HIGHLIGHT

Tiga Serangkai Paling Indonesia: Dasawisma, PKK, Posyandu

12 Mei 2011 06:53:05 Dibaca :

"marilah hai semua rakyat Indonesia,membangun segra/membangun kluarga yang sejahtera,dengan PKK/hayati dan amalkanlah Pancasila,untuk negara/hidup gotong royong makmur  pangan dan sandang,rumah sehat sentosa/tata laksana di dalam rumahtangga,rapi dan indah/didiklah putra berpribadi bangsa,trampil dan sehat/kembangkan koprasi jagalah lingkungan dan sekitarnya/aman dan bahagia kluarga berencana,hidup jaya pkk/" itu adalah lagu mars PKK yang setia saya nyanyikan bersama ibu ibu se rt kami pada setiap pertemuan PKK sebulan sekali. Kata bu rt ,bila sedang menyanyikan lagu ini,sikap badan harus benar, tegak dengan tangan pada sisi kanan kiri badan, bukan bertaut di bawah perut,atau di belakang seperti sikap istirahat. Heheh...ada aturannya juga ya. Menyimak kalimat pada lagu di atas,jelas menunjukkan arah komando keberadaan PKK di setiap RT di seluruh Indonesia,yaitu sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam gerakan mensejahterakan masyarakat mulai dari tingkat terendah yaitu RT. Merunut sejarahnya, PKK sendiri telah mengalami pergantian arti kata sebanyak tiga kali. Awalnya PKK merupakan singkatan dari Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, lalu tahun 1972 berubah menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga,terakhir pada era reformasi sampai dengan saat ini berubah menjadi ( Gerakan ) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.( http://deemention.blogspot.com ) Hmm..kalau tidak sedang menulis artikel ini saya juga nggah 'ngeh' lho bahwa sejarahnya demikian. He... Secara struktural, PKK tingkat rt ditopang oleh mikro organisasinya yang disebut dasawisma (disingkat dawis). Dasa = sepuluh, wisma = rumah, dimaksudkan sebagai perorganisasian setiap 10 kk ( kepala keluarga) untuk mempermudah jalannya suatu program. Pengumpulan dana, kuesioner, tertib administrasi,adalah beberapa contoh tanggungjawab ketua dawis, untuk kemudian hasilnya diteruskan ke ketua PKK. Tak jarang setiap dawis membentuk pertemuan arisan lagi,di luar arisan rt. Ah ibu ibu...sudah nature nya senang arisan mungkin ya? :) Kegiatan PKK di rt kami sendiri diadakan setiap minggu ke 2,mengambil tempat di balai rt secara lesehan,dan susunan acaranya saya rasa tak jauh beda dengan PKK di tempat tempat lain. Ada arisan, menabung, koperasi, lalu pengisian yang sifatnya edukasi seperti misal tips pertolongan pertama bila ada keadaan darurat kecelakaan di rumah, menu sehat untuk balita,atau juga pengisian dari pihak luar misal sosialisasi dari pengurus rw, demo kosmetik, demo panci,demo alat kesehatan atau demo produk, dan biasanya barang barang yang ditawarkan tadi boleh dibeli secara kredit (asyik!..hahahah). Tidak hanya berhenti pada pertemuan rutin sebulan sekali, pengurus PKK bersama anggota  bergerak aktif dalam melakukan fungsi sosial,seperti misalnya melakukan kunjungan kasih  ke panti jompo atau panti asuhan, mengikuti berbagai lomba yang bernuansa kewanitaan seperti lomba kebaya di Hari Kartini, lomba membuat tumpeng perjuangan di perayaan 17 Agustus, sampai dengan lomba Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Harus saya katakan,walau saya bukan aktivis Posyandu, dan hanya sekali juga membawa anak saya ke sana sewaktu dia masih balita dulu,tetapi posyandu sungguh telah melaksanakan fungsinya dengan baik. Salut untuk ibu ibu penggeraknya yang tanpa dibayar tapi tetap dengan senang hati dan kesabaran melayani para balita. Yang saya ingat waktu itu anak saya sempat ditimbang,dicatat tinggi badan dan beratnya, lalu kebetulan bertepatan dengan pemberian tetes anti polio,maka sekalian jugalah diberikan,lagi lagi gratis..he...pulangpun masih membawa seplastik bubur kacang hijau. Untuk beberapa posyandu terpadu yang memiliki fasilitas sangat baik,menerima juga konsultasi KB, konsultasi kesehatan ibu anak,imunisasi,penanggulangan penyakit penyakit ringan, seperti hal nya yang dilakukan di puskesmas. Melihat fungsi dan hasil yang nyata ( paling tidak di rt saya ), amat baik untuk terus dilakukan pembinaan oleh pemerintah, asal jangan lalu ditumpangi kepentingan kepentingan politik lho!. Seorang tetangga yang pindah ke luar negeri,konon sempat berkirim email ke tetangga saya yang satu lagi,katanya dia kangen kumpul kumpul arisan rt, kangen guyubnya, kangen kompaknya, kangen narik arisannya juga...hehe. Ya gimana ya jeng, memang PKK, dasawisma dan posyandu ini adanya cuma di Indonesia kok jeng...hehe..

Fransisca Ana Susanti

/mamiqika

di pertengahan usia 30 an, hidupku semakin berwarna. Semoga juga bisa mewarnai hidup orang lain melalui tulisan tulisanku.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?