HEADLINE FEATURED

Mengawali Tahun Baru dengan Menanam Pohon

01 Januari 2016 21:54:50 Diperbarui: 10 Januari 2017 06:09:58 Dibaca : 479 Komentar : 11 Nilai : 11 Durasi Baca :
Mengawali Tahun Baru dengan Menanam Pohon

Jum’at, 1 Januari 2016, pagi hari yang cerah di tahun baru. Kami memulai tahun yang baru ini dengan kegiatan menanam pohon, yaitu pohon jati. Kami pikir, ada keuntungan tersendiri menanam pohon jati pada tanggal 1 Januari, yaitu kemudahan dalam mengingat umur pohon tersebut.

Mengapa pohon jati? Banyak orang yang melakukannya, karena dilihat dari aspek ekonomi, menanam kayu apalagi kayu jati, telah menjadi pilihan investasi yang menguntungkan. Jati (Tectona grandis Lf) dikenal sebagai kayu komersial yang bermutu tinggi. Pohon-pohon jati telah berperan sebagai tabungan jangka panjang untuk keperluan rumah tangga yang membutuhkan biaya besar.

Demikian juga kami, telah lama mencari kebun yang yang sudah ada tanaman jatinya. Dan akhirnya kami dapatkan, walaupun tidak luas, dan kami perkirakan bisa menampung 50-60 batang pohon jati. Jati yang sebelumnya sudah tertanam ada 36 batang dan sudah berukuran besar, hanya sayangnya penanamannya tidak teratur dan terlalu rapat sehingga kurang sedap dipandang dan pertumbuhannya tidak merata.

Karena ukurannya yang belum optimal untuk ditebang, maka masih terus kami pelihara sampai ukuran yang optimal nanti. Dan masih ada sebagian tanah yang masih kosong, itulah yang kami tanami. Sebanyak 38 bibit pohon jati kami tanam pada pagi hari itu.

Masih ada ruang kosong yang belum ditanami. Foto : Dok. Pribadi
Masih ada ruang kosong yang belum ditanami. Foto : Dok. Pribadi

Bibit jati yang kami tanam. Foto : Dok. pribadi
Bibit jati yang kami tanam. Foto : Dok. pribadi

Penanaman pohon tidak hanya memperoleh keuntungan dari aspek ekonomi saja. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam aspek lingkungan hidup dari penanaman pohon. Manfaat itu antara lain untuk mencegah erosi atau pengikisan tanah, menyerap air hujan, menurunkan suhu udara setempat, sebagai tempat hidup satwa liar, menciptakan keindahan dan keseimbangan alam lingkungan antara struktur buatan manusia dan struktur alam, serta memberikan perlindungan (dari sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta sebagai peredam suara).

Ilustrasi : Fakta Google
Ilustrasi : Fakta Google

Fungsi yang paling penting pada era polusi sekarang ini, adalah kemampuan pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbon dioksida) yang merupakan gas buang sisa pembakaran.

Ilustrasi : Greenpeace Indonesia
Ilustrasi : Greenpeace Indonesia

Dengan demikian, penanaman pohon akan dapat mengurangi dampak pemanasan global, yaitu dengan adanya kemampuan pohon untuk menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya pemanasan global.

Selain itu, masih ada manfaat yang lainnya yaitu dari aspek rohaniah. Ternyata, siapa yang menanam pohon pelindung (penghijauan), maka perbuatannya itu merupakan amal jariah bagi yang bersangkutan. Mengapa demikian? Hal ini dimungkinkan berkaitan dengan kemampuan tanaman dalam menghasilkan pangan dan oksigen. Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Imam Ahmad, yang berbunyi sebagai berikut : Bila ada seorang muslim yang menanam tanaman dan kemudian ada manusia, atau burung, atau binatang lain, makan dari tanaman tersebut, maka ia adalah sedekah untuknya.

Yuk, kita tanam pohon. Selamat tahun baru 2016.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana