HIGHLIGHT

Teori Kaya Mendadak Catut Nama Ust. Yusuf Mansur

22 Maret 2011 09:57:44 Dibaca :
Teori Kaya Mendadak Catut Nama Ust. Yusuf Mansur
Ustadz Yusuf Mansur/Ft:kapanlagi.com

Penipu....penipu....benar-benar penipu ! Kalimat itu langsung dilontarkan lantang ketika bertemu seorang rekan, Selasa, siang tadi (22/3/2011) di utara Kota Makassar. Dia lalu memperlihatkan sebundel kertas copy-an yang bagian lembar awalnya bertuliskan : ''Seri Refleksi Ust.Yusuf Mansur, an introduction to The Miracle of Giving, Keajaiban Sedekah, Keajaiban apa yang sedang anda butuhkan? Buku ini jawaban untuk Anda! Gratis. Silahkan ambil 1 bundel. (ikutilah salah satu program sedekah ini atau ketiga-tiganya)''

Kemudian dia menjelaskan lembaran copy-an tersebut didapatkan dari seseorang yang membagikannya secara gratis sebelum ia melakukan Jumatan di salah satu masjid di Kabupaten Wajo, pekan lalu. Untung saja, jelasnya, dia belum melaksanakan 'program' untuk menjadi jutawan dengan modal hanya seratusan ribu sebagaimana diuraikan dalam lembar-lembar copy-an tersebut.

''Setelah mengikuti ceramah dari ustadz Yusuf Mansur di siaran TPI pagi tadi (22/3/2011), saya pun lalu paham jika anjuran dalam lembaran-lembaran yang diberikan menggunakan petikan Hadits dan ayat Al Qur'an itu kepada saya, termasuk bagian dari penipuan. Soalnya, lembaran-lembaran yang diedarkan tersebut tega menggunakan nama ustadz Yusuf Mansur, pada hal sama sekali tidak ada hubungan dengan program ustadz Pendiri dan Pengurus Pondok Pesantren Daarul Quran di Tangerang, Jawa Barat,'' katanya.

13007873471229398512
Lembaran awal brosur Keajaiban Sedekah dan Bisnis Investasi/Repro

Ooo..ya! Saya mendengar penjelasannya dengan tenang-tenang saja. Lantaran masalah ini sudah saya posting pada 20 Pebruari 2011 di Kompasiana di bawah judul 'Brosur Sesat Sedekah untuk Kaya Beredar di Makassar'. Lembaran yang disodorkan persis sama sampul dan isinya yang saya temukan banyak diedarkan secara gratis di halaman Masjid Raya Kota Makassar beberapa waktu lalu.

Program yang ditawarkan, penerima harus memiliki rekening tabungan dan Kartu ATM di Bank BCA, Bank Mandiri, atau Bank BNI. Langkah selanjutnya, dianjurkan mengirim uang melalui transfer ATM ke 4 alamat yang sudah ada di bagian lembaran copy-an, masing-masing sebanyak Rp 20.000 atau total Rp 80.000. Setelah itu, membuat kolom yang disebut sebagai 'Investor Baru' dengan mengeluarkan nama dan nomor rekening peserta IV dari kolom (disebut : Sangat Sejahtera) menggantikan dengan nama dan nomor rekening peserta III (Sejahtera). Kolom peserta III diisi dengan nama dan nomor rekening peserta II (Cukup Sejahtera). Nama dan nomor rekening Peserta I (Pra Sejahtera) dimasukkan ke kolom Peserta II. Kolom Peserta I yang kosong lalu diisi dengan nama dan nomor rekening Peserta Baru.

Setelah hal tersebut dilakukan, Peserta Baru dianjurkan untuk meng-copy sebanyak 100 sampai 300 lembaran 'program' kemudian dibagikan kepada umum. Dengan begitu, diharapkan orang-orang yang menerima lembaran 'program' akan melakukan hal yang sama, sehingga rekening tabungan orang-orang yang terlibat dalam program ini akan secara tak terduga akan menerima kiriman - dalam hitung-hitungannya, sampai lebih dari Rp 7 miliar dalam waktu 4 bulan. Gambarannya Uenakk sekali, tapi jika lembaran yang disebarkan mandeg, program copy-an tidak diteruskan. Maka dalam hitungannya, setiap orang yang ikut program ini justru dapat merugi melepaskan duitnya termasuk digunakan untuk urusan fotocopy-an sampai lebih Rp 500.000 secara sia-sia. Tak ada yang bisa ditagih atau dimintai pertanggungjawaban.

13007876461053304636
Hitungan 'program' duit masuk rekening tabungan yang menggiurkan/repro

Jika disimak dengan baik, menurut seorang teman lainnya, sebenarnya jika menggunakan akal sehat program ini sangat tidak layak dipercaya. Selain tak jelas penanggungjawabnya, juga hitung-hitungannya memang tidak rasional. ''Model perekrutan dana publik tak bertanggungjawab seperti ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya. Tapi karena masih cukup besar hasrat orang-orang kita yang ingin kaya secara mendadak tanpa usaha, tanpa kerja, modifikasi pengumpulan uang publik melalui modus operandi seperti ini masih saja bisa terus berulang,'' katanya.

Tahun 2009 lalu, sebutnya, model yang hampir sama dan sebangun sudah beredar di publik wilayah Sulawesi Selatan. Modelnya, teman tersebut kemudian menyodorkan lembar copy-an yang di halaman awalnya bertuliskan: ''Ingin hidup Sukses Menjadi Milyarder ??? Bisnis Investasi dari Andre Wongso. Untuk kesuksesan dan Kesejahteraan keluarga Anda. Saatnya kita biarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan lagi kita yang bekerja untuk uang...dst''

Isi dari lembaran 'Bisnis Investasi' ini copy paste dengan lembaran 'Program Keajaiban Sedekah' yang menuliskan nama ustadz Yusuf Mansur. Hanya saja nilai nominal yang harus di kirim ke 4 orang pertama, masing-masing sebanyak Rp 25.000 atau total Rp 100.000. Dan, urusah tabungan dan ATM hanya satu yaitu Bank BNI. Sampai dengan Jumat pekan lalu, juga saya masih melihat banyak jamaah Jumat di Masjid Raya Kota Makassar pulang dengan membawa copy-an 'Program Keajaiban Sedekah' yang memampang nama ustadz Yusuf Mansur.

''Kalau sudah diingatkan lalu tak digubris, yaa... sudahlah, tak usah dipusingi. Program atau ajaran teori ini kan hanya akan menimbulkan masalah terhadap orang-orang yang punya hasrat ingin kaya mendadak, jadi miliarder seketika tanpa kerja dan tanpa modal,'' kata si rekan, kemudian berlalu. Hehee.....

Mahaji Noesa

/mahajinoesa

TERVERIFIKASI (BIRU)

DEMOs. Rakyat yang bebas dan merdeka
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?