Leil Fataya
www.kompasiana.com/leilfataya13

TERVERIFIKASI

Jejakilah kami, wahai pejalan cahaya, Sesungguhnya kami ridha ! Ini terhampar hingga gerbang-Nya.. Dan nantikanlah permulaan bahagia, Tawa tiada akhir, gembira tiada tara ! Bukan lagi majelis dunia yang kau penuhi air mata, Melainkan taman-taman surga Sang Maha Cinta...
Kompasianer sejak:
8 April 2012
Tulisan : 73 artikel
Komentar : 2865 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Kesaksian Sang Pecinta

Hai jiwa, Rebahlah di tilasan daun-daun kering Menikmati gempita, dalam kesunyian sang hening Sesuatu dalam kalbu akan membimbing Diam, dan dengarkan saja Apa katanya Berjalanlah  tanpa alas Menyusuri rimba dunia nan buas Dalam sengguk ...

HL | 23 May 2013 21:28

424   26   dibaca Nihil

Puisi

Kasidah Cinta untuk Al Mustafa

Kau tenung aku dalam bait bait asmara Gubahan kasidah cinta Hatiku terlekuk pada sebuah nama Airmata pun, curahnya telah membuta Aku karam, saat kasidahku hiasi dinding malam Mendekam biru dalam ...

FIKSI | 20 May 2013 21:11

168   26   dibaca Nihil

Puisi

Kepada Sutomo Paguci

Ya Allah, sampaikan salam rinduku untuk Rasulullah Engkau lebih tahu hatiku yang sudah tersayat parah Engkau melihat kedua mataku yang mengalirkan darah Sungguh Engkau menyaksikan kedua tanganku tertengadah Memohon ...

FIKSI | 16 May 2013 17:49

1339   280   dibaca Nihil

Puisi

Nyanyian Lapar untuk Tuhan

Tuhan, Aku gontai , lusuh, fakir dan kelaparan Di depan pintuMu aku mengetuk tak juga redam Nanar kutatap letupan gugus bintang berhamburan Dari nyanyian setan hingga polah urakan orang ...

HL | 14 May 2013 22:34

891   72   dibaca 9 inspiratif

Cerpen

Seorang Pria di Sudut Jalan

Kemudian aku kembali ke kota ini , setelah melewati rentetan keberuntungan dan juga kekalahan. Aku tak mungkin pergi ke kota-kota asing karenanya, melarikan diri , ...

REP | 12 May 2013 21:25

271   31   dibaca 3 menarik

Puisi

Surat untuk Sungai Tak Bernama

Kepada Sungai, Izinkan kubuai merdu alir hulu deras, hingga menerjang jiwaku jernih, hingga  kulihat serpih batu segar, hingga napasku memburu laju. Duhai, Tak mengapa jika kau beriak, Dan hatiku teriak, Tuhan…Engkau mengalirkan sumber kehidupan ...

FIKSI | 11 May 2013 05:25

300   25   dibaca 6 inspiratif

Puisi

Bersemayam, Engkau & Dia, di Kibriya

Duhai Mullah, Penanggung jiwa yang lelah  Rembang petang kini, samudera pun bertepi Usaikan perjalananmu di Kibriya Seakan ratusan tahun engkau merindunya Maka hilanglah cemas Dengan bersemayammu di ranjang emas Alir airmatamu bak ...

HL | 9 May 2013 21:13

602   36   dibaca 13 inspiratif

Cerpen

Novel!

Entah sudah berapa poci teh terhidang sejak pagi tadi. Aku sudah bilang padanya, wanita itu - kepalanya akan sedikit pusing, atau paling tidak dia akan ...

REP | 8 May 2013 15:24

222   21   dibaca 6 menarik

Cerpen

Doa Rajul

Nah, sekarang aku mulai bingung menghadapinya. Doa itu! Betul sekali jika dalam beberapa hari ini aku hanya makan roti kering dan sebutir kismis. Betul sekali ...

REP | 7 May 2013 21:27

368   12   dibaca 11 inspiratif

Cerpen

Kereta Salamanesia

Aku sedang duduk tenang, menikmati perjalanan pulang  di atas kereta api yang melintasi hutan pinus dan ladang - ladang bunga. Petugas kafetaria berjalan melewati tempat dudukku ...

REP | 7 May 2013 13:24

323   18   dibaca 8 inspiratif
1 2 3 ... 8 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: