sering lupa. Anak belum mampu berpikir secara abstrak sehingga dengan demonstrasi penggunaan uang siswa dapat memahami soal yang ada.


Simpulan dan Saran


Penggunaan Media uang dalam peningkatan hasil belajar matematika dapat disimpulkan sebagai berikut:


Penggunaan media uang dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas III SD Negeri Kalisabuk 2 yang dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus.


Penggunaan media uang dapat meningkatan hasil belajar matematika siswa adalah dengan melaksanakan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media uang sesuai dengan skenario yang telah dibuat dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk menciptakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran sehingga siswa menjadi tertarik terhadap pembelajaran yang nantinya berimbas pada peningkatan hasil belajar siswa dalam pokok bahasan uang.


Berdasarkan kesimpulan tersebut ada beberapa saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti yaitu:


Guru dalam melaksanakan KBM sebaiknya menggunakan berbagai macam media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajarannya, agar siswa mampu mencapai ketuntasan belajar yang diharapakan. Guru hendaknya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, dan menyenangkan agar siswa tidak merasa jenuh terhadap pembelajaran matematika.


Siswa hendaknya dapat mengikuti pembelajaran secara aktif dan kreatif agar hasil yang dicapai sesuai dengan kemampuannya.


Peneliti hendaknya lebih mengoptimalkan penggunaan media uang atau media yang lain dalam pelaksanaan pembelajaran agar tercipta pembelajaran yang efektif.


Daftar Pustaka



Dimyati dan Moedjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rineka Cipta.


Ibrahim, R. & Syaodih, N. 2003. Diakses dari http://www.google.co.id/url=langkahlangkah+penggunaan+media+konkret pada tanggal 6 November 2011.


Khafid, M dan Suyati. 2004. Media-media Pembelajaran. Jakarta: CV. Pustaka Ilmu.


Sumantri, M dan Permana, J. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.


Padmono. 2002. Evaluasi Pengajaran. Surakarta : FKIP UNS.


Sudjana, N. & Rivai, A. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.


Sukmiati. 2005. Pendidikan Ekonomi SMA I. Semarang: CV. Semest


Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik Konsep Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Surabaya: Prestasi Pustaka.

Miftakhul Firdaus

/miftakhul_firdaus

MANUSIA DENGAN SEGALA KETERBATASAN....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?