"Amin, Aamin, Amiin, atau Aamiin?" (dalam Tulisan Do'a)

15 Desember 2013 09:31:15 Diperbarui: 23 Juni 2015 20:54:20 Dibaca : 82395 Komentar : 10 Nilai : 11 Durasi Baca :
"Amin, Aamin, Amiin, atau Aamiin?" (dalam Tulisan Do'a)

Perkataan adalah doa. Kita sebagai manusia sering kali didoakan dan mendoakan orang lain. Baik itu untuk kita sendiri, orangtua, sahabat, kekasih, dan sebagainya. Doa tersebut kita sampaikan melalui berbagai media, baik dari ucapan langsung dari mulut kita maupun melalui pesan singkat alias SMS, E_mail, mentionan di twitter, wall-wall’an atau komenan di beranda status facebook, atau media sosial lain-lain.

Setelah didoakan atau mendoakan biasanya kita sebagai wujud merespon atas doa tersebut dengan harapan agar dikabulkan Tuhan kita mengamininya baik diucapkan ataupun dituliskan.

Ada banyak temuan tulisan kata untuk mengamini itu dan beberapa penulisan kata tsb seperti “Amin, Aamin, Amiin, dan Aamiin” yang sering kita temui di komentar facebook, mention twitter, dan social network lainnya.

Mungkin kita sebagai manusia awam, tidak begitu memperhatikan tata penulisan 4 kata yang bergaris miring dan bold di atas bahkan kita tidak tahu apa arti/makna dari kata itu. Pokoknya kita tulis saja, kan udah biasa.

Dan, saya sebagai alumni Madrasah Tsanawiyah sedikit berbagi pengetahuan tentang penulisan kata tersebut di atas barangkali bermanfaat bagi semuanya. Aamiin. :)

Dalam Bahasa Arab (Alughotul ‘Arobiyah) terdapat banyak sekali jenis kata yang pengucapannya hampir-hampir sama, bila didengarkan lafadznya juga sama, namun susah bila harus dituliskan dan berbeda arti/makna. Dari sekian banyak jenis kata itu diantaranya adalah kata “AMIN, AAMIN, AMIIN, dan AAMIIN”, Saat diucapkan kedengarannya sama – (silahkan kalian praktikan) -, namun 4 kata itu memiliki arti/makna yang bebeda.

Berikut terjemahan/arti/makna 4 kata tsb:

  1. AMIN = Aman
  2. AAMIN = Meminta Pertolongan
  3. AMIIN = Jujur, bentuk lainnya adalah Amanah.
  4. AAMIIN = Kabulkan doa kami. Ini berdasarkan fi’il (kata kerja salam Bahasa Arab) merupakan permohon kepada Allah SWT agar doa kita diijabahkan, dikabulkan-Nya.

Demikianlah sedikit penjelas dari saya tentang penulisan “AMIN, AAMIN, AMIIN, dan AAMIIN”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita, kedepannya kita tidak lagi asal tulis bila mengamini sebuah doa yang mengharuskan kita untuk menulis kata peng(amin)an. Agar maksud dan tujuan kita tidak menyimpang maknanya.

So, saran saya sebaiknya yang benar bila kita dapat ucapan doa via SMS, Twitter, Facebook, BBM, WeChat, dll hendaklah kita membalasnya dengan menuliskan kata “AAMIIN” bukan amin yang lain :). Oke...!!! Trim’s.

======================================

Salam Kebaikan Jiwa Raga!

======================================

Lipul ‘El Pupaka’

- [ILUSILOGI ]#PenaIlusi #PenaSenja -

Lipul El Pupaka

/lipul-kidak

TERVERIFIKASI

a.k.a Pena Ilusi - Bukutang Litera Utama - 27 November 1992 - Penulis Buku Membungkam Priayi! "Guratan Impian dan Pembuktian Pena Ilusi" (Penerbit Pena Nusantara, Mei 2014), Romantika Cinta: Selaksa Bahasa Asmara (Penerbit Alif Gemilang Pressindo, Juli 2014) - Terkutuklah semua yang ada dibumi, termasuk dirimu yang membaca diriku. :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana