HIGHLIGHT

Kenapa Perempuan Jawa Dilarang Menikah dengan Lelaki Sunda

02 Agustus 2011 08:34:00 Dibaca :




Mungkin di antara kalian ada prempuan (keturunan Jawa) yg prnh mndngr larangan ini.. Sdngkn u/ para lelaki (keturunan Sunda) saya tdk yakin bnyk yg prnh mndngrnya.. Knp larangan ini hny mengait Jawa dn Sunda?? Knp tdk membahas suku" d tanah air yg lain??

Konon katanya bila perkawinan ini tjadi akan mengakibatkan hal besar yg tdk baik menimpa pd pasangan ini slama hdpnya.. but who knows only God knows why..!!!

Perempuan itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, atau karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar engkau beruntung”. (HR. Bukhari dan Muslim)

..., sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. (Q.S. An-Nur:26)

Mnurut saya ga usah jawa sunda, sesama jawa atau sesama sunda juga pasti bertemu masalah besar.. Masalah cerai, sepertinya itu genetik ya, kalau emang salah satu atau keduanya mewarisi kebiasaan kawin cerai, gak bisa menghargai kesetiaan, prilaku kampret, penghianat oportunis dan serakah dari orang tuanya, yaa... cerai adalah solusi yang hampir pasti dipilih setiap kali bertemu masalah.

Bnyk dr para orgtua Jawa ato Sunda jaman dulu yg melarang hal ini krna terkait mitos.. Yaa lagi" mitos,, itulah knp qta perlu memperhatikan logika u/ membebaskan diri dari ajaran" busuk dan pola pikir keparat yang diwariskan orang tua yg pny paradigma spt itu.. hehehe sorry #sotoy to the max#

Setelah sekian lama saya bnyk b'tanya dlm benak saya tnyata mngkn ini adlh jwbn yg paling logis mnurut saya dgn melihat latar blakang sejarah yg ada.. Konon katanya,, hal ini d sbabkan o/ pristiwa yg t'jadi pd zaman krajaan dahulu kala..
Crita d awali ktika slh satu tokoh kiai, sesepuh d dlm krajaan Jawa yaitu Majapahit, yg akn mninggal tp mndptkan ksulitan dlm mlepas raga d krnakan ilmu kbatinan yg d milikinya. D sinilah awal mula crita seorg Gajah Mada slain piawai dlm m'lebarkan sayapnya d sluruh nusantara, dia pun memang m'punyai ilmu kbatinan dlm drinya yaitu ilmu yg mampu m'buat seseorg m'punyai umur yg pnjng sampai berumur ratusan thn. Hingga pd akhirnya Gajah Mada lah yg bsedia menerima ilmu itu agar sang kiai mampu melewati gerbang kematian.

Ambisiusnya seorang Gajah Mada cukup kentara dlm menguasai daratan d nusantara qta ini. Ktika Gajah Mada mulai menyatakan keinginannya u/ menguasai tanah Sunda yg waktu itu diperintah oleh seorang Maharaja yang bernama Linggabuana dlm sbuah pemerintahan b'nama Sunda Galuh. T'nyata keinginan Gajah Mada yg ingin menguasai Sunda Galuh tdk bnyk d setujui o/ para tokoh pnting d dlm kerajaan itu sndiri, spt para ibu suri dan beberapa pjabat pnting lainnya. Sbtulnya tdk bnyk yg tau, apa sebenarnya yang menjadi keinginannya dalam hal keinginan Gajah Mada yang ingin menguasai Krajaan Sunda Galuh. Gajah Mada adalah seorang pemuda tampan yg sdh menjelang masa kedewasaan dgn maksud mencari yg akan mnjadi permaisurinya kelak.

Sebuah tonggak sejarah yang banyak orang menganggap bahwa Perang Bubat adalah awal mulanya muncul sentimen bagi orang jawa dan orang sunda. Sampai akhirnya tjadi sbuah peperangan yg sangat bersejarah yg tjadi d Lapang Bubat d kerajaan Majapahit. Perang ini d awali krna kesalahpahaman yg tjadi sbenarnya ulah dari bawahan Gajah Mada yg lbh ambisius dan culas dlm keinginannya membuat Sunda Galuh bertekuk lutut.

Cerita klimaksnya adalah ketika akhirnya rombongan dari Sunda Galuh membawa calon pengantin yaitu sang putri Dyah Pitaloka Citraresmi yang akhirnya membuat luluh hati sang raja Gajah Mada, terhambat di lapangan Bubat. Karena penyambutan tidak diadakan bagi pihak Sunda Galuh sehingga pihak Majapahit yang menyangka bahwa kedatangan Sunda Galuh memang akan telat dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang memang menginginkan pernikahan antara Dyah Pitaloka dan Gajah Mada tidak akan pernah terjadi.

Gajah Mada menganggap bahwa penyerahan Dyah Pitaloka dianggap sebuah upeti dari Sunda Galuh bagi majapahit yang mengakui dibawah satu bendera tapi tidak bagi pihak Sunda Galuh itu sendiri. Gajah Mada yang memang menganggap bahwa pinangannya murni karena memang ingin menikahi Dyah Pitaloka tanpa menganggap ada sesuatu dibalik itu semua.

Sampai akhirnya peperangan tidak dapat dielakkan lagi ketika pihak" ketiga yg semakin mengeruhkan suasana dan kehormatan para Sunda Galuh yang tinggi meletuslah Perang Bubat. Jelas tergambar segala suasananya dalam peperangan ini juga tindakan heroik Dyah Pitaloka dengan membunuh dirinya sendiri ketika mengetahui kedua orang tuanya sudah meninggal.

Cerita diakhiri dengan suasana kerajaan yang mendengar berita habisnya pasukan Sunda Galuh diperangi oleh pasukan Majapahit membuat suasana kerajaan menjadi berkabung bukannya bersuka ria menerima kemenangan dipihak Majapahit. Sampai Gajah Mada akhirnya harus menerima tanggung jawabnya dengan meletak jabatan dan diasingkan di Madakaripura. Sebuah rapor merah bagi seorang Gajah Mada diantara prestasinya melebarkan sayap Majapahit diseluruh nusantara yaitu keberhasilannya memenangi peperangan melawan pasukan Sunda Galuh ditanahnya sendiri di lapangan Bubat.
Masuk akal bukan? Tetapi kemudian menjadi sangat tidak berhubungan (antara sejarah dengan alasan pelarangan tersebut yang beredar pada masa kini). Perempuan Jawa dilarang menikah dengan lelaki Sunda karena : Takut ada perselisihan yg mengakibatkan peperangan besar tjadi spt perang BUBAT pd zaman dulu..

#mencari sesuatu yang lebih bermakna dalam hidup ini#

Rifa Maulana

/mercurial

Namaku dimulai dengan huruf R... Begitu aku sampai menginginkan seseorang, aku akan maju dengan gempita dalam mengejarnya. Aku tidak mudah menyerah dalam perjalanan. Aku sangat perhatian dan menjaga. Jika seseorang memiliki masalah, aku sangat ingin membantu. Aku sangat berhasrat, setia dan serius dalam keterlibatan. Aku sangat jelas dan berbakat dan memiliki rasa humor yang baik. Ketika orang melihat mataku dalam-dalam, mereka tidak dapat menolak apa yang mereka lihat. Aku dirangsang oleh sesuatu yang luar biasa dan eksentrik, memiliki sikap terbuka dan bebas. Aku orang yang sangat logis dan berorientasi pada tindakan. Aku butuh seseorang yang dapat mengikuti langkahku. Aku menjadi bergairah karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Aku suka tertawa... Aku suka menangis... Kadang2 sensitif... naif... keras kepala... Survival kemanapun aku pergi... Aku adalah pejuang hidup dgn tetes2 keringat dan air mataku... Aku cinta anak2, karena mereka polos dan mengajariku tentang hidup yg sesungguhnya... Belajar bersabar kepada mereka.... Mereka slalu membuatku tersenyum.... Love to care and love to share... Thats makes my life meaningful... "Being brave to behave... being brave to struggle... being brave to fight for justice... being brave to life... being brave to die... being brave to love... and always ready accepting the consequences... without tears and regret... coz doing everything always by whole hearted"
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?