Kotak Suara

PKB Dukung Ahok-Djarot agar di Jakarta Tidak Terjadi Konflik Seperti di Timteng

10 April 2017   07:24 Diperbarui: 10 April 2017   07:29 136 8 4

Menjelang 10 hari lagi Pilgub DKI putaran kedua,Pasangan Calon Basuki Tjahaja Purnama -Djarot Syaiful Hidayat kembali mendapatkan tambahan dukungan politik dengan bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa  ke paslon ini.


Sebagaimana diberitakan detiknews, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa DKI ,pada hari Minggu,9 April 2017 ,bertempat di GOR Ragunan Jakarta Selatan telah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan petahana.Kalau disimak pidato Ketua DPW PKB DKI,Hasbiallah Ilyas sekurang kurangnya ada 4 alasan parpol  yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini mendukung Ahok-Djarot.


Pertama, Ahok-Djarot sudah sangat mengenal Jakarta yang diumpamakan Hasbiallah Ilyas sebagai sopir mobil .Kalau sopir mobilnya orang baru maka ia harus belajar lagi mengenali peta jalanan Jakarta sedangkan kalau sopir lama tidak perlu belajar lagi karena " jalan sampai lubang semut pun ia sudah tahu".


Kedua,Jakarta jangan dipimpin oleh Islam garis keras.
Menurut Ketua DPW PKB tersebut Islam garis keras selalu menganggap dirinya yang paling benar sedangkan Jakarta adalah miniatur dan barometer Indonesia.Kalau Jakarta dipimpin Islam garis keras yang menganggap dirinya yang paling benar maka bisa terjadi seperti di Suriah dan Yaman dimana masing masing pihak menganggap dirinya paling benar ." Kita Islam yang tengah yang nggak pernah caci orang lain".


Ketiga,Djarot adalah Ahlussunnah Wal Jamaah .
Jakarta wajib hukumnya dipegang oleh Ahlusunnah wal Jamaah
Untuk menyegarkan ingatan kita faham Ahlusunnah wal Jamaah ini adalah faham yang mengajarkan kedamaian dan Nahdlatul Ulama selalu diidentikkan dengan paham ini.Berkaitan dengan hal tersebut Ketua DPW PKB Jakarta itu menegaskan " Pak Djarot ini orang NU asli ,dia datang ke pengajian bukan cuma di Pilkada.Waktu jadi Wakil Gubernur sering keliling sama PKB ,itu tanda beliau menghormati  kami kaum nahdiyin dan PKB".
Keempat,Islam mengajarkan memberi maaf terhadap orang lain.


"Kalau mengaku Islam lihat bagaimana akhlaknya .Kita harus memaafkan orang yang menzalimi kita". Ujarnya.
Selain 4 alasan tersebut ,PKB berharap kepada Ahok-Djarot agar kalau nanti menang dalam Pilgub harus menjadikan Jakarta sebagai barometer Islam Ahlussunnah  wal Jamaah ." Kepentingan PKB cuma satu ,kuatnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Jakarta yang mulai tergerus" .
Dari 4 alasan yang dikemukakan PKB kita bisa melihat satu alasan bersifat pragmatis yaitu Ahok-Djarot sudah sangat mengenal Jakarta dengan segala permasalahannya sehingga pasangan tersebut sudah sangat mengenal potensi,permasalahan serta lika liku Ibu Kota.Karena sudah mengenal dengan baik lapangan tugasnya maka seperti sopir mobil ngapain ganti sopir lanjutkan aja tugas sopir yang lama.


Kemudian satu alasan  lain bersifat " ideologis" yakni paham Ahlussunnah Wal Jamaah.Memang paham NU/Ahlussunnah Wal Jamaah sangat menghargai perbedaan pendapat dan kemajemukan .Karenanya sangat dikenal istilah tasamuh atau toleransi.NU tidak pernah mengklaim dirinya yang paling benar serta tidak mencaci maki pihak lain.Sementara ada sebahagian Ummat yaitu Islam garis keras yang menyatakan kelompoknyalah yang paling benar dan orang lain semua salah malahan sesama Muslim juga bisa dikatakannya kafir apabila tidak mengikuti paham atau pendapatnya.Salah satu contoh pertentangan internal ummat Islam seperti peristiwa di Timur Tengah.


Konflik yang terjadi di Suriah dan Yaman sesungguhnya juga merupakan konflik sektarian sesama Muslim yang kemudian melibatkan negara Islam,Iran dan Saudi Arabia yang justru memberi peluang untuk Rusia dan Amerika Serikat untuk ikut bermain disana.Kita telah membaca dan menonton melalui media bagaimana penderitaan yang timbul akubat konflik sektarian tersebut.


Maka NU selalu menawarkan konsep Islam yang damai dan menjauhi sikap kekerasan yang juga diformulasi dalam pengertian yang dikenal sebagai " Islam Nusantara" yaitu Islam yang mampu berdialog dengan budaya dan kearifan lokal sehingga kehadiran Islam tidak menimbulkan gesekan dengan masyarakat.


Selanjutnya alasan ketiga PKB mendukung Ahok-Djarot karena keyakinannya bahwa pasangan tersebut dapat menegakkan Islam Ahlusunnah wal Jamaah di Jakarta terlebih lebih Djarot orang NU asli yang selama ini selalu turun ke pengajian pengajian yang dilaksanakan NU maupun PKB.
Alasan kermpat tentang akhlak Islam yang memaafkan orang yang sudah minta maaf.Memang contoh yang diberikan oleh Ketua DPW PKB DKI tentang hal ini ialah ketika Djarot diusir menghadiri acara di sebuah mesjid lalu Ketua PKB itu menanyakan bagaimana perasaannya lalu Djarot menjawab saya sudah maafkan,Menurut Hasbiallah Ilyas sikap Djarot tersebut adalah akhlak yang diajarkan Radulullah.


Dengan dukungan PKB ini maka setahu penulis 2 parpol berbasis Islam yaitu PPP ( pimpinan Djan Faridz putaran pertama sudah dukung Ahok-Djarot) dan PKB yang mendukung Agus-Sylvi pada putaran pertama sekarang sudah resmi mendukung Ahok -Djarot .Secara politis dan substantif dukungan parpol berbasis Islam ini sangat dibutuhkan pasangan petahana mengingat serangan yang paling gencar ke pasangan ini selalu dengan menggunakan sentimen keagamaan.


Salam Persatuan!