HIGHLIGHT

Tau Apa Anda Tentang Geng Motor?

08 Oktober 2010 22:30:00 Dibaca :

Saya berani taruhan rata-rata semua kompasianer tau tentang geng motor di bandung yang tersohor itu. Yak tak dipungkiri, setelah masuk dalam pemberitaan di beragam media perihal geng motor ini menjadi konsumsi dan pengetahuan umum bagi masyarakat indonesia. Tapi apakah kompasianer bener-bener paham mengenai apa itu geng motor, bagaimana cara rekrutmen anggotanya, mengapa hal ini menjadi masalah yang tak kunjung selesai di masyarakat bandung umumnya, dan seribu satu hal lainnya. Maka reportase kali ini sengaja disusun oleh penulis untuk membeberkan sosok sebenarnya dari geng motor ini.

Sejarah dan 4 geng motor terkenal di bandung

Sebenarnya geng motor terbentuk akan kesamaan hobi ngebut dengan motornya baik di siang maupun malam hari. Susahnya mencari event otomotif di tahun 80-an juga merupakan salah satu motif berkumpulnya anak muda kemudian membentuk geng demi hobi ngebut dijalanan.

Pada saat itu, walaupun sering terjadi kebut-kebutan yang cukup mengganggu tapi geng motor belumlah se-brutal sekarang. Saat itu, menurut narasumber penulis (salah satu eks pentolan geng motor tahun 80-an), apabila ada masalah maka akan diadakan duel resmi antara individu-individu yang bermasalah dan disaksikan oleh para “tetua”. Seiring dengan perkembangan zaman dan jumlah anggota, terjadi perubahan dalam arti solidaritas, keberanian, serta tujuan yang berujung pada pertikaian yang melibatkan gerombolan kelompok dan tentunya mendatangkan korban masyarakat biasa.

Hingga saat ini tercatat ada 4 geng motor yang terkenal di bandung. Ada XTC (eXalt To Coitus), GBR (GraB on Road), Moonraker, Briges (BRIGadir Seven). Keempat geng ini memiliki tujuan untuk menghasilkan anggota dari kalangan SMP atau SMA (laki-laki maupun perempuan) yang “solider” dan “berani” dan telah memiliki banyak cabang didaerah jawa barat lainnya (walaupun pusatnya tetaplah di kota bandung dan sekitarnya).

Apa arti “solider” dan “berani”? Arti “solider” dan “berani” disini dapat merujuk pada temuan “buku putih” dokumen wajib milik anggota geng motor itu sendiri. Pada tahun 1999 kepolisian bandung menemukan dokumen setebal 20 halaman yang memuat tiga doktrin utama geng motor, anggota harus berani melawan polisi dengan pangkat komisaris ke bawah, anggota harus bernyali baja dalam melakukan kejahatan dan anggota harus berani melawan orang tua.

Selain doktrin tersebut, masa pengospekan yang sedemikian rupa seperti keharusan berkelahi, keharusan merusak, keharusan minum dan lainnya adalah alasan utama yang membuat anggota geng motor sekarang menjadi sedemikian brutal dan menjadi momok dimana-mana. Sekarang mari kita tilik satu persatu geng motor yang sering kompasianer dengar dari berbagai forum yang ada.

XTC (Exalt To Coitus)

XTC awalnya didirikan pada tahun 1982 dikota bandung oleh sekumpulan anak swasta elite. XTC memiliki anggota yang banyak serta loyal dimana-mana. Peningkatan jumlah anggota tersebut bahkan membuat XTC yang awalnya hanya menguasai beberapa ruas jalan di kota bandung, seperti jalan Gatot subroto, jalan peta, jalan buah batu, dan jalan diponegoro mampu memperluas wilayahnya hingga daerah jalan dago, pasteur bahkan hingga kiara condong.

Perluasan wilayah inilah yang menyebabkan terjadi banyak pertikaian karena tersinggungnya wibawa geng motor lainnya. Pertikaian yang telah menelan banyak korban baik sesama anggota geng motor dan juga anggota masyarakat biasa lainnya.

Menarik untuk menyimak bagaimana XTC melakukan ospek terhadap para calon anggotanya. Biasanya penggodokan anggota dilakukan di lembang selama beberapa hari. Saat itu para calon anggota akan “ditempa” dengan beragam aktivitas fisik termasuk duel antar sesama (dahulu sempat ditayangkan di beberapa TV swasta di indonesia). Selain itu ada inisiasi tambahan, kalau anda jeli akan arti XTC itu sendiri anda pasti akan tahu maksud saya. Ya, XTC yang merupakan singkatan dari eXalt To Coitus (pemujaan kepada persetubuhan-seks) mengharuskan anggotanya untuk berhubungan seks. Bagi anggota perempuan bisa kepada anggota lainnya, bagi anggota laki-laki bisa ke anggota perempuan (biasa disebut “properti”) lainnya.

Moonraker

Moonraker adalah geng yang didirikan pada tahun 1978 oleh sekelompok siswa SMA di jalan Dago. Nama moonraker itu sendiri diambil dari film james bond yang sedang beken diwaktu itu. Moonraker adalah geng yang sering bertikai dengan XTC dikarenakan invasi XTC terhadap sebagian wilayahnya.

Untuk urusan kebringasan sama saja dengan XTC ataupun geng motor lainnya. Dengan bendera bergambar kelelawar dengan background merah, putih, biru moonraker menguasai daerah dago, dago pojok dan juga jalan dipati ukur.

Brigez (BRIGadir Seven)

Briges awalnya lahir dari sekelompok siswa SMA 7 (seven). Geng ini adalah geng yang menempati posisi kedua dibawah XTC dan merupakan musuh bebuyutannya. Selain tiga doktrin utama diatas, terinspirasi dari black metal (sumber penulis), briges mengharuskan calon anggotanya untuk meminum darah ayam dan anjing. Hal ini diyakini dapat menumbuhkan keberanian pada diri anggota briges dalam beraksi.

Dalam wilayah kekuasaan briges hanya menguasai jalan lengkong, tempat sekolah mereka berdiri, dan jalan asia afrika dan jalan sudirman. Geng ini sering kali menyebabkan dan terlibat tawuran atau penyerangan terhadap sekolah-sekolah lainnya.

GBR (GraB on Road)

GBR adalah geng motor paling bontot yang didirikan serta beranggotakan anak-anak SMP. Walaupun paling bontot dan anggotanya kebanyakan SMP brutalnya sama saja dengan geng lainnya. GBR menguasai sepanjang jalan sunda, sumatera dan sekitarnya. GBR merupakan geng yang paling lambat pertumbuhannya karena memang terdiri dari anak-anak SMP yang memiliki hobi balapan dimalam hari.

Pola Perekrutan Anggota

Masing-masing geng motor memiliki cara sendiri dalam membina kemampuan dan keberanian anggotanya. Minuman, seks, obat-obatan adalah hal biasa bagi anggota geng motor. Selain itu penggemblengan biasa dilakukan di tempat-tempat tertentu (masing-masing geng memiliki tempat favoritnya) semisal lembang atau tempat lainnya dimana anggota harus melakukan serangkaian aktivitas fisik yang brutal termasuk duel sampai lawan tidak berkutik antar anggotanya.

Selain itu, setelah rangkaian aktivitas fisik dalam ospek biasanya masih ada satu tambahan tes lagi. Tiap anggota diharuskan untuk menuruni jalan atau balapan dengan sepeda motor tanpa rem. Murni mengandalkan kenekatan dan skill memainkan persneling kendaraan. Latihan semacam inilah yang membuat para anggota terlatih melakukan aksi kejahatan, perampasan, penyerangan dan perampokan (termasuk kabur dari kejaran aparat).

Bagaimana geng-geng motor ini bisa mendapatkan anggotanya? Simpel sebenarnya, mereka cukup mendatangi sekolah-sekolah basis asal mereka. Senior sering kali tinggal “mencomot” anak sekolah baru yang mereka temui dan membawanya untuk mengikuti serangkaian kegiatan sebagaimana yang dialami oleh Tio, salah satu anak bapak kos penulis dahulu.

Sabtu sepulang sekolah, sebutlah Tio, tidak pulang kerumah. Minggu sore baru pulang dengan muka lusuh dan mengaku menginap dirumah temannya. Setelah didesak oleh bapak dan ibu dia akhirnya Tio mengaku dibawa ikut ke Garut mengikuti serangkaian kegiatan geng motor. Tio pun ikut saja karena ajakan itu disertai ancaman akan dibuat sengsara disekolah kalau tidak mau ikut serta. Pola seperti inilah yang membuat banyak anak usia sekolah nurut dan akhirnya menjadi anggota geng motor.

Untuk keluar dari keanggotaan geng motor bukanlah perkara mudah. Bahkan ada yang mengharuskan anggotanya memotong jari kelingking apabila ingin keluar dari keanggotaan gengnya. Hal ini belum termasuk ancaman, teror dan beragam hal lainnya yang menyurutkan mental walau banyak juga yang tak mau keluar karena sudah terlanjur keenakan dengan beragam kegiatannya.

Penyerangan Terhadap masyarakat?

Sebenarnya hal ini terjadi bukan hanya karena pertikaian antara sesama geng. Adanya perintah dari senior atau komandan adalah salah satu alasan lainnya sehingga anggota geng menyerang masyarakat biasa. Dan hal ini belum termasuk hasutan, pengaruh minuman, dan yang lainnya.

Dalam malam-malam tertentu para anggota geng sering kali berkumpul (sekali kumpul bisa mencapai 100 motor lebih) untuk melakukan konvoi. Pada saat itu, anggota memiliki keberanian lebih dan merusak tempat mana saja yang diperintahkan, yang kurang berkenan, atau malah dicurigai sebagai lawan. Tapi ada kalanya juga penyerangan dilakukan oleh beberapa anggota saja yang berkumpul, keliling mencari mangsa, memaksa orang lain (umumnya mereka mengincar bapak-bapak yang menggunakan motor standar, berkendaraan pelan dan melewati jalan gelap) untuk menyerahkan motor, dompet atau HP nya, apabila ada gelagat “sengak” dari mangsa para anggota geng ini tidak segan menghabisi mangsa.

Memecahkan masalah geng motor?

Untuk memecahkan masalah geng motor ini cukup rumit. Perlu dilakukan koordinasi dari beragam pihak, terutama dari pihak sekolah, keluarga, kepolisian dan masyarakat. Pihak sekolah bekerja dengan Diknas harus mampu memantau dan melindungi murid-muridnya yang potensial menjadi anggota geng. Razia, pencatatan nama, konseling bisa dilakukan sesering mungkin untuk memantau dan mencegah murid terjerumus didalam aksi geng motor.

Keluarga pun harus lah jeli melihat perubahan dari anak dan mengarahkannya. Entah karena kebiasaan atau pengaruh kehidupan perkotaan sering kali yang terjadi malah orang tua cenderung membebaskan anak untuk bergaul tanpa memantau atau mengarahkan. Orang tua harus ekstra hati-hati mencurigai apalagi kalau ada gelagat yang ditutup-tutupi dari anak sendiri.

Dalam penegakan hukum lagi-lagi kepolisian dituntut tegas dalam melaksanakan hukuman terhadap geng motor. Ada pameo umum bahwa pentolan geng motor kebanyakan adalah anak-anak orang berpangkat di kota bandung dan dibiarkan. Selain itu, kepolisian janganlah takut untuk menghukum walaupun faktanya para pelaku adalah anak dibawah umur. Hukuman yang tegas kalau perlu ditembak ditempat harus diberlakukan guna memberi efek jera dan jeri untuk para pelaku atau para calon pelaku.

Terakhir, masyarakat harus mampu bertindak cepat untuk melaporkan kalau ada gerombolan yang mencurigakan. Jangan takut untuk mengambil peran mengamankan lingkungan sekitar. Jangan sampai korban-korban yang terpaksa kehilangan tangan, kehilangan kaki, bahkan nyawa berjatuhan dimana-mana. Sinergi dari keempat elemen inilah menurut penulis yang harus dilakukan apabila ingin memecahkan masalah geng motor di kota bandung. Penulis merasa sayang apabila kedepannya kota bandung malah lebih terkenal akan brutalnya geng motor daripada keramahan khas sunda para warganya dan semoga artikel ini bisa memberi tambahan info mengenai geng motor bagi para kompasianer yang membacanya.

Salam,

Median

p.s:tulisan ini sebenarnya dibuat waktu bentrok dua kubu geng motor saat ultah IMI di kota subang tgl 25 bukan kemarin tpi bru saya publish sekarang..

—————————–

bagi yang aktif juga di FB kalau berminat bisa join ke dua pages berikut ini :

FBI (Forum Buku Indonesia)

MUI (Menulis Untuk Indonesia)

bisa juga melihat tulisan-tulisan menarik berikut ini

@Bang Astoko Datu Harta Bangsa Dari Zaman ke Zaman

@mbak dewi solihat Kondom dan Ade

Median Editya

/median

TERVERIFIKASI (HIJAU)

penyuka beladiri dan sastra. calon guru teknik yang dicemplungin NASIB ke dunia perbankan..well, life always have a twisting plot rite ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?