HIGHLIGHT

Mengenal Tujuh Calon KASAD Pengganti Jenderal Toisutta (1)

14 Juni 2011 01:16:55 Dibaca :

Jenderal George Toisutta sebentar lagi akan pensiun dari posisinya saat ini, sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI. Ada tujuh Letnan Jenderal yang disebut-sebut media, akan menggantikan posisi Toisutta. Ketujuh nama itu pun kabarnya sudah diserahkan ke Presiden SBY. Berikut ini profil ketujuh Jenderal bintang Tiga. Profil pertama adalah Letjen Pramono Edhie Wibowo, berikut profilnya:

Letjen Pramono Edhie Wibowo memang putra Letjen (pur) Sarwo Edi Wibowo. Mantan komandan RPKAD itu mempunyai tiga menantu militer, salah satunya adalah Jenderal (pur) Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat ini menjadi Presiden RI. Letjen Pramono adalah satu-satunya putra dalam keluarga pasangan Sarwo Edi Wibowo-Sunarti Sri Hadiyah.

Letjen Pramono memiliki tiga saudari, yakni Wirahasti Cendrawasih, Kristiani Herawati, dan Mastuti Rahayu. Tiga srikandi dalam keluarga ini meneruskan jejak orang tua mereka sebagai istri tentara. Dalam hal memilih pasangan hidup, ketiganya menautkan hati pada tiga perwira tinggi TNI.

Wirahasti Cendrawasih memilih Letjen Letjend TNI(Pur) Erwin Sudjono sebagai pendamping hidup. Mastuti Rahayu menikah dengan Kolonel (Pur) Hadi Utomo yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Sedangkan Kristiani Herawati memilih Jenderal (Pur) Susilo Bambang Yudhoyono sebagai teman hidupnya.

Letjen (Pur) Sarwo Edhie Wibowo tentu bangga memiliki menantu yang semuanya sukses menjadi perwira tinggi. Bahkan, putranya saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Strategi & Komando Angkatan Darat. Prestasi Pramono pun terbilang gemilang dengan sederet jabatan yang pernah didudukinya. Sikapnya pun profesional sebagai seorang tentara. Hal itu ditunjukkannya saat menjabat sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. Meski bertalian keluarga dengan SBY, Letjen Pramono tidak memihak dan bekerja penuh dengan integritas.

Saat ini, Letjen Pramono Edhie Wibowo digadang-gadang sebagai calon kuat Kepala Staf Angkatan Darat. Jenderal George Toisutta yang sudah memasuki persiapan masa pensiun menilai Letjen Pramono adalah tentara profesional. Menurutnya, Putra Letjen (Pur) Sarwo Edhie itu layak menggantikan dirinya. Hal itu bukan karena dia adik ipar Presiden Yudhoyono, melainkan karena prestasi-prestasinya selama menjadi tentara.

Pramono merupakan lulusan AKABRI tahun 1980. Jabatan pertamanya adalah Komandan Pleton Grup U Kopassanda. Berkat kejelian, ketekunan dan profesionalisme, Letjen Pramono mampu menduduki posisi paling strategis, yakni Pangkostrad. Pangkostrad memegang kendali atas 33 batalyon dengan sekitar 30 ribu pasukan yang menyebar di Indonesia. Ini satuan tempur terbesar di negeri ini yang bisa digerakkan setiap saat. Dengan kekuatan seperti itu, tampaknya, posisi Pangkostrad sangat penting dalam mengamankan negara.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?