Mohon tunggu...
Mardety Mardinsyah
Mardety Mardinsyah Mohon Tunggu... Freelancer - Pendidik yang tak pernah berhenti menunaikan tugas untuk mendidik bangsa

Antara Kursi dan Kapital, antara Modal dan Moral ? haruskah memilih (Tenaga Ahli Anggota DPR RI)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Virus Corona Menyerang, Mari Mencari Keheningan Mumpung Masih Diberi Waktu

2 April 2020   18:12 Diperbarui: 2 April 2020   18:13 289
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona


Saat ini hidup manusia secara global sedang dilanda krisis hebat.  Virus Corona yang disebut dengan Covid 19 (Corona Virus Diseases 2019) menyerang di berbagai negara. Corona  tidak mengenal suku, agama,  ras dan umur dan batas negara. Semua yang lalai dilalapnya. 

Sekalipun abad ini abad ilmu pengetahuan dan  teknologi canggih, tapi virus juga makin canggih menyerang manusia. Virus Corona  membuat manusia menjauh dari aktivitas massal termasuk ritual keagamaan. Manusia harus mengosongkan mesjid, gereja dan katedral besar. Manusia hanya bisa berdoa di rumah dalam keheningan.

Profesor Jared Diamond dalam bukunya Guns, Germs and steell   memperingatkan bahwa   virus adalah  penanda peradaban. Setiap kali virus menyerang manusia, terjadi perubahan lanskap sosial hingga jatuhnya suatu rezim. 

Para ahli ekologi berpendapat, kerusakan lingkungan hidup melahirkan mutasi genetik virus dan virus itu bermutasi secara genetika. Ketika virus ini masuk ke tubuh manusia yang  dan bercampur dengan polutan dalam tubuh manusia, virus ini menyerang tanpa ampun dan  mematikan.  Menurut para ahli ekologi, sumber penyakit ini berasal dari kerusakan lingkungan hidup.  

Tulisan ini  tidak membahas peringatan Jared Diamond atau pandangan para ekolog, tapi mencoba mengira-ngira apakah serangan virus corona ini  mampu  merubah sikap mental  dan kesadaran manusia,terutama manusia Indonesia.

Dunia sudah berubah. Perubahan dunia tidak hanya dalam kehidupan sosial, peradaban, tetapi perubahan terjadi  di tingkat substansi. Pencinta peradaban mengatakan bahwa dunia telah menjadi rumah sakit gila yang besar, karena banyak manusia  menjadi   edan. Politik etis mengatakan, dunia telah menjadi  hutan belantara, tempat perebutan uang dan kekuasaan.

Di tengah dunia  yang  berubah itu, kehidupan makin sulit, beban hidup makin menghimpit,  derajat stress makin meninggi.  Karena itu,  banyak orang mengalami kerusakan substansi.  

Mereka  hanya melihat dan mendengar fenomena, tetapi tidak mampu menalar apa yang ada dibalik fenomena itu.

Di tengah dunia yang berubah itu, banyak jiwa   terguncang  ketika mengetahui  sesuatu yang nyata ternyata semu,  sesuatu yang semu adalah  nyata. Banyak hati yang sakit ketika mengetahui bahwa hal-hal  yang selama ini diyakininya ternyata kebohongan.   

Banyak hal  tidak masuk akal, namun dunia terus berputar dan terus berputar. Terdapat banyak kepingan dan pecahan hidup, walaupun kita  berpegang teguh, tapi  banyak yang  terjungkal. Manusia menderita sakit.

Macam-macam penyakit yang dialami manusia masa kini. Seperti   egoisme,   emotional disorder (perasaan tdk menentu),  sinisme yang kronis,  Chrono --currency ( budak uang), kehilangan makna hidup (spiritual deficit disorder) dan penyakit mental lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun